Judul yang lain untuk hari ke 15 (terakhir!) di #15HariNgeblogFF
===============================================
Pelaminan sederhana. Bunga plastik dirangkai sekenanya. Tirai satin murahan warna oranye yang sudah lusuh, entah sudah disewakan berapa kali tanpa pernah dicuci. Sepasang kembar mayang kecil mengapit.
Sebatang pohon pisang yang buahnya belum matang semua meski sudah dikarbit beberapa hari. Daun andong. Daun beringin. Diikat di pintu pagar bambu. Beberapa baris kursi plastik di halaman rumah. Dipayungi tenda dengan rumbai hijau menyala yang melambai di tiup angin kemarau. Tamu yang tak seberapa jumlahnya menjadi saksi hari bahagia.
Agak jauh di depan pelaminan, yang juga di depan barisan tamu, sebuah meja dengan empat kursi yang berhadapan. Di satu sisi Pak Naip duduk berdampingan dengan Bapak. Aku dan Maryanto duduk di dua kursi di sisi yang lain. Ibu dan kerabat duduk di kelompok kursi di samping pelaminan.
Ijab kobul baru saja diucapkan. Taklid talak sudah dibacakan. Buku nikah dan segala berkas sudah ditandatangani.
“Bagaimana, hadirin sekalian? Sah?” pak Naip bertanya kepada hadirin.
“SAH”
***
“Sah… Sah! AISAH!”
Isah tergagap dari lamunan.
“Buruan diangkati itu jemuran… Mau hujan… Kok malah melamun!” Ibunya tampak kesal.
Isah bergegas berdiri menuju jemuran sambil masih senyam senyum.
“Kamu melamun apa sih?”
Isah hanya tertunduk malu. Tak sabar menunggu Maryanto melamar, seperti janjinya tadi malam…
cieeeeeeeeeeeeeeee
uhuuuuuuuuuyyy…
jadi belum sah ya? sik ngelamun..
untuung aja saya tadi bikin ceritanya ga disuruh angkat jemuran juga
si aisah ngelamun toooh =__=
unik! lucu juga, hehehe
Owalah…Sah..hihihi
ini mah namanya belum sah.. hihihi
lucu
so sweeeeeeetttt!!!!