Archive for the ‘senirupa’ Category

SANDIWARA

Posted: March 6, 2013 in cerpen, gambar iseng, sepenggal

Postcard ini diikutkan di even Kampung Fiksi: #PostCardFiction Edisi Valentine

Dark theme. A twisted love story…

20130306-130439.jpg

Kamu puasa kapan?

Tanggal 1 Ramadhan…

Ya iya lah. Puasa tanggal 1 Ramadhan. Tapi tanggal 1 Ramadhanmu itu kapan? Dulu, dulu banget, tak perlu muncul pertanyaan seperti ini. Muslim seantero Indonesia Raya akan memulai puasa Ramadhan pada tanggal (Masehi) yang sama. Lebaran pun bareng. Coba kuinta-ingat, sejak kapan kita mulai dibuat bingung mau puasa dan lebaran kapan. Sepuluh tahun yang lalu? Atau lebih? Yang satu menentukan tanggal dengan hitungan matematis. Yang lain lebih mantap kalau meneropong bulan. Dua-duanya mestinya bisa diterima ya. Tinggal mantepnya yang mana. Nah itu lah yang bikin jatuhnya 1 Ramadhan dan 1 Syawal jadi berbeda-beda.

Ini jadi sebuah keribetan tersendiri loh. Misalnya di keluarga besar kami dari Embah dari garis ibuku, yang sepakat untuk berkumpul setiap lebaran hari ke-3. Nah kalau lebarannya beda-beda, hari ke-3nya beda-beda, bagaimana mau bisa ngumpul? Akhirnya ditambahkan ‘hari ke-3 lebaran sesuai pengumuman pemerintah.’ Bukan sesuai pengumuman Muhammadiyah, NU, atau kelompok organisasi Islam lain apa pun.

***

Di Semarang, ada satu tradisi asik menyambut datangnya bulan Ramadhan. Selain pasar DUGDERAN yang digelar beberapa hari (eh, tepatnya sebulan atau dua minggu ya?) sebelum Ramadhan, gongnya adalah pawai Warak Ngendhog yang digelar di hari terakhir Bulan Syakban. Kalau sudah gelar pawai ini, tandanya nanti malamnya sudah mulai sholat Tarawih, dan besoknya puasa.

(eh itu linknya ke Wiki bahasa inggris, keterangan lebih lengkap boleh lihat lagi diĀ 
http://www.visitsemarang.com/artikel/warak-ngendog
)

Salah satu berkah bekerja di kantor yang sekarang ini adalah, bisa nonton pawak Warak Ngendhog langsung di depan kantor. Seperti hari ini. Kali ini pawai diberi judl Kirab Budaya. Aku ketinggalan openingnya, DrumBand dari Akpol, padahal itu yang dari pagi kutunggu-tunggu. Keren banget mereka itu… (more…)

Mamie dan Raden Saleh

Posted: June 12, 2012 in Jalan-jalan, senirupa

Sebenarnya aku ingin terlebih dahulu menulis tentang peluncuran Pocong Nonton Tivi. Tapi ada kendala teknis untuk upload gambar. Jadi biar aku bercerita tentang sedikit acara senang-senang di sela keprihatinan ketika, menjenguk kakak iparku yang sakit (semoga dia lekas sembuh).

Hal menyenangkan pertama adalah aku bertemu Mamie Lily, blogger Anging Mamiri yang tinggal di Jakarta. Beruntung banget karena kantor Mamie dekat dengan rumah sakit tempat kakakku dirawat. Dan terima kasih sekali, Mamie mau repot-repot datang ke rumah sakit, sehingga aku tidak perlu nunak-nunuk mencari lokasi untuk ketemuan. Terima kasih lagi, udah ditraktir makan siang… Si Mamie ini ternyata orangnya lembuuuut banget. Padahal tadinya bayanganku, dia itu agak centil gitu. Haha, maaf ya Mie :D

Hal yang menyenangkan selanjutnya adalah mengunjungi pameran lukisan Raden Saleh di Galeri Nasional Indonesia. Gratis, bayangkan! Pameran ini berlangsung tanggal 3-17 Juni 2012. Ketika membaca soal akan diadakannya pameran ini di timeline Gunawan Muhammad, aku cuma bisa berdoa semoga sukses, tanpa membayangkan bakal bisa datang. Jadi merasa ada blessing in disguise di balik kunjunganku menengok kakakku.

Waktu aku datang pengunjungnya tidak terlalu ramai. Mungkin karena hari dan jam kerja. Kubayangkan di jam-jam sepulang kerja pengunjungnya akan banyak hingga berdesak-desak. Apalagi pada akhir pekan. Biasanya, di sebuah pameran lukisan dilarang mengambil gambar. Terlebih lagi pelukis besar seperti Raden Saleh. Tadinya aku sudah bersiap mau nyolong-nyolong ambil gambar pakai handphone. Ternyata itu tidak perlu, karena bahkan yang pakai kamera segede termos pun dibiarkan saja oleh satpamnya!

image

Ini salah satu lukisan favoritku, Berburu Banteng. Lukisan cat minyak di atas kanvas. Aku tidak sempat memperhatikan ukurannya. Besar banget pokoknya. Minimal lebarnya 150cm. Lihat deh, terasa banget ‘berburu’nya. Riuh, tegang, keras. Kata Bapak, Raden Saleh itu aliran lukisannya naturalisme. Tapi juga dibilang romantisme. Entah itu sebutan general untuk semua lukisannya, atau sebagian naturalis dan sebagian romantis. Yang jelas agak sulit buatku menganggap lukisan perburuan banteng itu romantis. Bahkan yang lukisan potret, terasa kaku. Beberapa potret yang dipasang adalah potret bangsawan eropa. Semuanya begitu, kaku, ndak manis. Aku moto satu potret bangsawan wanita. Setelah sampai di rumah, baru kusadari bukan saja kaku tanpa senyum, tapi wajah si nyonya ini terkesam kejam. Jadi tidak kupasang. (more…)

kenangan

Posted: December 27, 2011 in gambar iseng, lagu, musik
Tags: , ,

 

taman bunga

denting triangle

suara tipis

rindu rumah kayu

Posted: February 2, 2011 in gambar iseng, poem
Tags:

lantai batu
pagar bambu

pohon jambu
pohon randu
pohon waru

rindu keteduhan
rindu pelukan ketenangan
kesederhanaan.

kendaraan apa pun yang Anda gunakan, pastikan Anda melakukan safety riding demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

dulu jaman kuliah aku sering ngebut. tapi jalanan jaman dulu tak seramai sekarang. boleh dibuktikan, kecepatanku sekarang hanya sedikit di atas separuh kecepatan berkendaraku dulu. menyesuaikan keadaan *jalanan makin ramai, dan aku makin tidak muda :D *

***

pada suatu masa aku sedang dalam perjalanan ke Temanggung bersama teman kantor, mengendarai mobil. waktu itu jalan sedang mengalami perbaikan. bagian kiri jalan digali, mungkin akan dipondasi untuk pelebaran jalan. tiba-tiba truk yang melaju di depan kami mengerem mendadak. dengan sendirinya kami juga ikut mengerem mendadak kalau tidak mau mencium bokong truk (dengan hidung mobil kami tentu). dari belakang terdengar suara benturan cukup keras.

aku dan temanku turun melihat apa yang terjadi. seorang pengendara motor masuk ke galian di kiri jalan, tertindih motornya. si bapak itu tidak luka, tapi pergelangan kakinya muntir ke belakang… :( (

uh tak terbayang sakitnya. kami antar beliau ke rumah sakit terdekat.

usut punya usut, si bapak itu tidak berhasil mengerem mendadak (mengikuti kami dan truk di depan kami) dan jadilah membentur mobil kami lalu terlempar ke galian. dia membawa tas besar yang diletakkan di bagian depan motornya, dan kakinya tidak bisa menginjak rem…

orang ini juga bawa barang besar di bagian depan kendaraannya… lihat, kakinya malah nglewer kaya gitu!

 

ini juga…

 

ini juga…

 

dan ini juga…

foto-foto di atas aku ambil langsung dengan kamera seadanya di hapeku, dalam satu perjalanan dari rumah ke kantor.

jangan khawatir aku sedang membahayakan diri ataupun orang lain. karena suamiku yang menyetir kendaraan kami. aku duduk di sebelahnya melihat dengan aksi ke kanan dan ke kiri. sambil bertanya-tanya apakah para pengguna jalan di luar sana benar-benar memikirkan safety riding, dan kecelakaan lalu lintas macam apa yang mungkin tanpa sadar akan terjadi karena mereka yang abai…