peluk aku…

biar bisa ku rasakan legamu
menatap harapan yang menanti di hadapan
menggantikan jenuh lelah yang selama ini kau rasakan

aku di sisi
hanya bisa menemani
semoga cukup berarti.

Advertisements

23 thoughts on “peluk aku…

  1. Ya, ya, ya…
    Kupeluk kamu, Mbak..
    Saya sudah mandi kok, pakai deodorant lagi.

    Bukan pelukan nafsu, tapi pelukan persahabatan dan pelukan syukur karena telah memiliki teman baru seperti Anda 🙂

    Terimakasih untuk kunjungan dan komentar di blog saya.

    Tabik!

  2. @iway: amin
    @morningcoffee: banget…
    @laporan: terima kasih, tidak usah… 😀
    @ulan: wong nemenin bojo, gimana ga boleh jawil-jawil mbak, lebih!
    @donny: boleh, tapi peluknya pura-pura aja ya… kalo beneran aku ga berani 😀
    @herry: istri harus bisa jadi sahabat yang baik bagi suaminya… dan sebaliknya.

  3. @janu: kamu jadi po?
    @kis: nah kan… pas…
    @imgar: iya…
    @yella: nyampe nyampe, terasa kok….
    @evi: selamat puasa juga…
    @nina: wa… ga tau sih. justru bau kalo habis senam itu yang seger 😛

  4. @khai: trauma ya? elu sih keterlaluan!
    @mike: met puasa juga…
    @achoey: sampe kelelep 😀
    @okta: hush!
    @easy: ya sana peluk…
    @mlandhing: kenapa budhe? minum napacin dulu….

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s