I drove again

27Mar08

semalem aku menyetir lagi, perjalanan pulang dari ngesrep-pudakpayung. udah malem pula, jam 11an, jalanan udah sepi, makanya berani.
terakhir kali aku nyetir, aku mematahakan kuping kanan mobilku waktu mau keluar dari parkiran BBC, kena pagar. that time aku langsung nyetir pulang sambil gemetaran dan berjanji tidak akan nyetir lagi.
sebelumnya, di bunderan pertamina ketika mau belok kiri ke arah jalan pemuda, suatu hari jumat berangkat kantor. aku sudah sangat pelan — aku selalu pelan kalau belok. tiba-tiba dari belakang kananku sebuah kijang menyalipku dengan brutal. entah apa dari mobil itu yang nyangkut di bumper depanku. lampu sein kanan sampai tercabut. aku bukannya mengejar mobil itu. atau minggir lalu turun dan mengambil sein yang jatuh, aku malah langsung ke kantor, dan setelah itu belari ke tempat kejadian. jaraknya sekitar 100m. lampu sein itu sudah ilang, dan aku merasa bodoh.
sebelumnya lagi. aku menyetir dan tiga anak-anak tidur di belakang. usel-uselan, karena ar dan ir tidak mau duduk, jadi mereka berdampingan. tiba-tiba aku melihat ar mau jatuh. spontan aku memutar badan ke belakang membetulkan posisinya, dan tanpa sadar setir ikut berputar ke kiri. hasilnya, mobil jumping ke trotoar, dan ban kiri depan sobek.
sebelumnya lagi, adalah kecelakaan pertama. keluar parkiran waktu mau pulang senam. kata temanku, itu karena aku nekuknya buru-buru, sehingga moncong mobilku kena pintu depan mobilnya, yang ada di sampingku.

I’m a bad driver, membahayakan diri sendiri dan orang lain. makanya aku lebih merasa aman naik bus, angkot, atau taksi.



2 Responses to “I drove again”  

  1. 1 manon

    Jer basuki mawa bea… Asal sebanding dengan hasil.. Aja kakehan nabrak. NAbrak sekali, penyok, udah. jangan lagi.

  2. Wach Ini Postingan pertama dirimu :D

    Lagi belajar Nyetir tuh ceritanya :D ckckckck ..
    Untung saja g deket jurang :D hukikikik :)


Leave a Reply