Archive for the 'cerpen' Category
ternyata kaulah robot itu….
dan akulah pelacur.
karena aku masih punya hati. meski kubiarkan semua berkecamuk dalam diriku sendiri, menggerogoti. oh aku tertawa. tawa yang bahkan tidak bisa menutupi tangis di mataku sendiri. iya, seperti lagu ‘kupu-kupu malam’-nya titik puspa itu.
so I paint on a smile with lipstick
put on a big charade
maka di detik tertentu aku kosong. seperti komputer ber-otak [...]
Filed under: cerpen, sepenggal | 11 Comments
Kembang Api Malam Ini
Tidak lama lagi. Saatnya akan segera tiba.
Sekali lagi kupandangi benda mungil di etalase itu.
“Besok saya akan ke sini mengambilnya, Mbak. Tolong disimpankan. Kalau jam tujuh malam saya belum datang, dan ada orang yang menginginkannya, berikan saja. Mungkin memang belum jatah saya,” kataku pada penjaga tokonya. Dia tersenyum, mengangguk.
Benda mungil itu, yang kupesan untuk kubayar besok [...]
Filed under: cerpen | 20 Comments
serba salah
when you let some thing wrong do you wrong, you just let everything around you goes wrong.
***
PMS.
masa inkubasi flu.
dua hari yang lalu putus cinta.
kemarin sore kecopetan.
hebat kalau mengalami semuanya dan masih bisa tersenyum. aku tidak.
Filed under: cerpen, sepenggal | 16 Comments
AH….!
Aku terus berjalan. Cepat. Dengan langkah lebar sepanjang trotoar. Aku senang tadi aku memutuskan memakai rok super lebar yang sering kupakai dulu jaman kuliah. Dua rok lebarku yang lain sudah entah ke mana kuberikan pada siapa. Tapi yang satu ini masih kusimpan dan kupakai sesekali. Masih cinta. Aku bahkan bisa bonceng motor melangkah tanpa [...]
Filed under: cerpen, sepenggal | 9 Comments
Ini adalah sandiwaraku….
Aku penulis skenarionya. Aku sutradaranya. Aku juga pemainnya. Terima kasih telah terlibat dalam sandiwaraku. Tapi maaf, ini perjanjiannya. Karena aku sutradaranya, kita lakukan dengan caraku. Kamu boleh protes, aku dengarkan. Kutanggapi? Aku tidak janji.
Ini adalah sandiwaraku. Ceritanya tergantung penuh kepadaku. Kau mungkin bisa menduga. Kau bahkan bisa mengusulkan jalan cerita. Tapi ketika di tengah jalan [...]
Filed under: kata hati, sepenggal | 16 Comments
pelajaran ambles bumi
gamelan manggaung. Antareja datang dengan gagah kepadaku. bukan pencilakan seperti Buta Cakil atau lemah lembut seperti Janaka.
‘kau mengundangku,’ sapanya
‘harusnya aku yang datang padamu, maaf. tapi aku terlalu malu’
dia tersenyum menenangkanku, ‘tak mengapa. apa yang bisa kubantu?’
aku menghela nafas panjang. diam panjang. Antareja menunggu. ah, betapa para tokoh wayang telah terbiasa berlarat-larat…
‘aku,’ aku memulai, ‘ ingin [...]
Filed under: cerpen, kata hati, sepenggal | 10 Comments
Genderuwo
*seperti dimuat di Tabloid Cempaka edisi 30, tanggal 24-30 Oktober 2009*
Matahari baru saja menyapa dhuha. Net berjalan agak terburu melintasi depan rumah Mbah Mis.
“Net! Kenapa kamu terburu-buru begitu? Dari mana?” tanya Mbah Mis setengah berteriak dari beranda rumahnya.
Net berhenti, sesaat menengok ke kanan, ke kiri, ke belakang. Diam sebentar, lalu memutuskan untuk mampir. Dia duduk [...]
Filed under: cerpen | 16 Comments
The Wine….
Berdua kita termangu di depan pintu.
“Kita masuk atau tidak?” tanyaku.
“Aku ragu,” jawabmu.
Lalu untuk beberapa lama kita berdiam saja di situ membisu.
“Kurasa tidak mengapa kita masuk,” katamu memecah bisu.
“Sungguh?” aku tidak tahu apakah aku senang atau bertambah ragu. Kau tampak seperti tidak yakin juga.
“Ya, asal kita yakin kita bisa menjaga diri di dalam sana”
Maka perlahan kita [...]
Filed under: cerpen | 13 Comments
ANDROID #578002
sebuah kado untuk diriku sendiri
Perkenalkan… zzrrrtt… maaf.
…
Bateraiku tidak terpasang dengan baik, barusan aku betulkan letaknya.
Perkenalkan, aku Android #578002. Aku belum punya nama, tapi para penciptaku memanggilku ‘L’. Aku mendengar gurauan mereka, L stands for lucu, life, love, long, lebay. Aku tahu arti semua kata yang mereka sebutkan, kecuali ‘lebay’. Dan aku belum menemukan kenapa mereka [...]
Filed under: cerpen | 29 Comments
Kado untuk Cha
*ditulis special sebagai kado special di hari special untuk teman special, Neng Ocha*
“Jangan tidak datang ya…” pinta Cha.
“Aku usahakan. Semoga hari itu tidak ada acara yang penting,” jawab Ang.
“Makanya aku minta dari sekarang, supaya kamu bisa atur jadwalmu, supaya pas hari itu kamu bisa off”
“Aku bisa atur apa pun yang berkaitan denganku, sesuka hatiku. Tapi [...]
Filed under: cerpen | 33 Comments


