pertempuran

aku melihat diriku berkulit merah, berbaju merah, memegang tombak bermata tiga, bertanduk dan berekor. membujukku sambil menyeringai. aku hanya mendengarkan tak mampu berkata-kata atau berbuat sesuatu.

dan aku melihat diriku berkulit cerah, berbaju putih, selembut awan. berkata lembut kepadaku. aku hanya mendengarkan dan tak mampu berkata-kata atau berbuat sesuatu.

si merah berkata lagi padaku.

aku masih diam.

si putih berkata pula padaku.

aku tetap diam.

lagi…

lagi…

tiba-tiba si merah berkata kepada si putih setengah membentak

si putih menjawab, tetap dengan lembut.

tapi si merah terus bicara.

aku melihat si putih mulai hilang kelembutannya.

aku masih diam, menutup mata dengan kedua tanganku, mendengarakn keduanya beradu mulut. lama-kelamaan yang kudengar bukan hanya suara mulut mereka bicara. aku dengar mereka saling memukul, menendang, menjambak… pertarungan khas ala perempuan.

kata-kata mereka semakin riuh. aku tak lagi bisa mendengar dengan jelas, apalagi bisa mengerti.

aku masih diam, menutup mata. dan kini tanganku menutup kedua telingaku.

kapan pertempuran mereka berakhir?

aku ingin berteriak dan menyuruh mereka berhenti, tapi aku tak dapat bersuara…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s