selamat pagi Ibu…

selamat pagi sayang…
ada telpon tadi malam?

aku menggeleng. dia meringkuk di pelukanku. diam.

kecewa?

dia mengangguk

sedih?
biasa saja

***

jauh sebelum ramadhan, dia menelponku suatu siang

belikan CD Idola Cilik ya bu..

dan hal pertama yang dia lakukan adalah membuka sampulnya: yes! ada!

apa?
formulir audisi Idola Cilik
mau ikut?
bolehkah?

bolehkah? aku bingung menjawabnya. aku tak pernah ingin anakku masuk dunia hiburan. aku selalu mendukungnya mengikuti setiap lomba. bergetar dan berkaca-kaca setiap kali melihatnya tampil. berdebar setiap kali pembacaan pengumuman. bahagia melihat sinar di matanya ketika berhasil naik panggung menerima piala.

di fotonya, setelah penerimaan piala di suatu lomba..

mulutmu ini kenapa mbak ibit?
aku terlalu bahagia
kenapa ngga senyum seperti teman di sebelahmu ini?
aku bukan ingin tersenyum, ibu. aku ingin tertawa, melompat, berteriak…

jadi bolehkah dia ikut audisi?

untuk apa? mau masuk tivi?
ingin belajar menyanyi lebih baik lagi
mbak ibit bisa les
ingin menambah teman. di blok ini ngga ada anak cewek
teman yang mbak ibit temukan disana rumahnya jauh – jauh

dia memandangku. aku melihat keinginan yang begitu besar tanpa dia tahu harus berkata apa lagi supaya aku ijinkan.

pesertanya akan banyak sekali
aku tahu
dan suaranya bagus-bagus, seperti yang mbak ibit lihat di tivi
aku tahu. tapi aku ingin mencoba. aku ingin tahu apakah menurut jurinya suaraku cukup bagus

jadi bolehlah dia ikut audisi. aku sendiri setengah hati mendukungnya. terbayang kerepotan jika dia lolos. wara-wiri ke jakarta setiap akhir pekan. mungkinkah? aku dan bapaknya bekerja.

doa ibu banyak terkabul. dan aku tak tahu doa mana yang tuhan kabulkan. aku merasa bersalah karena di awalnya aku berharap dia tidak lolos, hanya karena keenggananku menjalankan ikutannya.

tapi aku melihat keinginannya yang begitu besar, aku tak tega untuk tidak menemaninya berjubel di antara ratusan (atau ribuan?) peserta lainnya. menenangkannya ketika penat menyergapnya. menghiburnya ketika jenuh melingkupinya.

mbak ibit ingin lolos?
iya
terbayang repotnya kalau lolos?

dia diam sejenak, lalu berkata, aku ingin ibu jadi ibu rumah tangga lagi

keinginannya…

***

jam enam, mbak ibit
mereka akan menelpon antara jam enam sampai jam dua belas malam, ibu. kita tunggu saja..

usai sholat maghrib. dia duduk di pangkuanku dan menunjukkan buku doa sehari-hari.

tadi aku mencari-cari, adakah doa yang bisa membuat keinginan kita dikabulkan
ada?

dia tunjukkan: doa mohon dikabulkan keinginan

aku sudah membacanya tadi sore
ayo kita baca lagi, mumpung habis sholat…

tiba-tiba aku berharap ibit lolos. tiba-tiba aku tak peduli jika aku harus bolos setiap jumat. tiba-tiba aku memohon agar Allah kabulkan. tapi masihkah Dia ijinkan?

***

pukul 21.00

aku berangkat tidur mendekap handphoneku. menunggu. pukul12.05 aku terbangun. barangkali aku tidak mendengar mereka menelpon. tapi tidak ada missed call. mereka memang tidak menelpon.

***

benarkah dia merasa biasa saja?
benarkah dia tidak sedih?
kenapa hari ini dia tidak banyak bicara?
seberapa dalamkah kecewanya?
sudahkah aku cukup mendukungnya?

mengapa aku sempat berharap agar dia tidak berhasil……????

maafkan ibu, bit.

Advertisements

16 thoughts on “selamat pagi Ibu…

  1. wah, salam buat ibit ya la…
    kalau memang kali ini tidak lolos, mungkin idola cilik memang bukan yang terbaik untuknya, siapa tahu, di depan sana Tuhan telah menyiapkan satu hal yang jauh lebih baik dan lebih membahagiakan..
    *peluk ibit*

  2. @kis: mereka ngga nelpon kis, berarti ngga masuk…
    @zaky: brow?
    @Fa: thanks
    @Om dig dug: selamat sore om!
    @okta: hasilnya, tidak berhasil
    @ndoroseten: ibune di sampingnya ini lhoooooooo…..

  3. waduhh…, doaku gak terkabul. ya Allah, apakah ada yang salah dalam doaku atau kelakuanku ? 😀

    padahal aku mendoakan Ibit lolos lho, La. suwer…
    bukannya apa2, ben kamu semakin repot banget, bolak balik semarang jakarta.
    seneng aja lihat kawan menderita, hehe… 😀

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s