Posts Tagged ‘dongeng anak’

HARTA KARUN RAMLI

Posted: May 10, 2012 in cerpen
Tags: ,

hari kedua mengikuti proyek #7HariMendongeng bersama @Teguhpuja dan @alizarinnn

=============================================================

Busan membuka lembaran peta di tangannya. Kertas itu adalah peta yang menunjukkan letak harta karun yang disimpan oleh Ramli, ayah Busan dan Rojak. Ibu mereka telah meninggal ketika melahirkan Rojak. Ramli membesarkan keduanya sendiri hingga mereka dewasa.

Sebelum meninggal, Ramli telah memanggil kedua anaknya dan bercerita, bahwa sesungguhnya dia telah menyimpan harta di suatu tempat rahasia untuk diwariskan kepada Busan dan Rojak. Dan telah menjadi keputusan Ramli untuk memberitahukan keberadaan harta itu kepada anak-anaknya pada waktunya. Peta itu telah dititipkan kepada Dadung, paman Busan, agar diberikan kepadanya jika Ramli meninggal.

Busan percaya penuh apa yang dikatakan ayahnya. Hari-harinya setelah pemakaman Ramli dipenuhi keinginan untuk segera menggali harta itu. Rojak sebenarnya tidak percaya cerita itu. Tapi dia tetap menghormati ayahnya, dan mengikuti keinginan Busan untuk mencari harta itu.

Menurut peta itu, harta karun Ramli terletak di tengah lahan yang sangat luas di kaki gunung di sisi selatan. Berdiri di satu sisinya, kamu tidak akan bisa melihat sisi yang lainnya. Lahan itu selama ini hanya dibiarkan begitu saja. Dipenuhi semak dan tanaman liar dan menjadi sarang ular dan binatang lainnya.

Rojak duduk di hadapan Busan yang mulai mencoba menerjemahkan tanda-tanda dan petunjuk yang tertera.

“Kurasa kita harus mulai dari titik ini, sebuah pohon beringin tua yang di bawahnya ada sumber airnya. Lalu berjalan ke utara sebanyak seratus langkah. Kita harus menggali di situ, untuk menemukan petunjuk selanjutnya,” Busan terus menggumamkan bacaannya. Rojak hanya mendengarkan.

Keesokan harinya mereka berangkat ke tanah lapang itu berbekal sabit dan cangkul. Pohon beringin itu terletak agak di tengah. Ternyata perlu waktu dua hari untuk membabat semak agar bisa mencapai pohon beringin itu. Belum lagi membersihkan bagian yang harus dilalui seratus langkah ke utara. Setelah hampir setengah hari menggali, cangkul Busan terantuk sesuatu yang keras. Ternyata benar, ada sebuah peti di dalamnya. Gemetaran Busan dan Rojak membuka peti itu. Di dalamnya ada peta lagi. Gambarnya mirip dengan peta pertama yang diberikan olah Dadung. Perbedaannya adalah letak titik yang harus digali selanjutnya. (more…)

Hari pertama mengikuti #7HariMendingeng bersama @teguhpuja dan @alizarinnn

=================================================

Tangan kiri Dudi memegang erat tali kekang kudanya yang berlari kencang. Tangan kanannya menghunus pedang. Dia harus cepat-cepat sampai di menara tinggi dan menyelamatkan Sang Putri. Iya, sudah hampir dua minggu Sang Putri ditawan oleh penyihir jahat. Penyihir itu mengajukan permintaan yang aneh sebagai tebusan, jika ingin Sang Putri dibebaskan, yaitu telur ayam emas. Jika sampai sampai besok keinginannya tidak dipenuhi, Sang Putri akan dia kutuk menjadi ayam.

Tentu saja hal ini membuat Raja dan Permaisuri bingung. Para penasehat juga bingung. Di mana bisa mendapatkan telur ayam emas? Karena itu Raja membuat sayembara. Barang siapa bisa membawakan telur emas, dia akan mendapat hadiah yang sangat banyak.

Rakyat sama bingungnya. Tidak ada yang punya, atau tahu di mana mendapatkan telur emas. Karena itu Dudi nekat berangkat menuju menara tinggi tempat Sang Putri ditawan. Dia harus menyelamatkan Sang Putri dengan cara apa pun.

Menara itu sudah nampak di kejauhan. Tinggi dan dikelilingi pagar pohon berduri. Dudi memacu kudanya semakin kencang. Tanpa sadar ternyata di depan mata ada parit yang sangat lebar. Kuda yang dinaiki Dudi berhenti mendadak. Dudi terlontar ke depan dan… (more…)