Archive for the ‘film’ Category

Penderitaan adalah ketika Helen Rodin harus berbicara berdua saja dengan Jack Reacher yang sedang bertelanjang dada. Lalu Jack mendekatkam wajah dan berkata: pulanglah, jemput aku besok jam tujuh pagi.

Skyfall Yang Mengambang

Posted: November 14, 2012 in film

*watch out: spoiler*

Apa yang kamu tunggu-tunggu ketika nonton film James Bond?

Kalau aku. Selain ceritanya, pertama James Bond-nya sendiri. Musuhnya. Soundtrack-nya. Gadis-gadisnya. Dan peralatan-peralatan canggih bikinin Q.

Ceritanya. Okelah. Ndak terlalu rumit. Begini malah lebih mudah dimengerti :D *ketauantingkatkecerdasannya*

Jujur saja kemunculan Daniel Craig menggantikan Pierce Brosnan itu agak mbanting. Dari yang model bagus alus menjadi yang sangar. Ada semacam jet lag di imajinasiku. Tapi oke lah, biar bukan masuk kategeri good look tapi secara keseluruhan dia jantan.

Sekarang di Skyfall. M sudah tua banget. Aku sempat mbatin dia pasti menyusul Q, harus ganti orang. Pada saat yang sama bertanya-tanya, ini Q-nya bakal diganti seperti apa. Dan. Tada. Q-nya cupu begitu. Ha.Ha.

Musuhnya. Gay. Oh well. Itu beneran atau dia cuma menggoda Bond sih? Hahaha… Aku ngga suka. No, bukan karena dia ‘bergaya’ gay. Tapi ga suka aja lihatnya. Maksudku, biasanya yang jadi bad guy itu tetap enak dipandang. Jahat tapi nggemesin gitu. Halah.

Soundtracknya. Suka. Ndak perlu dijelaskan. Suka aja. Sederhana. Tapi terasa citarasa ‘James Bond’-nya.

Gadis-gadisnya. Hello. Siapa yang milih ya? Itu gadis yang (apakah memang begitu?) menyelamatkan Bond setelah tertembak di atap kereta, ngapain? Cuma ditabrak, ditatapke tembok, lalu diuleng-uleng. Sudah?

Itu Miss Money Penny. Ng… Ndak bisa ya, kalau ngajak Hale Berry aja lagi gitu.

Dan itu Severine. Itu sengaja dibikin kaku begitu atau ndak sih? Waktu berdiri di kapal menuju pulau milik Silva, ngangkangnya jadi bikin inget Chef Juna…

Peralatan canggih bikinan Q. Pistol Walther dan benda kotak kecil yang disebut radio.

*sebentar, ngakak dulu*

Aku pengin patah hati aja, semua yang ditunggu-tunggu tidak sesuai harapan. Boro-boro alat canggih. Bond pakai mobil kuno yang kecanggihannya terletak pada kursinya yang bisa dilontarkan. Alih-alih pakai teknologi canggih, Bond dibantu M dan siapa itu pengasuh masa kecilnya, perang-perangan dengan dinamit dan segala peralatan ala Mac Gyver. Boleeeeh…..!

Sepertinya memang cerita James Bond kali ini mau dibikin beda dari biasanya. Semuanya. Tidak ada intrik negara boneka. Yang ada musuh personal. Tidak ada alat-alat canggih. Tapi masak iya sampai tidak bisa nemu gadis Bond yang menarik?

***

Menurutku akhir-akhir ini pembuat film merasa perlu membuat filmnya semasuk akal mungkin. Sampai harus ada penjelasan ilmiah untuk setiap ‘kesaktian’ Spiderman. Padahal ya orang mungkin ga pernah minta dijelasin kenapa bisa muncul jala dari pergelangan tangan Spiderman. Musuh-musuh Batman dibikin semanusia mungkin. Padahal dulu ya seru-seru aja ada musuh Joker yang setengah kartun. Dan sekarang James Bond pun diajak membumi.

Padahal bagiku, khayal ya sekalian aja ngayalnya. Jangan tanggung-tanggung. Toh ini tentang superhero yang sakti. Bukan science fiction. Bahkan science fiction pun ndak usah terlalu mikir masuk akal atau ndak. Dulu namanya video call yang ditampilkan di Startrek, ya orang terima aja. Pokoknya keren. Mungkin atau tidaknya urusan entah.

Sekarang aku jadi penasaran, seperti apa nanti Superman. Apa dia juga mau ikut-ikutan berusaha untuk masuk akal? Wis ndak usahlah. Dari dulu kostum Superman itu ndak masuk akal tapi kita ya santai saja kok. Hahaha….

persiapan yang cukup panjang. kurasa. tapi mungkin memang sulit untuk bisa sempurna. sedikit gangguan di lighting bukan alasan untuk bilang pertunjukan kemarin tidak sukses. ide setting kafe menurutku keren sekali. keren. beneran.

Ibit dan Santa membawakan ‘Kembang Api Malam Ini’

Kelompok Musik Pembluesukan membawakan ‘Susu untuk Sari’ dan ‘Namaku Samantha Ray’

Molotov Candy menarikan ‘The Wine’

Babahe Widyo Leksono sebagai manajer kafe

Iwan dan Mas Adit, dua gitaris keren-ku; Ibit dan Santa, backing vokalku; Ipank mengetuk jimbe; pendukung di lagu ‘Kembang Api Malam Ini’

itu aku, dan dua penari dari timur tengah, membawakan ‘Kembang Api Malam Ini’

kapan lagi kalian lihat aku pakai gaun?

hm.. pada ngerubungi apa sih ini?

ada film RAN! sebagai respon terhadap cerpen Bayang-bayang, aku sedang mengusahakan ijin dari Zoex Zabidi sang creator, untuk dapat kuupload di sini, atau di tempat lain, mungkin. juga foto-foto dari Cantrik Suwoko.

oh ya. sampai saat ini belum ada upload di youtube. karena sesuatu dan lain hal. rahasia. ah. nanti juga kalian tahu kenapa.

terima kasih pada semua pendukung. Danang, atas semua supportnya. Babahe, sang manajer panggung sekaligus manajer kafe. Budi Maryono, atas apa pun. Daniel Hakiki, sang sutradara. Adhitia Armitrianto, produser acara. Sinta Pramucitra, untuk undangan mengobrol di TVKU. Cantrik Suwoko, untuk foto-foto perempuan perkasa. Umam, Bintar, Vicky, untuk tarian yang memabukkan. Sandra Palupi, Kurniawan Yunianto, Yongki, Ghany, Deska, untuk musik blues yang nakal dan mengiris. Ibit Sukma, Santa, Iwan, Adit Bagus Pradana, Ipang Baihaqi Arsyad, untuk suara-suara indah dan harmoni. Okta dan Ambar, untuk tarian yang seksi. Zoex Zabidi, Imaniar Christy, Yanuar, Icha Denisa, untuk film yang istimewa. Mbak Maret, yang siap menyajikan suguhan setiap rapat dan persiapan. Agus Maladi, atas pinjaman kursinya. Zainal Arifin, yang telah membawa bala. Daae, Diyah, Habibah, atas promosi dan ticketingnya. Dekase. Teater SS. Lacikata. Openmind Community. Linikreatif Writing and Reading. Gigih Pustaka Mandiri. Vivi Andriani, Mbah Mo, Fajar, Agus, Mas Amat, dan lain-lain yang tidak bisa kusebut satu persatu. Maaf kalau ada yang terlewat :D

terima kasih yang datang berkunjung. tanpa kalian apa lah arti pertunjukan.

sekali lagi terima kasih, mohon maaf atas segala kekacauan, dan sampai jumpa di lain kesempatan!

Senin, 5 Nopember 2012 jam 19.30 – 21.30 WIB
Gedung Serba Guna Taman Budaya Raden Saleh, Jl. Sriwijaya 29 Semarang

Sebuah pertunjukan yang merupakan respons kreatif terhadap buku kumpulan cerpen KEMBANG API MALAM INI karya Latree Manohara dalam bentuk musik, lagu, tari, foto, dan film pendek.

YANG TAMPIL
- Zoex Zabidi
- Tri Styawan
- Ibit & Santa
- Cantrik Suwoko
- Молотов конфеты
- Kelompok Musik Pembluesukan
- Latree Manohara

YANG TERLIBAT
- Daniel Hakiki, Sutradara
- Widyo Babahe Leksono, Manajer Pertunjukan
- Adhitya Armitriyanto, Produser

 

 

TIKET
Rp 10.000/tanpa buku
Rp 25.000/dapat buku Kembang Api Malam Ini seharga Rp 40.000

KONTAK PEMESANAN TIKET
- 085225808044 (Bibah, Unissula)
- 085641591874 (Diyah, Unnes)
- 085726366182 (Ipank, IAIN)
- 08122524455 (Adhit)

KERJASAMA
Linikreatif Reading & Writing, Gigih Pustaka Mandiri, Dewan Kesenian Semarang, dan OnSIDE Production.

Setelah Amazing Spiderman

Posted: July 26, 2012 in film

Aku tidak tahan untuk tidak posting tentang film ini.

Gambar diambil dari sini

Film ini seperti reka ulang bagaimana terjadinya si Manusia Laba-laba. Hampir mirip dengan versi lama tentang Peter Parker yang pecundang di lingkungannya, tapi punya pacar cantik dan baik hati. Peter digigit laba-laba dan jadi punya kekuatan khusus. Ada cerita tentang bagaimana pamannya meninggal dengan versi yang berbeda. Tapi yang jelas, Peter yang ini (menurutku) lebih cool, lebih nyantai, dan, lebih seksi.

Hm… Trus… Trus… Ehm… itu aja sih yang penting. Hahaha buset.

Yah namanya juga film tentang jagoan. Ada penjahat yang brutal, yang sempat melukai, tapi teteplah jagoan yang menang. Film ini lebih manusiawi, khayal tapi masih membumi. Buat aku yang tidak pernah tahan nonton film action, film ini masih bisa kutonton tanpa merem. Yang menarik adalah penjelasan seilmiah mungkin tentang segala kehebatan Spiderman. Dan sebagai catatan terakhir: even an superhero lives a drama!

Setelah ‘The Avengers’

Posted: May 20, 2012 in film
Tags: , ,

Siapa bilang, setelah anakmu meremaja, kau lantas menjadi tua? Naaaa…. Kau justru menjadi remaja untuk kedua kalinya.

Kau dituntut mengerti (setidaknya sedikit) dunia remaja. Lagu, film, apa pun. Supaya bisa sedikit nyambung dan tidak membosankan (di mata mereka) ketika mengobrol.

***

Jadi aku mengantar ketika Ibit pengen nonton filmnya Cherrybelle. Nganter aja. Ndak pengen nonton. Tapi The Avengers, aku ikut nonton. Karena pasti banyak yang enak dilihat ketimbang cewek-cewek ABG yang cantik dan imut-imut :D

See, aku bukan pengamat sinema. Bahkan penikmat pun sesekali saja. Jadi ndak bisa berkomentar soal sinematografi, penyutradaraan, efek suara atau apa. Aku merasa menonton The Avengers seperti menonton komik. Ya kali, karena memang tokoh-tokohnya pertama kali muncul di komik. Ndak tahu ya, tapi segala ledakan dan lompatan-lompatan gambar itu… Komik banget.

Soal cerita, ya, ya, ya begitu lah kalau cerita soal superhero. Tokoh jahat yang tiba-tiba muncul: Loki of Asvagard. Menghebohkan dunia: mencuri sumber energi abadi. Dilema: para dewan yang tidak percaya Proyek Avengers dan memilih meluncurkan nuklir.

Aku pernah dengar tentang Captain America. Iron Man. Hulk. Tapi terus terang aku belum pernah dengar tentang Black Widow, Hawkeye dan Thor. Jadi aku nikmati saja mereka berenam sebagai hal yang benar-benar baru. Aku ndak suka film action, terutama bagian berantem apalagi sampai berdarah-darah. (Itu kenapa aku ndak mau nonton The Raid kecuali dibayar minimal sejuta). Untunglah adegan berantem di film ini masih di batas toleransiku. Mungkin karena terasa komik itu tadi.

Aku suka selipan adegan lucu di sana sini. Aku suka bagian akhirnya. Bagian akhir setelah bagian (yang semula kukira) akhir. Banyak penonton yang keluar dari theater setelah  bagian ketika Jenderal Fury membuat marah Dewan dengan membiarkan para jagoan menghilang karena mengira itulah endingnya. Padahal setelah itu ada sedikit adegan lagi, ketika musuh menyatakan kesadarannya bahwa: manusia bukan pengecut, mereka petarung, bukan makhluk lemah yang mudah dikuasai, menantang mereka berarti mencari mati. Ho ho ho.

***

Jadi berapa bintang untuk film ini? Berapa ya? Tiga?

(Seperti ketika aku harus mengakhiri ‘Kondom’) ada pertanyaan-pertanyaan yang kubawa keluar dari gedung bioskop.

Kenapa alien itu seringnya digambarkan begitu? Kalau ndak makhluk setengah binatang berlendir, ya robot dari besi rongsokan yang kalau bergerak suaranya berderak-derak seperti engsel berkarat yang lama ndak diminyaki. Tapi, manusia harus habis-habisan menghadapi mereka!

Itu Hawkeye sampai kehabisan anak panah, kenapa ndak ngajak Arjuna? Begitu dilepas satu anak panahnya bisa menjadi seratus dan mencari sasaran sendiri-sendiri!

Kenapa ndak ngajak Kumbakarna? Dia bisa kerja sama dengan Hulk, and they would be amazing!

Kenapa Captain America pakai topeng? Dia jauh lebih keren tanpa itu!

Dan kenapa ketika Dr. Banner berubah menjadi Hulk, bajunya robek semua tapi celananya masih utuh?

Friday the Thirteenth

Posted: April 13, 2012 in film

Baru ngeh tadi pagi ketika mendengarkan siaran morningzone Adi – Medina (yang ga seseru Adi – Reza), bahwa hari ini Jumat tanggal 13. Sebenarnya bagiku ngga pengaruh ini Jumat tanggal berapa. Rasanya seperti Jumat yang lain saja, hari yang malas. Pendek dan selak pengin libur. Adi dan Medina menghubungkan Friday the 13th ini dengan kesialan, dan membahas hari paling sial para pendengar.

Hari ini aku bangun kesiangan, di jam seharusnya aku sudah berangkat. Gedandapan? Nggak. Sekalian aja ndableg. Setelah sholat subuh yang entah malaikat petugasnya masih jaga atau tidak, aku main-main dengan Aik. Nengok Niki yang lagi sibuk bersihin eek anaknya. Baru mandi dan berangkat. Niatnya mau ambil gaji yang tertunda karena hampir 2 minggu ngga ngantor. Juga ambil SK kenaikan gaji berkala, yang sudah dipesankan kemarin untuk diambil pagi-pagi sesudah apel.

Sampai di kantor sudah hampir jam delapan. Bendaharanya pergi rapat. Dan yang menyimpan SK-ku sudah jalan pula entah ke mana.

Sial? Tetap enggak. Berarti weekend ini aku harus berhemat, dan dengan sendirinya gajiku aman lebih lama dari tangan gatal, setidaknya sampai Senin… :D

***

Di samping itu, tiba-tiba aku teringat lagi serial film horor jaman cilikan, Friday the Thirteenth. Ceritanya tentang sebuah toko barang antik milik Lewis Vendredi yang menjual barang-barang yang mengandung kutukan, sebagai perjanjian dengan Iblis untuk mendapatkan kekayaan dan keabadian. Karena telah melanggar perjanjian, Iblis datang mengambil nyawanya. Keponakannya, Micki dan Ryan kemudian mengumpulkan kembali benda-benda itu (yang telah terjual) agar tidak jatuh semakin banyak korban. (more…)