Archive for the ‘openmind community’ Category

image

apa… di tempat terbuka? | ng… aku lali | … | oy cut oy! aku lali!

Oktober ini luar biasa. Di kantor load sedang tinggi-tingginya. Anak-anak menghadapi ujian tengah semester. Dan dengan bantuan teman-teman yang baik hati, harus tetap menyiapkan peluncuran buku Kembang Api Malam Ini, yang rencananya akan digelar tanggal 5 Nopember nanti. Kalau tidak ada perubahan (lagi). Masih lama ya. Beneran deh, menentukan tanggal ini serasa sesulit menentukan tanggal pernikahan…

Rencananya, acara ini nanti akan dikemas dalam bentuk pertunjukan. Ini agak berbeda dengan peluncuran buku pada umumnya, yang biasanya berbentuk diskusi. Diskusi terbatas buku ini sudah diadakan tanggal 17 September lalu. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadakan diskusi di komunitas dan kesempatan lain.

Pertunjukan nanti akan berisi pembacaan cerpen-cerpen di Kembang Api Malam Ini, dalam bentuk yang bukan sekedar membaca. Tidak ada pembacaan cerpen. Tidak ada monolog.

Sandra Palupi bersama Kurniawan Yunianto dan Deska Setia, yang tergabung dalam Kelompok Musik Pembluesukan akan membawakan dua lagu. Konon kabarnya, Sandra akan koprol sambil bilang WOW! Iwan akan membawakan instrumental musik dengan gitar. Ada parade foto oleh Woko. Aku bersama Iwan dan Ipang mau ngerap dan berjoged. Ada lagi molotov Candy yang akan mengajak kita berdansa sosialis. Yang juga tidak biasa adalah pembacaan Zoex Zabidi atas salah satu cerpen, yang dikemas dalam bentuk film pendek. Pengambilan gambarnya sudah dimulai kemarin. Umm… aku juga ikut main. Haduh… begini rasanya syuting :D

Penasaran bagaimana penampilan mereka? Aku, sangat! Jadi kita saksikan saja nanti di tanggal mainnya. Ikut?

Musikalisai puisi ini aku bawakan pada peluncuran buku Kumpulan Puisi Galih Pandu Adi:  Rel Kereta dan Bangku Tunggu yang Memucat

di Kampus FIB UNDIP, tanggal 13 July 2012

rekaman sederhananya dapat diunduh di sini

=================

Am                                  F    
Dinding dinding menguburku dalam lindap Januari

Dm                     E
yang jatuh di atap-atap (more…)

Akhirnya buku antologi puisi Anak-anak Kapak karya Muhammad Baihaqi Latif, Rabu Pagisyahbana, Devi Maya dan M Akid AH diluncurkan tanggal 27 Mei 2012 lalu di Joglo TBRS Semarang.

Sebagai pembahas materi adalah Adin Mbuh dan Purwono Nugroho Adi. Aku tidak mendengarkan dengan seksama, jadi takutnya lucu atau malah salah kalau bikin semacam resume di sini. Setidaknya aku menangkap salut yang disampaikan Adin Mbuh kepada mereka yang memilih menulis, dan terlebih lagi puisi, sebagai bentuk aktualisasi diri. Terlepas dari apakah puisi itu masih sekedar tempat sampah aka tempat curhat atau sudah bisa menyuarakan hidup di luar penulisnya.


rabu pagi syahbana


devi maya


m akid


purwono adi, adin mbuh, janoary

Ada banyak penampil yang ikut mangayubagya terbitnya Anak-anak Kapak. Selain pembacaan puisi oleh tiga penyairnya (M Baihaqi Latif berhalangan hadir) ada Imaniar yang menampilkan seni gerak, respon Puisi Mata Boneka. Ada Wika Setyawan dan rombongan yang melagukan sekaligus membacakan tiga puisi. Ada banyak penyair lain, Ganjar Sudibyo, Arif Fitra Kurniawan, Kurniawan Yunianto, Galih Pandu Adi, dan lain-lain yang aku tidak sempat saksikan karena aku pulang duluan…

Musikalisasi keren oleh Wika dan teman teman bisa dilihat di sini. Sayang aku ndak punya fotonya.

Seperti kujanjikan waktu itu, aku bersama Iwan membawakan puisi Devi Maya, Darah Kerinduan untuk Ayah.

Videonya dapat dilihat di sini.

Hasil rekamannya dalam bentuk mp3 dapat didownload di sini.

***

Selamat kepada para penyair, semoga buku ini tidak menjadi pertanda hadir lalu sudah.

ini judulnya bencana membawa nikmat…

Pandu: mbak, kamu besok malem dateng di RRI atau Sastra?
Aku: kayanya ndak dua-duanya…
Pandu: kenapa?
Aku: pengen di rumah aja. eh itu yang naik sepeda keliling Asean, siapa toh?
Pandu: ini orangnya di sebelahku. (more…)

Setelah kemarau yang (ke)panjang(an), sungguh mengejutkan ketika pada Jumat 16 September 2011 dini hari hujan deras mengguyur Semarang tanpa ampun. Tanpa babibu. Rata. Dan benar-benar deras. Ini membuat dag dig dug semua orang yang terlibat secara langsung maupun tak langsung, termasuk mereka yang ingin hadir di acara Celebration of Reading #2: Baca Puisi Sandra Palupi by Openmind Community, yang jadwalnya Sabtu 17 September 2011 malam.

Kecemasan bertambah, ketika Sabtu siang hingga sore, hujan turun lagi di Semarang atas. Berkali-kali aku menghubungi teman-teman yang di Semarang bawah menanyakan cuaca. Mendung… Aku terus-terusan meminta supaya hujan di Semarang bawah ditunda. Acara Celebration of Reading #2 (CoR#2) diadakan di Open Theatre. Berpayung langit. Dengan setting panggung yang entah jadi apa kalau turun hujan. Adalah berkah ketika doa terkabulkan. Aku yakin ini doa banyak orang… (more…)