*baca dulu cerita sebelumnya*
Pagi itu, sekitar delapan bulan yang lalu. Fad sedang kunjungan ke luar propinsi. Rey juga pamit begitu ke istrinya. Rey tidak bohong, hanya saja dia menyisihkan satu malam dari hari kunjungannya itu, untukku.
Aku dan Rey di sebuah villa di bukit. Kami masih kelelahan setelah percintaan liar malam sebelumnya. Aku masih meringkuk di lengannya.
“Untung aku bukan menteri”, katanya. (more…)

