Selamat ulang tahun, sayang….

baby

Kuucapkan padamu, lalu kucium pipimu yang menggemaskan, dan kudekap engkau erat dan hangat.
Seharusnya. Seharusnya itulah yang terjadi. Setidaknya, itulah yang kubayangkan akan terjadi. Tapi lihatlah apa yang kulakukan. Aku mengucapkannya di depan nisanmu. Tidak seperti yang kubayangkan. Tidak ada kue ulang tahun yang kautiup dengan mulut mungilmu. Dan kehangatan di tengah keluarga. Tawa riang, rajuk manja, tatap jenaka, ceriwis dan ceriamu….
Hanya ada gundukan tanah merah, tertancap sebatang kayu bertulis namamu, tanggal lahir dan wafatmu yang bahkan belum berganti tahun. Dan kepedihan yang menyelimuti ruang dan waktuku. Air mata, perih, duka….

Kutabur genggam terakhir bunga yang kubawa di atas tanahnya yang basah. Kuusap nama yang tertulis di nisanmu sekali lagi. Dan kutitipkan cium penuh kasih untukmu.

***
Kau telah menjadi hidupku sejak hari pertama kulihat wujudmu. Melebihi ketika kusadari kehadiranmu dalam diriku. Ya, menyadari kau adalah bagian dari diriku, yang akhirnya bisa kusentuh, kudekap. Melihat kenyataan bahwa kau begitu rapuh, dan aku harus menjagamu, melindungimu. Kau adalah segalanya bagiku.

Keajaiban demi keajaiban yang kau hadirkan di depan mataku mengisi hidup dan hatiku. Membangkitkan keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik bagimu, kerelaan mengorbankan segalanya untukmu. Memberikan semua yang kau inginkan. Tidak ada yang tidak buatmu.

Masih terbayang setiap gelakmu yang menghangatkan duniaku. Tangismu yang membangkitkan iba. Tatap matamu yang polos dan membuatku tak akan sanggup sedikitpun menyakitimu. Celotehmu yang tak tentu, tapi aku mengerti setiap yang ingin kau sampaikan padaku.

Aku masih ingat setiap gerakanmu, dari yang paling sederhana hingga ketika kau mulai tertatih; melangkahkan kaki. Bagaimana kau perlahan bangkit dari duduk. Lalu memandangku yang berada beberapa langkah darimu. Memandangku seolah berkata,’Bunda, aku akan datang padamu, sambut aku, jangan biarkan aku jatuh…’ Lalu kuulurkan kedua tanganku ke arahmu, dan kau melangkah perlahan ke arahku. Setapak, dua tapak. Semakin cepat… cepat… cepat hingga akhirnya menubrukku. Kupeluk sebagai ucapan selamat atas usahamu, dan kau menatapku dengan berbinar, ‘Aku bisa, Bunda. Aku bisa…’

Tak kusangka itu adalah awal dari akhirmu. Ketika semakin hari semakin mantap langkahmu, semakin kuat keinginanmu untuk semakin bisa. Kau ingin berhenti merangkak. Berhenti berpegangan pada apa pun. Dan kau semakin ingin menjelajah ke mana saja. Memuaskan keingintahuan tentang apa pun yang kaulihat, dan ingin kau lihat.

***
Kupandangi lagi potretmu, dengan mahkota bunga liar yang kubuatkan untukmu. Yang kupetik bersamamu di pinggir jalan di samping rumah kita waktu itu. Kau menurut ketika kuminta diam dan kupasangkan mahkotanya. Hidung mungilmu kembang kempis, seolah merasa kaulah putri tercantik di dunia.

‘Tantik, na…’
‘Ya, sayang. Na cantik, makin cantik…’

Kau, adalah putri tercantik di dunia. Bagiku kau adalah dunia itu sesungguhnya. Kepergianmu telah merenggut duniaku yang telah menjadi lebih hidup karena hadirmu, bahkan seluruh hidupku sebelumnya….

Kulemparkan pandangan keluar melewati pintu depan yang terbuka. Kusesali, walau tiada gunanya, hari ketika aku lupa menutupnya. Dan kubiarkan kau bermain sendiri di sini selagi aku sibuk di belakang menyiapkan air mandimu. Masih terdengar jelas decit suara ban dari mobil yang direm sekuat tenaga, dan jeritan tetangga yang menyaksikanmu tertabrak ketika sedang menyeberang jalan…

Tidak terdengar suaramu, tapi langsung kulempar panci air panas yang sudah kutuang. Berlari aku ke depan, menjerit melihat sosok mungilmu terbaring tepat di depan moncong sedan putih itu, yang ternoda oleh merah yang terciprat dari tubuhmu. Hilang seluruh dayaku, berlutut. Gelap seluruh duniaku, terpejam…

Kudekap fotomu dan kurasakan lagi kepedihan itu. Kehilanganmu, bidadariku. Semua orang mengatakan aku tak boleh menyalahkan diri atas apa yang terjadi. Tapi bagaimana aku bisa mengatakan hal yang sama? Hari ini seharusnya tepat setahun usiamu. Aku sama sekali tidak ingin membuat pesta yang meriah, dengan balon yang memenuhi ruangan dan undangan yang datang membawa kado dan basa-basi. Aku hanya ingin ada aku, kau dan ayahmu, bersyukur pada Tuhan atas keindahan yang telah diberikanNya kepada kita. Dan berharap masih akan ada banyak lagi keindahan menanti…

Aku berusaha menerima kenyataan ini. Tapi aku sama sekali belum bisa menghentikan air mata yang mengalir setiap saat aku mengenangmu, sedang setiap hela nafas dan detak jantung aku mengenangmu….

Selamat ulang tahun, Na….

Advertisements

20 thoughts on “Selamat ulang tahun, sayang….

  1. Cheer up yahhh… everything happened in our life mend to be our own good.

    She is in heaven now… prepare a way for us to follow… So, now more sad, ok dear???

    *hugssssssssssss*

  2. tiap2 yg bernyawa akan menemui ajalnya……..
    Apa yang kita alami hari ini dan kemarin adalah takdir yang harus kita terima. Dan itu hal yang terbaik yang diberikan sang pemilik kehidupan.

  3. wah sedih banget….. kopiku berubah jadi pait nih….. ikut sedih!
    eh ini anakmu yang mana sich? anak tetangga bukan????

  4. wah cantiknya……
    sabar yah mbak………………….
    moga dia mendapatkan tempat disisi tuhan yang maha kuasa…………..
    aq juga mau ucapkan met ULTAH……………………………
    pasti dia sangat menyayangimu…..

  5. Indahnya ya ketika kita punya anak
    Dan bisa memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak kita

    Met ULTAH ya ananda 🙂
    Semoga menjadi anak yang soleh

  6. @ichanx: aku bagian bikin nangis, kau bagian bikin ngakak, OK?
    @winmit: thanks…
    @starbozz: ???
    @nino&nina: bikin tersipu2 aja ah..
    @abdee: ayo coba lagi!
    @khay: amin
    @alris: gak. salam kenal juga
    @edy: jangan…
    @yangputri: salam kenal kembali
    @maskopdang: kau baru saja membuatku bersedih… 😦

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s