desah….

membawa gelisah

cumbu
tanpa rayu

degup
meletup-letup

riuh
bergemuruh

karam
tenggelam

sepi
merantai lagi.

9 thoughts on “desah….

  1. Duh, puisimu itu…

    bikin hatiku menderu2…

    mikirin besok aku jadi babu..

    menggosok meja yang berdebu…

    lantai tak tersapu…

    dan baju yang kena gincu,…

    Entah gincu siapa itu…

    tapi kalo aku tahu…

    Kan kutikam kau…

    (wakakakakakkakakakakak.. ini keasikan mikirin ryma, biar belakangnya sama semua, gak tahunya berubah jadi puisi bunuh2han, hahahahahahahahaha, padahal tadi gak kepikiran sama sekali, pengennya malah mo bikin puisi cinta, gak tahunya pembunuhan… kasus ini๐Ÿ˜› )

    Gak usah muji yeee… kalo saya bisa, cuma menjelaskan kalo saya latah bikin puisi disini… ya karna saya emang latah, dohhhh๐Ÿ˜ฆ

  2. @silly: what a silly poem๐Ÿ˜›
    @imgar: gelisah hanya awalnya, namun tatkala telah berjalan dan menemukan irama ia berubah menjadi riuh bergemuruh yang menenggelamkan, lalu hilang dalam sepi, zzz….
    @warmorning: habis bercinta
    @laporan: selamat idulfitri juga, mohon maaf lahir batin
    @janu: iya kali…๐Ÿ˜€

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s