pukul dua belas dua puluh….

“Aku ngantuk, Yud”, aku memeluk Yudi dari belakang dan menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Tidurlah”

“Aku masih ingin menungguimu bekerja. Masih lama kah?”

Yudi mengangguk, “Kamu tiduran dulu aja di sofa, jadi bisa tetap menungguiku bekerja”

Perlahan kulepaskan rangkulanku, kukecup rambut Yudi. Yudi memutar kursi kerjanya hingga dia menghadap ke arahku, mengecup hidungku, dan membiarkan aku berbaring di sofa.

Yudi mulai bekerja lagi. Aku tak terlalu mengerti apa yang dikerjakannya. Tak mengerti sama sekali malah. Aku hanya tahu bahwa ada saat dia mengerjakan sesuatu yang menuntut konsentrasi penuh dan tak boleh putus sama sekali. Jika itu terjadi, dia mungkin harus mengulang lagi semuanya dari awal. Aku tidak mau. Selain kasihan Yudi yang jadi tak selesai-selesai pekerjaannya, itu berarti waktu untukku akan semakin sedikit tersisa.

Aku masih melihat dia mendongak, manggut-manggut, menggaruk kepala, sedikit corat-coret. Hanya beberapa saat….

 

***

 

Kurasakan kecupan lembut di antara dua mataku. Kubuka mata dan kulihat Yudi tersenyum lembut.

“Uhm…. sudah selesai?”

“Aku ngantuk”, katanya.

“Kenapa tidak tidur?”

“Ya, tapi aku ingin tidur sambil mendekapmu semalaman. Kalau di sini, aku takut jatuh”

Mau tak mau aku tersenyum dalam kantukku. Yudhi menyusupkan tangan kirinya ke bawah leherku, dan tangan kanannya kebawah lututku. Aku melingkarkan tangan dan menyusupkan wajahku ke lehernya, membiarkannya mengangkat dan membawaku ke kamar.

Kulirik jam dinding, sudah jam 02.45. Tidak tepat semalaman, tapi paling tidak aku masih punya dini hingga pagi hari ini, tidur dalam dekapan kekasihku.

 

Advertisements

14 thoughts on “pukul dua belas dua puluh….

  1. ah…membaca cerita ini, La….aku dadi angop. tenan !
    aku nulis ini, jam 12 malam tepat….bunyi thuthukan (haiyah…basa apa iki ?) tiang listrik di kejauhan menyadarkanku, bahwa aku juga punya tugas mendekap istriku…. 😀

    *eh, ngomong2 kok gak pernah mampir ning ‘goenoeng.dagdigdug.com’ ta ? seringe kok menyapa sing gambar2 elek kae ?*

  2. @goenoeng: maaf, aku memang tak terlalu banyak waktu untuk blog walking. no matter di mana aku datang, yang penting aku sudah mengunjungimu kan…
    @ario: bagiku, suami adalah kekasih.
    @kishandono: jangan jauh-jauh, ayo buruan!!

  3. Indahnya tidur dipelukan harimau orang terkasih

    Dua tahun silam, aku pernah mengalami hal yang sama, tp tidak semalaman, tp 7 hari 7 malam dalam kamar yang sama 🙂

  4. @septy: ayo buruan.. ah! kalian ini nunggu apa sih?
    @h4rs: waw, itu justru suasana yang sangat mendukung!
    @endik: apanya? tidur kok pake ronde-rondean segala?
    @khay: 7 hari 7 malam? opname?
    @easy: mana mana… aku tunggu balas dendammu!
    @pandu: kayanya kemaren aku lihat ada yang nemenin. baju putih… tambut panjang terurai… lingkar mata hitam… hiiiiyyy!!!!
    @mikekono: belum… masih ada yang lebih nikmat 😀

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s