Katanya, Ramadhan bulan penuh ampunan. Pahala segala ibadah dilipatgandakan. Umat muslim diajak belomba-lomba beribadah dan berbuat baik, lebih dari bulan-bulan lainnya. Terlebih pada hari-hari terakhir, yang di sana ada lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
***
Tapi berkah telah kepleset ke mana-mana. Belum lagi memasuki bulan Ramadhan, segala toko menggelar dagangan menyambut lebaran. Mulai sirup sampai peci. Lebaran fitri nan gaya. Maka mal-mal dan toko bahan kue menjadi lebih ramai ketimbang masjid. Orang-orang lebih sibuk mempersiapkan lebaran ketimbang mengisi Ramadhan.
Bahkan provider telepon pun membagi berkah ala mereka. Berbagai ‘keuntungan’ untuk telponan, sms-an, sampai internetan. Iklan tahan godaan setan pun dengan menyibukkan diri dengan handphone, bukan tartil qur’an atau apa deh yang boleh dibilang ibadah.
***
Untunglah berkah juga banjir di panti-panti asuhan. Mereka yang butuh suasana buka bersama yang lebih bermakna ketimbang sekedar makan bersama, mengadakan acaranya di tempat tinggal para yatim- piatu-yatimpiatu. Bahkan untuk bisa memperoleh waktu buka bersama anak yatim/piatu di panti, ada yang harus sudah inden beberapa bulan sebelumnya. Tidak lupa membawa donasi. Tak jarang terjadi ‘tabrakan’ acara buka bersama dari dua atau lebih komunitas di satu panti. Seolah kita baru ingat untuk menyantuni anak yatim, ketika kita butuh momen buka bersama. Padahal yatim piatu sepanjang tahun butuh dibantu.
Jadi biarlah bulan Ramadhan ini menjadi ajang panen berkah buat para yatim piatu, sebagai rapelan santunan yang mestinya bisa mereka terima di bulan-bulan lainnya.
***
Maka aku adalah salah satu bagian dari peserta buka bersama di panti asuhan. Antri membeli berbagai bahan di toko bahan kue. Menjubeli mal untuk membeli baju baru untuk anak-anak dan keponakan.
Bagaimana banjir berkah di hatimu?


Seakan-akan perbuatan baik semua diakumulasikan hanya pas di bulan puasa ya Mbak
Cek berkah di hatiku
berkah buat penjual kolak, biji salak dan petasan
Wow. Ternyata banyak yg dapat berkah ya