Beberapa waktu yang lalu dengan terpaksa aku memasuki sebuah toko yang katanya surga bagi wanita. Pusat parfum, kosmetik, assesoris, dan salon supplies.
Kubilang terpaksa, karena sebenarnya aku mau ke dealer Yamaha, mengurus sesuatu tentang motorku. Tapi halaman parkir dealer penuh, sehingga aku harus mencari-cari tempat parkir di sekitarnya. Dapatnya ya di toko itu.
Waktu itu aku baru pulang dari senam. Pakai celana ijo tentara yang gombrang dan banyak sakunya; kaos oblong, kerudung kaos, dan sandal jepit bentuk kibod komputer. Bapak tukang parkir mengawasiku, jadi aku masuk saja ke toko itu, supaya tetap boleh parkir di situ.
Wow. Memang di situ tersedia berbagai merk kosmetik lengkap. Tapi aku cuma mengernyit. Ndak tahu apa ada satu pun yang aku ingin beli. Lalu aku berjalan lebih ke dalam lagi. Sekarang gantian mbak-mbak penjaga tokonya yang mengawasi.
Aku berharap menemukan sesuatu di bagian assesoris. Tapi yang ada di situ rupanya assesoris bling-bling imitasi. So not me. Tas dan baju juga begitu. Parfum? Ng… aku ga tahan pakai wangi-wangian. Baunya menyiksa hidungku. Itu sebab aku juga tidak bisa pakai kosmetik. Mencium wanginya bakalan bikin aku bersin berkepanjangan, lalu meler ingusan. Ogah banget.
Jadi kalau kemarin Carra protes karena aku nyanyi di acaranya Nh Dini tanpa make up, ya harap dimaklumi saja. Nyanyi di mana aja ya memang begitu.
Bandingkan ini, dari perform terakhir kemarin. Aku, dengan salah satu pemain Kentrung Rock n Roll dari Solo yang cantik jelita. Mbak ini selain cantik suaranya baguuuus banget. Dan bisa main perkusi. Keren.
Tapi ya bagaimana lagi. Memang aku lebih nyaman begini. Selalu malah merasa aneh kalau pakai make up.
***
Eh, balik ke toko tadi. Merasa sudah cukup lama ngadem di situ, AC-nya lumayan dingin, aku keluar dan pergi ke dealer Yamaha; tujuanku sebenarnya.
Ketika kembali dari sana, Bapak tukang parkir menanyaiku, “Dari mana Mbak?”
Dari bengkel Yamaha, jawabku. Lalu aku jalankan mobil dan pulang.











