Archive for the ‘blog’ Category

Sejak tinggal di rusun ini enam bulan yang lalu, aku belum pernah bercakap-cakap dengan perempuan di rumah nomor 307 itu. Paling-paling tersenyum ketika berpapasan di tangga. Itu pun tak selalu. Kadang dia melengos atau menunduk, seolah enggan bertatap mata. Sombong sekali, pikirku.

Belakangan kudengar dari obrolan tetangga, dia itu seorang guru sebuah SD swasta yang tidak terkenal. Aku juga tidak tahu di mana ada SD swasta di sekitar sini. Trayekku rumah-kantor-rumah. By bus. Aku juga jarang ngobrol dengan tetangga lain. Setiap kali pulang aku lebih suka langsung masuk ke rumah dan istirahat. Hanya menyapa dan sesekali bicara tentang hal-hal tak penting dengan ibu-ibu yang sedang menyuapi anaknya sore hari, atau sedang menjemur cucian di pagi hari. Sekedar sopan santun bertetangga.

Aku tidak suka terlibat obrolan yang ujung-ujungnya menggosipkan tetangga. Entah barangkali mereka juga pernah menggosipkan aku di belakang. Yang jelas aku setuju dengan mereka soal penghuni 307. Sombong. Tidak mau bergaul. Ada yang bilang perempuan itu sakit jiwa. Aku sama sekali tidak pernah memperhatikan aktivitas mereka. Pintu rumahnya selalu tertutup. Hey, aku bahkan baru beberapa kali melihat suaminya. Pakaian dan rambutnya berantakan. Badannya bau. Mungkin asap rokok bercampur alkohol dan parfum murahan yang kubayangkan tertular dari baju-baju perempuan mainannya. Kurasa memang sebaiknya aku tidak berurusan dengan mereka.

***

Hari ini aku pulang agak malam. Tadi sepulang kerja aku mampir ngopi dengan beberapa teman. Ada yang aneh ketika aku masuk gang. Sebuah mobil ambulans dengan sirene yang meraung-raung parkir di depan pintu utama rusun. Di belakangnya ada sebuah mobil polisi. Orang-orang berkerumun di pinggir jalan, di depan pintu rumah, di tangga, melongok di jendela. Beberapa polisi menahan kerumunan untuk tidak mendekati garis polisi. Rumah 307 dibatasi garis polisi.

“Apa yang terjadi?” tanyaku berbisik pada ibu penghuni 215.

“Perempuan aneh itu mati…”

“Ha? Kenap…”

“Dibunuh suaminya. Mungkin tidak bermaksud membunuh. Tapi badan perempuan itu penuh memar bekas pukulan. Dari telinganya keluar darah. Tadi dia sempat menjerit-jerit minta tolong. Pak RT dan beberapa bapak ke sana, sampai mendobrak pintu. Masih sempat dibawa ke rumah Pak RT, perempuan itu. Tapi…”

Aku mundur merapat ke tembok, mencengkeram lengan ibu di sebelahku. Dua polisi lewat menggiring laki-laki 307 yang sudah diborgol tangannya. Dalam hati aku meminta maaf pada perempuan malang itu. Andai warga rusun ini, termasuk aku, memilih peduli ketimbang berprasangka buruk, mungkin ini tidak harus terjadi…

*tulisan ini diikutsertakan dalam Berani Cerita #09*

Ide Lampu Bohlam.

Posted: February 28, 2013 in blog

Selalu ada alasan kenapa kita jadi jarang update blog. Jarang menulis. Mulai dari alasan yang sebenar-benarnya alasan, sampai alasan yang diada-adakan. Padahal kita tahu menulis itu melegakan, menyenangkan, membahagiakan.

Selain tidak sempat dan ‘malas’ (oh ya, akui saja, ini masih jadi alasan terbanyak kan yah?), ada yang bilang ‘tidak ada ide mau menulis apa.’ Padahal sebenarnya ide bertebaran di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita menangkap apa yang kita lihat, dan bagaimana mengolahnya. Nah ini bisa jadi alasan juga sih, ga bisa nangkap ide walaupun bertebaran, apalagi mengolahnya. Duh.

Terus terang, aku selalu takjub pada Om Warm yang tidak pernah kehabisan ide untuk ditulis di blognya. Hal yang tidak pernah kita perhatikan, tapi begitu membaca postingannya kita bisa bergumam, ‘iya ya, topik begini bisa juga jadi postingan…’

Ada yang tahu, kenapa ide yang muncul sering diilustrasikan dengan gambar lampu bohlam? Apa dibayangkan ide itu ada di dalam kepala, yang tidak akan kelihatan kalau gelap sehingga harus dinyalakan lampu? Tapi kenapa lampu bohlam, bukan petromax, atau lampu mercuri sekalian? Kata mbak Putrimeneng, ngeri ngebayangin lampu petromax di atas kepala, kalau kejatuhan itu lho… *tutupmata*.

Lucunya, kita yang bilang ga punya ide ini kadang bisa menghasilkan tulisan cemerlang ketika ‘dipaksa.’ Misalnya berbagai prompter Flash Fiction. Seperti yang dibikin Unge dan Momo di 15 Hari Menulis Flash Fiction, yang sudah menghasilkan 2 buku yang dicetak oleh nulisbuku.com. Dan ini masih terus berlanjut dengan tantangan flash fiction dengan berbagai tema.

Adalah Lampu Bohlam, blog yang mencoba ikut menyalakan lampu bohlam di kepala kita. Setiap Jumat akan dibagikan satu pemantik, yang bisa diolah menjadi tulisan apa saja. Tak harus flash fiction. Bisa jadi cerpen, puisi, atau sekedar curhatan.

Yuk ikutan ;)

Pengin ke Lombok

Posted: May 23, 2012 in blog, lomba
Tags: ,

*postingan untuk ikut kuis idepz*

==========================

Aku selalu suka pantai. Lebih dari pegunungan. Lebih dari tempat wisata apa pun. Terutama yang landai. Berpasir. Pasirnya bersih. Airnya tenang dan jernih. Angin laut itu segar. Bersih. Beraroma kebebasan. Berjalan telanjang kaki di pantai itu kenikmatan tersendiri. Nyebur di pantai itu, surga.

Tinggal di Semarang memang dekat pantai. Tapi pantainya begitu. Jadi seringnya menghibur diri dengan pergi ke pantai-pantai Yogya, Pacitan, Wonogiri. Itu juga ndak sering-sering amat. Tambahan lagi pantai selatan itu ombaknya ganas. Bersyukur sudah bisa ke Kuta. Dekat dengan harapan. Lantas kudengar pantai-pantai di Lombok lebih mempesona. Jika Tuhan mengijinkan aku pengin pergi ke Lombok. Dan dari banyak pantai yang ada di sana, aku pengin ke Pantai Mawun. Lihat itu, lihat itu, lihat itu!!

*gambar diambil dari sini*

PS: Dep, kenapa hadiahnya bukan wisata ke Lombok sekalian?

award dari Maya

Posted: April 16, 2012 in blog

iseng-iseng ikut giveaway yang diselenggarakan oleh Maya. belum beruntung dapat buku, tapi lumayan dapat award ini. alhamdulillah, maturnuwun :D

limabelas hari yang indescribable

Posted: January 27, 2012 in blog, kata hati

Sejak mulai ngeblog tahun 2007, kurasa aku masih termasuk konsisten posting. Kalau tidak di sini ya di sana, atau di sana.

Sejauh ini, cerpen masih menjadi label terbanyak untuk tulisan-tulisanku, selain grenengan tak karuan. Menulis cerpen dengan ending twist adalah aku.

Faktanya, meskipun boleh dibilang rajin posting, aku malas blogwalking. Dan meskipun orang bilang aku penulis, tahun ini aku merasa tidak menghasilkan apa-apa. Tagihan dari banyak teman untuk buku kedua selalu cuma kujawab dengan senyum atau tertawa.

Boleh dibilang aku mencari sebab serta mencari alasan. Punya bayi memang cukup signifikan mengurangi durasi duduk di depan komputer di rumah. Pengennya main aja sama dia. Sebagai pegawai, load pekerjaan di kantor juga tidak berkurang. Selain itu, entah dari mana datangnya kesempatan, akhir-akhir ini aku lebih banyak nggenjreng gitar ketimbang mengetuk keyboard komputer.

***

Aku sudah lama mendengar tentang flash fiction. Sebenarnya aku banyak juga menulis cerita yang kurang dari 500 karakter. Tapi hampir semua adalah sekedar penggalan fragmen, bukan cerita (yang dapat terbayang) utuh. Maka ketika datang tantangan #15HariNgeblogFF, aku tergelitik untuk ikut.

Harus menulis setiap hari selama 15 hari, dengan judul (bukan sekedar tema, tapi judul!) memang menantang. Sebenarnya aku agak diuntungkan, karena ‘membuat judul yang menarik’ adalah kelemahanku. Jadi dengan niat menggeliatkan lagi gairah menulis cerpen dalam diriku, tantangan ini menjadi solusi untuk mengasah kemampuan menggali ide dengan cepat, dan menuangkannya dengan efisien di tengah kesibukan kerja dan waktu yang terbatas.

Hal terberat ikut di even ini adalah untuk bisa konsisten menulis selama 15 hari berturut-turut. Harus diakui bahwa ide dan kesempatan tidak selalu bersahabat. Ada saat ketika otak dan waktu seperti tidak bisa dibagi karena harus fokus dengan tugas dan kewajiban sehari-hari.

Hal yang menyenangkan adalah ketika membaca tulisan teman-teman sesama peserta. Aku selalu dibikin takjub dengan ide-ide yang tak terduga. Sering tiba-tiba aku merasa garing di judul-judul tertentu. Tapi ternyata teman-teman masih mau membaca dan berkomentar. Ini membuatku tetap semangat untuk menyelesaikan tantangan sampai akhir.

Hal yang mengharukan adalah tantangan ini membuat Mbak Ibit aktif menulis lagi setelah blognya hiatus hampir setahun. Dia tetap berusaha menulis setiap hari, meskipun sedang ujian (maklum kelas enam). Bahkan meskipun sedang sakit gigi yang sampai dia bikin tangisan. Dia ga mau skip sama sekali. Terharu deh lihat dia nulis di BB sambil pringisan dan sesekali mengelus pipinya yang bengkak…

Hal yang menakjubkan adalah dua admin yang dengan sabar menjalankan tugasnya. Aku tidak bisa membayangkan capeknya. Memanage semua peserta dan keriwilannya. Membaca setiap mention dan tulisan, dari pagi sampai malam. Boleh dibilang malahan, 24 jam!

Even #15HariNgeblogFF memang sudah berakhir. Tapi kuharap, seru-seruan selama 15 hari terakhir ini tidak ikut berakhir. Terima kasih Unge dan MazMomo. Terima kasih teman-teman, yang peserta ataupun yang sekedar membaca. Hugs.

11 is my favorite number

Posted: December 4, 2011 in blog

bohong. ngga ada favorite number. semua angka sama kali. kecuali kalo lagi lomba :D

dapat tag dari Fenty ini jadi inget awal ngeblog ratusan tahun yang lalu. heh, muncul lagi ya permainan begini? boleh juga ya buat break. kebat kliwat aja ya. :D

11 random things about me:

  1. aku punya bapak yang hebat dan ibu yang super kuat *jadi inget harus nulis #dearmama. ini sudah tanggal 4 ya????*
  2. aku PNS. padahal waktu kuliah ga pernah bercita-cita jadi PNS. karena kupikir PNS itu kerjaan orang ngga punya kerjaan. makan gaji buta. the fact? don’t believe rumors.
  3. aku Ibu. anak-anakku adalah kekuatan terbesarku.
  4. aku suka banget aerobic. dulu pada suatu masa aku bisa ikut aerobic 6 kali seminggu. sekarang, bisa dua kali seminggu aja sudah bersyukur…
  5. aku sudah menulis satu buku. pengen nulis lagi. tapi seperti senam itu… waktu untuk menulis sepertinya juga makin ngga ada (alasan. bohong)
  6. aku sering lupa kalau sudah tua. rasanya masih dua dua….. aja *tampar pipi sendiri*
  7. aku pemarah. untuk sebab yang jelas. dulu sama sekali ngga bisa yang namanya nahan diri. sekarang berusaha lebih bisa mengontrol emosi. kadang masih meledak; tapi mending daripada dulu dulu..
  8. aku pernah bercita-cita jadi pelukis. mungkin sebenarnya bisa, kalau aku berusaha mewujudkannya. tapi kenyataannya aku lebih fokus ke arah lain.
  9. aku menyanyi.
  10. aku menulis.
  11. aku penipu :D

dan jawaban atas pertanyaan Fenty:

  1. Pertama, saya kan mau publish buku saya nih, bisa dipastikan kalian membelinya nggak ? pasti
  2. Paling suka sama merek mobil apa ? Apa alasannya ? nissan. atau mazda. karena… punyanya itu :p
  3. Lebih sering melihat masa lalu atau berpikir tentang masa depan ? 50 -50.
  4. Menurut kamu, cara terbaik untuk berkomunikasi dengan orang lain, misalkan saja kamu dosen atau pengajar kepada muridnya, bagaimana? don’t ask me. I am bad in this.
  5. Bagaimana pendapat kamu tentang waria ? kadang kasihan. tapi mereka berhak hidup sesuai pilihan mereka. aku menghormati pilihan itu.
  6. Kalau kamu mendapatkan kesempatan sebuah pekerjaan dengan gaji puluhan juta atau lebih namun harus jauh dari keluarga dan juga tidak dapat berkomunikasi dengan mereka apakah kamu akan menerimanya? jauh is acceptable. tidak dapat berkomunikasi? noway.
  7. Lebih suka ngeblog dibanding apa ? dibanding bikin laporan APBN :D
  8. Apa yang kamu lakukan saat pertama kali mendapatkan honor atau gaji? lupa…
  9. Olahraga apa yang menurut kamu mudah namun dapat membuat kita sehat terus ? aerobic ;)
  10. Lebih nyaman bekerja di depan komputer atau laptop ? komputer.
  11. Menurut kamu, apa yang harus saya ubah atau kembangkan agar bisa menjadi orang yang lebih baik lagi ? ngasih bukumu ke aku, gratis :)

demikian. aku ngga pass on pe er ini ke orang lain deh ya. bingung bikin 11 pertanyaan…

Loenpia Ultah Ke-4

Posted: October 15, 2009 in blog

*sebuah postingan jujur seorang anggota bau kencur*

Selamat Ulang tahun…

Loenpia Hebat:
- Force
- 1000 Buku
- Kegiatan sosial

Loenpia Ngambang:
- di mana posisi kita di Semarang?
- sudahkah kita bisa ngumbulke Semarang?

Loenpia Tanda Tanya:
- komunitas blogger katanya. tapi yang aktif ngeblog hanya sebagian saja…

Loenpia Lucu:
- milis obat duka

hah…

4th

NGERI THOK NDHA…!!!