silence of the lambe

terinspirasi oleh status message di YMnya ndorokakung pada suatu masa.

salah tulis?

bukan. kalau judul filem emang silence of the lamb. tapi yang kumaksudkan di sini bener-bener silence of the lambe, alias keheningan bibir (lambe dalam bahasa jawa berarti bibir).

aku, adalah contoh buat diriku sendiri, betapa kesalahan mengelola bibir bisa berakibat fatal. maksudku, apa yang kita katakan…

tahu pines? pines itu paku payung kecil yang suka dipake buat nempelin kertas di papan pengumuman itu lho… lumayan kan kalau ketusuk…

tahu bothok? bothok adalah makanan khas jawa tengah yang bahannya biasanya pete cina, teri, tekokak, dan di campur dengan kelapa parut setengah tua plus bumbu-bumbu, lantas dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. enak.

tapi pernahkah membayangkan makan bothok pines?

jangan. siapa juga yang mau bikin bothok pines, apa tah lagi memakannya.

tapi believe it or not, jaman sekolah dulu aku pernah mendapat julukan itu, karena tajamnya kata-kataku yang kadang tanpa sadar membuat orang sakit hati. perlahan seiring usia aku lebih bisa mengontrol bicaraku, tapi tetep aja kadang kelepasan. hal apa yang kumaksudkan canda, kadang diambil hati oleh yang mendengarnya, mohon maaf….

jadi semuanya, yuk hati-hati menjaga apa yang keluar dari bibir kita. kadang, daripada salah bicara, mendingan silent.

pssttt….

Advertisements

25 thoughts on “silence of the lambe

  1. Masih ingat dengan ini gak? “kulumlah kata-kata sebelum di muntahkan” ini juga sebenarnya mengingatkan kita untuk hati2 kalo mau ngomong.

    Namanya juga manusia, kadang lupa dengan situasi dan kondisi. Akhirnya orang berasa tersinggung saat kita ngomong yang karuan. Faktor penyebabnya kan banyak, bisa karena kita lagi kesel, apalagi darah muda, omongannya berapi-api. Tapi saat orang itu sakit karena omongan kita, pernah kah kita langsung menyampaikan maaf kepada orang itu?

    Nyaris lupa sepertinya bukan?
    Salam kenal & terimakasih sudah mampir

  2. Ahh, jadi ingat beberapa hari yg lalu saya direview oleh seorang blogger yang mengaku mereview 100 blog dalam 200 jam untuk menjaga solidaritas antar blogger, namun mereview blog saya (satu2nya blog yg direview secara sadis)

    Saya tetap menganggap bahwa dia bermaksud tidak jahat, entahlah, tapi reviewnya cukup membuat sahabat2 saya mengamuk. Padahal saya sudah buat posting untuk meredam amarah teman2 saya. tapi rupanya tidak cukup.

    Well, intinya bahwa, ketika kita tidak begitu mengenal org lain, lebih baik befikir seribu kali sebelum mengeluarkan kalimat2 yg nantinya mungkin hanya akan menjadi “paku pine” buat org lain…

    ketika kita sadar, even paku itu kita cabut kembali… papan tersebut sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya… paku itu sudah meninggalkan lubang disana…

  3. @dekry: kadang kita sadarnya udah kelewat telat, yang dimintain maaf juga udah kadung sakit ati … 😦
    @silly: betul sil… lubangnya kalo didempul juga hasilnya tetep ga akan sePerti aslinya…

  4. aku pikir bakal bahas ryan yang psikopat itu. dia kan sering dihubung2an dg film itu. kan sama2 ttg psikopat.. πŸ˜€

  5. Bener yg kamu bilang,kadang2 lebih baik kita diam daripada salah bicara dan cuma bikin sakit hati orang lain.Nice posting,salam kenal ya

  6. wakakaka.. duh tuh hubungannya bothokpines sama kata² apaahh.. hohoho πŸ˜€ eniwei.. mank bener siy.. lebih bae diem.. kata orang Silent is Golden.. eh bener gak yah istilahnya… ❓

  7. Sangat bagus kalau kita mengerti kekurangan diri sendiri sehingga bisa memperbaikinya.

    Masa muda memang masa yang kita kadang kurang kontrol, yang penting adalah bagaimana kedepannya…memang sebaiknya berhati-hati menjaga mulut kita, agar selalu baik yang keluar sebagai ucapannya.

  8. @novi, salam kenal kembali
    @jane, saking tajemnya itu lho, serasa yang sanggup makan bothok pines…
    @edratna, sebenernya, sampai sekarang juga masih muda sih.. πŸ˜€
    @hedi: invisible sama silent beda lah… aku kalo YMan selalu silent. paling2 ada suara kalo ada BUZZ!! πŸ˜€ (mana… mana YM-mu?)

  9. seperti sahabatku omongannya gak bisa dikontrol, suatu hari tidak sengaja aku bales..
    akhirnya dia sadar diri hihihi…tp tetep aja ga bisa ngontrol 😦 hayah

  10. @janu: susah banget ngontrol lambe 😦
    @gus: dia sih, silent-silent destroying (diam-diam menghancurkan)

  11. lha wong bothok aja aku ndak suka… apalagi diiseni pines.

    anyway, pepatah jawa bilang..
    Ajining dhiri dumunung ana ing lathi….
    kepribadian kita terletak pada mulut kita…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s