taman bunga
denting triangle
suara tipis
‘Ibu, Bapak di mana?’
respon cerpen ‘Langit Gelap Tanpa Bintang’
dari kumpulan cerpen Nyanyian Penggali Kubur karya Gunawan Budi Susanto aka. Kang Putu
***
ibu, bapak di mana?
pertanyaan itu kau lontarkan setiap malam
tak bosan bosan dan setiap kali aku mengulang jawaban
bapakmu di surga mencari uang
jika sudah banyak dia akan pulang
lalu kau akan gumamkan doa entah apa
tiada bisa aku dengarkan
karena diam diam aku mendekap kepedihan
sambil menidurkanmu
mendongengkan segala kisah yang kupungut dari tebing ingatan
ibu bapak di mana?
pertanyaan itu kau lontarkan setiap malam
tak bosan bosan dan setiap kali aku mengulang jawaban
bapakmu di surga mencari uang
jika sudah banyak dia akan pulang
meyakinkanmu membuatku ikut meyakini
bapakmu memang di surga
berongkang kaki melihat aku memikul beban
menanggung benci
sibuk menyalahkan kematian, pembunuhan dan segala tuduhan
ibu, bapak di mana?
pertanyaan itu kau lontarkan setiap malam
tak bosan bosan dan setiap kali aku mengulang jawaban
bapakmu di surga mencari uang
jika sudah banyak dia akan pulang.
saat mulai menulis postingan ini, Radio Loenpia sedang memutar ‘Rindu’ by Fryda Luciana, dilanjutkan oleh Agnes Monica menyanyikan lagu yang sama.memang DiJe-nya sedang bikin sesi memutar lagu remix-an; satu lagu dibawakan oleh beberapa penyanyi yang berbeda. untunglah DiJenya tetap memilih lagu asli dan remixed yang oke semua… (eh ndak kerja mbak? eh kerja dong, ini buat selingan karena ngga tahan, sudah dari kemarin pengen nulis tentang ini.. *alasan*).
dibawakan Fryda, ‘Rindu’ membawaku ke ruang sepi, dingin, nglangut. benar-benar membawa hati pada rindu yang menyobek. Agnes mengajakku merasakan yang sama, sekaligus sambil meneriakkannya, bukan cuma memendamnya di dada. (more…)
aku berada di tengah para petani. masih berusaha meyakinkan mereka untuk bisa menerima program yang kami tawarkan.
‘kesahajaan’
lagu ini indah bukan main. lembut. dan bersahaja, seperti judulnya.
tapi sulitnya, bukan kepalang. aku sendiri butuh dua hari hanya untuk bisa klik dengan beat-nya. rhythm-nya ternyata gabungan 2/4 (atau 4/4 ?) dengan 3/4 (atau 6/8 ?).
tapi para petani itu tidak mau. mereka memilih sekolah lapang untuk tanaman jagung hibrida.
***
aku terbangun mendapati handphone masih memutar ‘kesahajaan‘ – lagi dan lagi. jam 04.00. aku harus bangun, setengah jam lagi harus bersiap dan berangkat. hari ini mungkin aku harus bertemu para petani, mengunjungi sekolah lapang jagung hibrida yang mereka ikuti.
*‘kesahajaan’ adalah puisi Sosiawan Leak yang dibawakan dalam musikalisasi oleh Ati Sejati*
How many times do I have to try to tell you
That I’m sorry for the things I’ve done
But when I start to try to tell you
That’s when you have to tell me
Hey… this kind of trouble’s only just begun
I tell myself too many times
Why don’t you ever learn to keep your big mouth shut
That’s why it hurts so bad to hear the words
That keep on falling from your mouth
Falling from your mouth
Falling from your mouth
Tell me…
Why
Why
I may be mad
I may be blind
I may be viciously unkind
But I can still read what you’re thinking
And I’ve heard is said too many times
That you’d be better off
Besides…
Why can’t you see this boat is sinking
(this boat is sinking this boat is sinking)
Let’s go down to the water’s edge
And we can cast away those doubts
Some things are better left unsaid
But they still turn me inside out
Turning inside out turning inside out
Tell me…
Why
Tell me…
Why
This is the book I never read
These are the words I never said
This is the path I’ll never tread
These are the dreams I’ll dream instead
This is the joy that’s seldom spread
These are the tears…
The tears we shed
This is the fear
This is the dread
These are the contents of my head
And these are the years that we have spent
And this is what they represent
And this is how I feel
Do you know how I feel ?
’cause i don’t think you know how I feel
I don’t think you know what I feel
I don’t think you know what I feel
You don’t know what I feel
Ungu – Dilema Cinta
Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
****
pak *e** di E*****, pengen deh ketemu njenengan lagi. iringi aku nyanyi lagu ini gitu…