hm… pada ribut-ribut soal hari Kartini, jadi gatel ini yang tadinya cuek.
aku belum pernah sih baca buku tentang Kartini. makanya aku juga ngga paham bener bagaimana sebenernya idealisme beliau.
waktu kecil, tahunya ‘Kartinian’ itu ya kebayaan, jarikan, sanggulan. malah sempet jengkel karena sekolahku ga pernah ngadain Kartinian. ngiri sama temen-temen sekolah lain. kayanya lucu aja, pake baju begitu. dan tahu nggak, akhirnya sampai setua ini aku belum pernah satu kali pun sanggulan…..
agak ke sini mulai denger tentang ‘emansipasi’, tapi tetep aja masih blur, gimana sebenarnya yang dicita-citakan Kartini. apakah memang beliau ingin wanita boleh jadi presiden? atau cukup sampai wanita jadi menteri? atau sebatas wanita boleh bekerja? atau sekedar boleh mengungkapkan pendapat, bukan hanya manut sendika dhawuh para kakung?
persamaan hak seperti apa yang diangan-angankan? yakin kah bahwa kita di masa sekarang ini bukan telah salah kaprah menerjemahkan harapannya?
aku sih tetep penganut arrijaalu qawwamuuna ‘alannisaa. wanita tetep bisa jadi mulia tanpa harus jadi penguasa. ya sih, sedikit banyak karena perjuangan Kartini wanita bisa seberdaya sekarang dan punya kesempatan lebih luas untuk beraktualisasi. terima kasih dan alhamdulillah.
tapi, pasti Kartini tidak ingin kita meninggalkan fitrah wanita sebagai wanita. dan itu berarti ‘emansipasi’ membuat tanggung jawab kita jadi lebih berat. karena seandainya kita bekerja membantu keuangan keluarga pun, kita dituntut untuk tetap bisa mengurus suami, anak, rumah…
huwaa…. berat banget kan? dengan segala keterbatasan, sungguh luar biasa, dan aku salut, kalau ada yang bisa sempurna menjalankan dua duanya.
tapi aku mohon maaf, kalau aku belum bisa.
I’m no Wonder Woman…
Filed under: Uncategorized | 12 Comments


setuju sist
wanita tetap mulia tanpa jadi penguasa
salam wonder women
wempi pernah pulang kampung lewat jalan darat ada sebuah daerah dimana wanita bekerja dan berkegiatan layaknya pria, mencari nafkah ke sawah dan ladang sedangkan prianya ngopi-ngopi ngasuh anak di balai-balai. aneh…
nah wanita yang seperti ini nih yang perlu dikembangbiakan di Indonesia khususnya….
…tentunya laki-laki pun harus tahu bagaimana cara untuk memuliakan wanita….
Wanita harus berperan sesuai kodratnya walaupun ingin maju dalam segala hal.
Assalamu’alaikum sista, sista kita berusaha yuks jadi wanita yg bermanfaat minimal bagi diri sendiri dan keluarga
berusaha untuk bisa dan mengoptimalkan kemampuan, I’m not wondar woman too..
mulan jameelah aja gak mampu jadi wonder woman…
ya iyalah….
hahaha…
Setuju banget….
Mungkin saja saat ini kartini sedang menangis di akherat sana, coz emansipasi sudah disalahgunakan menjauhi dari kodrat wanita sesungguhnya….
kini …kartini2 baru sdh lahir di-mana2…
ibarat sepak bola, semua lini ada kartini-nya..
(gak pake alasan …apa itu ..emansipasi atau gender?..)
aku suka bingung juga kalo cewek2 perkotaan masih menuntut hak penyamarataan
entah apa lagi yang mau disamaratakan. jelas2 Allah menciptakan laki2 dan wanita tak akan pernah sama. semua sudah ada aturan dan batas2nya.
Yang penting jangan dijadiin alesan… :p
tetep saja
perempuan itu tangguh
karena mereka
berani melahirkan generasi