bau kertas terbakar…

‘pak, yang bener aja dong, kalau buang puntung rokok jangan di tempat sampah!’
‘aku ngga ngrokok…’

kriiing….!!!!!

‘kebakaran… turun semua… kebakaran…!!’
bu yamni, orang yang biasanya gugupan, malah langsung ngeh dengan alarm kebakaran yang barusan meraung (bener ngga sih meraung. soalnya kalau berdering kesannya ringan kaya suara telpon gitu…)

aku masih bengong di tempat dudukku. tapi kulihat dari arah dapur mulai mengepul asap putih. spontan hal pertama yang kulakukan menyambar laptop di mejaku dan menjejalkannya asal-asalan ke wadahnya. untung ngga lagi tak sambung adaptor. aku langsung menyusul yang lain keluar ruangan. tapi baru sampai pintu tangga balik lagi, HP dan kacamata ketinggalan. udah turun hampir sampai lantai 2, balik lagi, kepikiran uang tabungan teman-teman di laciku.
saat itu ruanganku sudah penuh asap, dan aku sempat melihat nyala api (warnanya oranye…) di arah dapur. tadinya kupikir itu dari ruang kepala bidang sebelah. tapi ngga mungkin, karena kalau benar begitu pasti aku ngga bisa lihat apinya, terhalang lift. jadi pasti dari dapur.

sayang ngga kepikiran moto oranye-oranye itu. boro-boro… aku udah gemeteran menyeret ranselku yang tiba-tiba terasa lebih berat dari biasanya, dan asapnya mulai hitam pekat dan seperti mengejar aku yang lari sepanjang lorong ke arah tangga darurat.

kupikir aku ini pemberani. paling tidak cukup berani untuk berhenti sebentar ambil foto api atau asap. blehh…!!πŸ˜›.
ternyata aku cuma bisa ikut yang lain, lari menyelamatkan diri (dan harta karun) keluar gedung.

tapi lumayan lah, aku cukup; bisa mengatasi gemetaranku dan bisa ambil beberapa gambar..

untung ada bapak-bapak pemberani ini…

…yang berhasil memadamkan api, yang dugaan sementara karena hubungan arus pendek di pipa instalasi, yang aksesnya dari gudang yang letaknya bersebelahan dengan pantry lantai tiga…

terima kasih pak, anda keren banget…

herannya, seusai huru hara dan kepanikan itu, dan api telah dipastikan padam, ada yang menenangkan diri dengan ini…

trust me, ini sama sekali bukan pajangan. sungguh suatu kebetulan, bahwa sesaat sebelum kejadian, tabung-tabung ini baru saja diisi dan baru diturunkan dari mobil. bahkan belum sempat didistribusikan ke seluruh lantai untuk digantung ditempatnya.

alhamdulillah api bisa dilokalisir di tempat asalnya, belum sempat menjalar ke mana-mana. thanks to the firefighters, tabung-tabung CO, dan bapak-bapak karyawan yang pemberani yang membantu mereka.

hari ini pulang gasik. PLN memadamkan listrik kantor, dikhawatirkan akan terjadi hubungan arus pendek di kabel-kabel yang terbakar. baru akan dinyalakan lagi bila sudah diperiksa dan dipastikan aman. hmm… beberapa hari katanya… hmm… kantor jadi apa nanti tanpa listrik ya?

PS: buat yang nunggu lanjutan cerita Wid dan Er, aduh, maaf, besok ya?πŸ™‚

11 thoughts on “bau kertas terbakar…

  1. baru saja…..kebakaran
    menenangkan diri dgn rokok
    sepertinya bukan pilihan sikap
    yang bijaksana…..hmmm

    btw, di Medan juga baru saja
    kebakaran….menghanguskan
    20 lebih rumah penduduk miskin
    dan para aktivis parpol/ caleg
    rajin mendatangi memberi bantuan ala kadarnya….
    tapi sibuk minta diekspos ke media….hehehee

  2. @mike: kalau di tempatku yang masuk koran adalah bapak2 saksi mata yang saat kejadian sedang ngobrol di pantry…
    @hedi: iya… nyesel banget… padahal kalau mau berhenti dua meniiiiit… aja. masih bisa lho! dasar pengecutπŸ˜›
    @mayank: lha wong bapak2 pemadamnya juga habis madamin api ngerokok juga, ihihi…
    @easy: lho, kamu di kantor itu kerja apa ngenet to? (halah, pertanyaan klise, ihihihi)
    @uni: nggalibur uni, ternyata masih bisa menyalakan beberapa lampu pake genset, dan masih ada pekerjaan yang tidak membutuhkan listrik…
    @uni, cyperus, fa, nina: alhamdulillah semua selamat. cuma yang di lantai tiga rata-rata sempat sakit kepala sampai beberapa jam setelah kejadian. mungkin karena banyak ngisep asap.
    @wempi: ada apinya ga?

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s