loner

aku si penyendiri. yang tak terlalu menikmati grubyag-grubyug. oh ya, kunikmati beberapa. dengan orang-orang tertentu yang dekat denganku. yang membuatku sibuk dengan mereka. memberikan waktu dan pikiranku untuk mereka.

aku si penyendiri. yang sulit mendekat kepada yang lain. oh ya, aku bisa. dengan orang-orang tertentu. yang membuatku nyaman. yang membuatku merasa sudah mengenal mereka. seolah sudah sejak lama.

aku si penyendiri. yang mudah kecewa. oh ya, sungguh mudah. dengan harapan yang selalu terlalu besar. yang membuatku jatuh ketika tak terwujudkan. dan lantas berpaling kutinggalkan.

aku si penyendiri. yang lebih suka tenggelam dalam duniaku. oh ya, duniaku saja. yang membuatku nyaman berada di dalamnya. yang kadang melenakanku dari dunia sesungguhnya. betapa celakanya.

aku si penyendiri. yang mencoba mencari tempat berbagi hati. oh ya, aku sungguh butuhkan. yang bisa mengerti ketidak-karuananku. yang memahami kerumitanku. yang bukan hanya akan menyalahkanku.

aku si penyendiri. yang menemukan kenyamanan. dalam kesendirianku.

11 thoughts on “loner

  1. Sendiri….
    Kini aku sendiri lagi
    Entah susah entah hati pedih
    Tak peduli

    Sendiri….
    Mungkin lebih baik begini
    Tak perduli apa yang terjadi

    Biarkan…
    Dimanapun aku berada
    Jangan datang atau titip salam
    Tanda cinta

    Kututup…
    Mata dan hati untuk cinta
    Karena antara engkau dan aku
    T’lah terlarang ada cinta …

    Masih terbayang dalam ingatanku
    Waktu kau mengambil putusanmu
    Kau pergi dengan wajah penuh duka
    Kau bisikkan kau tetap menyinta

    Sendiri…
    Berteman sedih dan air mata
    Bercumbu dengan duka nestapa
    Dan merana

    Mengapa…
    Harus terlambat kita berjumpa
    Demikian pernah kau ucapkan
    Dengan derai air mata …

    Dulu segalanya indah bercahaya
    Kini hambar sudah tiada makna
    Dulu pernah dengan tawa canda ria
    Kini hilang menusuk dan sendu
    Lara … oh,… sendiri

    *memejamkan mata*
    *terbayang sebuah wajah*
    .
    .
    .

    *ACIL BIMBO!!*

    *headache*

  2. yach aku sudah terbiasa sendiri sampai sekarang…karena aku belum bisa mempercayai orang….
    sendiri asyik meski tak selamanya asyik…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s