limabelas hari yang indescribable

Posted: January 27, 2012 in blog, kata hati

Sejak mulai ngeblog tahun 2007, kurasa aku masih termasuk konsisten posting. Kalau tidak di sini ya di sana, atau di sana.

Sejauh ini, cerpen masih menjadi label terbanyak untuk tulisan-tulisanku, selain grenengan tak karuan. Menulis cerpen dengan ending twist adalah aku.

Faktanya, meskipun boleh dibilang rajin posting, aku malas blogwalking. Dan meskipun orang bilang aku penulis, tahun ini aku merasa tidak menghasilkan apa-apa. Tagihan dari banyak teman untuk buku kedua selalu cuma kujawab dengan senyum atau tertawa.

Boleh dibilang aku mencari sebab serta mencari alasan. Punya bayi memang cukup signifikan mengurangi durasi duduk di depan komputer di rumah. Pengennya main aja sama dia. Sebagai pegawai, load pekerjaan di kantor juga tidak berkurang. Selain itu, entah dari mana datangnya kesempatan, akhir-akhir ini aku lebih banyak nggenjreng gitar ketimbang mengetuk keyboard komputer.

***

Aku sudah lama mendengar tentang flash fiction. Sebenarnya aku banyak juga menulis cerita yang kurang dari 500 karakter. Tapi hampir semua adalah sekedar penggalan fragmen, bukan cerita (yang dapat terbayang) utuh. Maka ketika datang tantangan #15HariNgeblogFF, aku tergelitik untuk ikut.

Harus menulis setiap hari selama 15 hari, dengan judul (bukan sekedar tema, tapi judul!) memang menantang. Sebenarnya aku agak diuntungkan, karena ‘membuat judul yang menarik’ adalah kelemahanku. Jadi dengan niat menggeliatkan lagi gairah menulis cerpen dalam diriku, tantangan ini menjadi solusi untuk mengasah kemampuan menggali ide dengan cepat, dan menuangkannya dengan efisien di tengah kesibukan kerja dan waktu yang terbatas.

Hal terberat ikut di even ini adalah untuk bisa konsisten menulis selama 15 hari berturut-turut. Harus diakui bahwa ide dan kesempatan tidak selalu bersahabat. Ada saat ketika otak dan waktu seperti tidak bisa dibagi karena harus fokus dengan tugas dan kewajiban sehari-hari.

Hal yang menyenangkan adalah ketika membaca tulisan teman-teman sesama peserta. Aku selalu dibikin takjub dengan ide-ide yang tak terduga. Sering tiba-tiba aku merasa garing di judul-judul tertentu. Tapi ternyata teman-teman masih mau membaca dan berkomentar. Ini membuatku tetap semangat untuk menyelesaikan tantangan sampai akhir.

Hal yang mengharukan adalah tantangan ini membuat Mbak Ibit aktif menulis lagi setelah blognya hiatus hampir setahun. Dia tetap berusaha menulis setiap hari, meskipun sedang ujian (maklum kelas enam). Bahkan meskipun sedang sakit gigi yang sampai dia bikin tangisan. Dia ga mau skip sama sekali. Terharu deh lihat dia nulis di BB sambil pringisan dan sesekali mengelus pipinya yang bengkak…

Hal yang menakjubkan adalah dua admin yang dengan sabar menjalankan tugasnya. Aku tidak bisa membayangkan capeknya. Memanage semua peserta dan keriwilannya. Membaca setiap mention dan tulisan, dari pagi sampai malam. Boleh dibilang malahan, 24 jam!

Even #15HariNgeblogFF memang sudah berakhir. Tapi kuharap, seru-seruan selama 15 hari terakhir ini tidak ikut berakhir. Terima kasih Unge dan MazMomo. Terima kasih teman-teman, yang peserta ataupun yang sekedar membaca. Hugs.

SAH!

Posted: January 26, 2012 in sepenggal
Tags:

Judul yang lain  untuk hari ke 15 (terakhir!) di #15HariNgeblogFF

===============================================

Pelaminan sederhana. Bunga plastik dirangkai sekenanya. Tirai  satin murahan warna oranye yang sudah lusuh, entah sudah disewakan berapa kali tanpa pernah dicuci. Sepasang kembar mayang kecil mengapit.

Sebatang pohon pisang yang buahnya belum matang semua meski sudah dikarbit beberapa hari. Daun andong. Daun beringin. Diikat di pintu pagar bambu. Beberapa baris kursi plastik di halaman rumah. Dipayungi tenda dengan rumbai  hijau menyala yang melambai di tiup angin kemarau. Tamu yang tak seberapa jumlahnya menjadi saksi hari bahagia.

Agak jauh di depan pelaminan, yang juga di depan barisan tamu, sebuah meja dengan empat kursi yang berhadapan. Di satu sisi Pak Naip duduk berdampingan dengan Bapak. Aku dan Maryanto duduk di dua kursi di sisi yang lain. Ibu dan kerabat duduk di kelompok kursi di samping pelaminan.

Ijab kobul baru saja diucapkan. Taklid talak sudah dibacakan. Buku nikah dan segala berkas sudah ditandatangani.

“Bagaimana, hadirin sekalian? Sah?” pak Naip bertanya kepada hadirin.

“SAH”

***

“Sah… Sah! AISAH!”

Isah tergagap dari lamunan.

“Buruan diangkati itu jemuran… Mau hujan… Kok malah melamun!” Ibunya tampak kesal.

Isah bergegas berdiri menuju jemuran sambil masih senyam senyum.

“Kamu melamun apa sih?”

Isah hanya tertunduk malu. Tak sabar menunggu Maryanto melamar, seperti janjinya tadi malam…

Menikahlah Denganku

Posted: January 26, 2012 in sepenggal
Tags:

Hari terakhir, #15HariNgeblogFF

====================================================

Aku mencintaimu.

Jangan tanya mengapa. Bukankah cinta tak pernah meminta alasan? Biar debar memberi penjelasan. Biar rindu menguatkan. Membuat kita bertahan di tengah badai. Melewati gersang kemarau panjang.

“Aku mencintaimu,” bisikmu.

Jika tidak, mana mungkin bisa kulalui tahun-tahun bersamamu.  Sedang pedih tak henti hadir di antara kita. Berbaur luka yang sembuh oleh bahagia; untuk kemudian luka lagi, bahagia lagi, luka lagi, bahagia lagi. Bertukar tempat tanpa henti.

***

Udara masih terengah. Malam baru saja memulai sunyi. Erang dan desah gugur satu-satu. Desau angin adalah sisa napas yang memburu. Rintik hujan adalah sisa keringat yang membasahi tubuhku tubuhmu. Kita masih punya sisa malam ini, katamu.

“Menikahlah denganku, San…”

Lagi hela napas itu yang menjawabku.

“Rin… Aku mencintaimu. Sangat. Kamu tahu itu. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Vika. Dan anak-anak. Terutama anak-anak…”

Pelukku mengendur.

“Aku minta maaf, aku tidak bisa memberikan seluruh waktuku untukmu. Tapi aku berusaha memberikan sebanyak mungkin yang kubisa. Aku tahu, memang hanya sesekali. Itupun sembunyi-sembunyi. Tapi…”

Pelukku lepas.

“Rin… Kau tahu, di dimensi lain aku pasti sudah menikahimu”

Kusibak selimut dan bangkit. Kupungut dan kukenakan satu persatu helai baju yang lepas terserak di sana sini. Kuraih tasku.

Di luar, malam semakin beku seperti aku. Desau angin adalah isakku. Rintik hujan adalah tangisku tertahan. Kutinggalkan kau bersama teori fractalmu. Aku hanya tahu aku hidup di dimensi ini. Di mana aku tidak bisa terus-terusan mencinta sambil bersembunyi; dan melukai.

Ini Bukan Judul Terakhir

Posted: January 25, 2012 in sepenggal
Tags:

Hari ke-14 (empat belas!) di #15HariNgeblogFF

====================

Jam dua dini hari. Beku. Tak ada nyamuk. Mungkin mereka kedinginan dan memilih tidur berselimut. Aku bercelana panjang dan sweater, menghadapi laptopku.

Sedari jam tujuh malam kemarin kukerjakan tulisan ini. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, tidak akan berhenti sebelum jadi. Entah sudah berapa batang rokok kubakar. Entah sudah berapa gelas kopi kuminum. Telpon genggam kumatikan. Aku tak mau ada gangguan.

Kurang sedikit. Dua paragraf lagi. Mungkin tiga. Dari awal aku telah membangun jebakan-jebakan. Akan kutulis sesuatu yang menghantam untuk endingnya. Yang di luar dugaan. Membelokkan semua tebakan. Ini akan menjadi dahsyat…

***

Ah…

Kutulis satu lagi email baru, mengirimkan tulisan yang barusan kuselesaikan.

Title: kirim cerpen

Attach file.
Send.

Aku tahu ini bukan judul terakhir yang akan kukirimkan. Meskipun sejauh ini semua balasan yang aku terima adalah penolakan. Aku tidak akan berhenti mencoba.

Semangaaaaaat……!

Kalau Odol lagi Jatuh Cinta…

Posted: January 24, 2012 in sepenggal
Tags:

Beberapa minggu terakhir dia tampak sering melamun. Lalu tersenyum sendiri. Kadang jadi ogah makan. Kadang napsu makannya tiba-tiba jadi mengerikan; seperti berbulan-bulan tidak makan.

“Kamu kenapa sih?”

Tapi, setiap kali kutanya, dia cuma tersenyum. Mengangkat bahu. Lalu pergi. AH! Read the rest of this entry »

merindukanmu itu seru

Posted: January 23, 2012 in sepenggal

Hari ke-12 #15HariNgeblogFF

===================

Selalu. Karena hatiku akan dipenuhi debar aneh menanti kedatanganmu.

Lalu kita akan membuat rencana-rencana. Apa yang nanti akan kita lakukan bila berjumpa.

“Aku ingin naik gunung”
“Lalu kita berkemah”
“Dan mandi di air terjun”

“Aku ingin touring naik motor”
“Kamu perlu helm baru”
“Biar pakai yang ini dulu, masih bagus kok”

“Aku ingin coba kafe itu”
“Kita ke sana malam hari aja ya”
“Ya iyalah, kalau siang belum buka”

***
Sorot hangat matahari menggantikan redup cahaya bulan, menyusup celah gorden yang kau biarkan sedikit terbuka tadi malam.

Berpelukan. Dibungkus selimut.

“Jadi kita naik gunung?”
“Mmh….”
“Atau mau turing? Kamu sudah beli helm?”
“…mmmh…”
“Tadi malam kita belum jadi ke kafe itu…”
“Naaah….”

Itu bisa kapan-kapan. Sekarang aku mau begini saja. Besok kau sudah harus berangkat lagi. Kita masih ada dua minggu untuk bikin rencana baru sambil menunggumu pulang…

Tentangmu yang Selalu Manis

Posted: January 22, 2012 in sepenggal
Tags:

Hari ke sebelas #15HariNgeblogFF

====================================================

SMS setiap pagi membuka hari. Setiap malam sebelum tidur, dari jauh mengecup keningku. Setiap siang mengingatkanku untuk tidak lupa makan.

Berkuntum bunga kamu letakkan di meja sebelum aku tiba. Berkotak coklat kuterima di saat-saat tak terduga.

Setiap sore di depan gerbang kantor, kamu menunggu di atas motormu, siap mengantarku pulang. Tak pernah terlambat. Kapan pun aku ingin pergi ke mana pun, kemu bersedia mengantar.

***

Tapi kini semua tak ada lagi.

Maaf jika akhirnya suamiku memukulimu. Dia tidak tahan lagi. Habis kamu tetep ngeyel meskipun setiap saat kutolak dan kuingatkan bahwa aku sudah bersuami.