main serobot

pulang senam kemarin sore, cari taksi susah banget. padahal biasanya taksi jejer-jejer. nunggu sampi 15 menit tidak juga ada taksi kosong yang lewat. padahal yang nunggu lumayan banyak. aku sampai berpikir apa taksinya pada demo lagi?

akhirnya si tukang parkir untuk sesaat alih profesi, jadi penghadang taksi. beberapa calon penumpang dibantunya dengan mencegat (apa sih bahasanya yang bagus…) taksi yang masih menyala lampu atasnya. karena ada beberapa calon pengguna di situ, aku tahu diri untuk menunggu giliran dibantu oleh si mas. setelah dua orang wanita naik, giliran seorang ibu setengah baya bersama dua gadis kecil yang mungkin adalah cucunya (atau anaknya? mungkin juga…). 

si tukang parkir melambaikan tangannya kepada si taksi. taksi pun menepi. namun sekonyong-konyong seorang wanita berpakaian rapi, blazer dan pantalon, bertas tangan, ujug-ujug keluar dari arah McD dan langsung meraih handle pintu taksi dan masuk, sambil berkata ‘jalan pak’; meninggalkan si ibu dan kedua cucunya (atau anaknya, atau siapa pun) terbengong-bengong. aku juga ikut bengong…

kalau aku jadi si ibu, akan kutarik tangan wanita itu sehingga dia urung masuk taksi, dan akan kuucapkan ‘terima kasih sudah membukakan pintu’. tapi si ibu terlalu shock kurasa, dan dia menggandeng dua gadis kecil dan membawa belanjaan, dan terlalu sepuh….

2 thoughts on “main serobot

  1. Sesekali ‘memberi’ pada orang lain (meskipun dg cara di srobot), lama-kelamaan asyik juga kok. Apalagi kalo makin terbiasa. Paling jelek latihan sabar !

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s