jika aku berisik….

akankah kau berteriak membentak
untuk membuatku diam?

ataukah aku akan kau jitak
supaya aku bisa bungkam?

atau kau akan beranjak
dan membiarkanku masam?

tapi kau hanya diam
senyum, memandang
menunggu
aku
berhenti berkicau.

*baca juga versi whatevernya* 

Advertisements

18 thoughts on “jika aku berisik….

  1. @achoey: o ya? senang sekali yang dipandang senyumi…
    @ulan: jane tinggal dibekep pake saputangan+ether aja…
    @septy: yok, banter2an…
    @anang: aku juga baca begitu, baru2 ini ya…
    @abdee: maunya biar bungkem… bukan tambah rame kicauannya…

  2. Latri mulai menunjukkan sikap galaknya thd si Tuan.
    Sabar Tri.. diam itu emas, kata orang jaman dulu.
    Lbh baik diam daripada berkicau tp membuat orang terluka.. 🙂

  3. @fenny: sama 😀
    @Epat: ada juga laki2 yang berisik, lebih nyebelin emang 😛
    @khay: ngga lah yauw, suamiku lebih galak. aku cuma menang ‘rame’ aja.
    @natazya: tull, seperti disiapin bahan buat berkicau aja..

  4. @uni: semangat sepanjang waktu uni…
    @laporan: yang mana? yang berisik atau yang senyum?
    @manik & Lies surya: halo… kenapa bisa menyimpulkan wanita lebih berisik? apa ada disebutkan di puisi itu, yang berisik itu wanita dan yang diam lelaki? bisa aja kebalikannya, bisa laki dua-duanya, bisa wanita dua-duanya…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s