Nefertiti: The Queen of the Dead (Nick Drake)

Judul: Nefertiti: The Queen of the Dead
Penulis: Nick Drake (2006)
Penerjemah: Bima Sudiarto
Penerbit: Dastan Books (2007)
Tebal: 600 halaman

Tadinya, yang kutahu tentang Nefertiti hanyalah sebatas dia sebagai ratu Mesir yang berkuasa, cantik, cerdas. Kematiannya misterius. Ada juga kisah yang mengatakan sebenarnya Nefertiti tidak ‘cantik’, tapi sengaja dibuat cerita tentang kecantikannya, untuk menambah kesempurnaannya.

nefertiti3

Aku sendiri belum pernah benar-benar membaca, atau mencari, sumber yang lebih lengkap tentang Nefertiti.

Ketika memulai membaca buku ini, tadinya kupikir di sini akan disibak, atau setidaknya direkayasa, cerita tentang seputar kematian Nefertiti.

Dikisahkan Rahotep, seorang detektif muda yang cemerlang, diperintahkan oleh Akhenaten, suami Nefertiti, penguasa Mesir, untuk mencari Nefertiti yang telah beberapa hari menghilang. Rahotep hanya punya waktu sepuluh hari hingga tibanya hari festival, yaitu hari di mana Akhenaten dan Nefertiti sebagai duo penguasa akan meresmikan berdirinya agama baru ciptaan mereka dan mengubur semua agama dan dewa-dewa lama yang pernah ada.

Hilangnya Nefertiti akan memberi keuntungan pada banyak pihak. Para pendeta agama lama yang kehilangan pekerjaan (dan sumber kekayaannya), juga mereka yang ingin berkuasa menggulingkan Akhenaten.

Dari awal Rahotep sudah yakin ini bukan pekerjaan mudah. Taruhannya bukan hanya nyawanya, tapi juga Tanefert istri tercintanya, dan tiga putrinya. Di hari-hari pertama penyelidikannya, justru terjadi dua pembunuhan berurutan yang tampaknya bertujuan untuk membuat dia kecil hati dan berhenti. Sayangnya itu justru menguatkan dugaan bahwa sang ratu masih hidup dan menambah semangatnya. Tapi menemukannya sebelum festival benar-benar sulit, karena bahkan Mahu dari pihak kepolisian Kota yang diharapkan bisa membantu, ternyata malah mempersulitnya. Di samping itu ada juga pihak lain, entah siapa, yang juga ikut campur dalam penyelidikannya.

Kisah ini justru merupakan prolog dari mulai bersinarnya Nefertiti sebagai Ratu yang sesungguhnya. Tanpa Akhenaten suaminya, yang ternyata hanya punya ilusi dan tidak benar-benar punya visi dan misi *bahasanya Bappeda banget :P*,  juga kecerdasan serta kekuatan seperti yang dimiliki Nefertiti. Di bagian akhir buku ini diungkap pihak-pihak yang sepanjang awal dan tengah cerita bersembunyi dan hanya menjadi tanda tanya, dan akhir cerita ini adalah awal cerita dimulainya kecemerlangan Nefertiti yang sesungguhnya.

Ada satu bagian kecil yang kusuka, yaitu ketika Rahotep berdebar-debar saat berdekatan dengan Nefertiti. Membuatku bertanya-tanya, apakah setiap jagoan punya moment-moment seperti ini dalam tugasnya? (langsung inget James Bond, Batman, Spiderman, trus siapa itu yang diperankan Mel Gibson di film Braveheart)

Yang aku tidak bisa, adalah mengikuti imajinasi Nick Drake tentang suasana. Kalau membaca deskripsinya tentang kota, sudut-sudut yang kumuh, ramai, pasar-pasar yang riuh, orang-orang yang lalu lalang, klub malam….. yang kebayang benar-benar suasana masa kini. Hanya saja mobil diganti kereta, gelas anggur diganti guci, musik dugem DJ diganti kendang…

Apalagi jika sampai ke gambaran tentang gedung arsip perpustakaan, dimana file tentang setiap orang di Mesir di simpan. Dengan file dalam bentuk papyrus dan huruf heyroglyph, bayangkan besarnya gedungnya. Jaman 1300 Sebelum Masehi gitu lho! Badan Arsip dan Perpusda Jateng aja masih kalah.Aku yakin si Nick menulis ini juga pake riset dan bukan asal ngayal. Tapi benar-benar sulit membayangkan peradaban masa itu sudah begitu tingginya. Meskipun sebenarnya masuk akal juga kalau ingat ide-ide arsitekturnya yang rumit dan beyond imagination yang masih bisa dilihat sampai sekarang.

Aku yang aneh mungkin. Jadinya yang kebayang seperti Mr Flinstone, dengan segala fasilitas masa kini tapi terbuat dari batu, pepohonan dan binatang. Akhirnya aku membayangkan saja Rahotep ini hidup di masa kini. Memakai jeans dan kemeja lengan panjang. Dan Khety asistennya juga, tapi selalu memakai topi dan kaca mata hitam. Mereka berdua ke mana-mana naik mobil kepolisian yang sebenarnya hasil sitaan. Sedan jelek dengan keropos dan lecet di sana-sini, seperti yang dipakai Rick Hunter.

Sedang Nefertiti adalah aku sendiri, yang memakai jeans dan t-shirt ketika masih dalam persembunyian, tapi muncul di festival dengan gaun warna emas menyapu lantai yang dikalungkan di leher dengan punggung terbuka… halah 😛

Advertisements

13 thoughts on “Nefertiti: The Queen of the Dead (Nick Drake)

  1. @farcham: halah.. 😛
    @abdee: sudah tak perjelas mas
    @evi: hihi… iya tuh, tau-tau ngelantur begitu. tapi ga bisa dilurusin lagi…
    @hade: aneh is the best
    @phery: ngga berat kok pher, paling2 dua ons…
    @eeta: buruan…

  2. ngeliat judulnya gue pikir ini pilem horror yg rada mirip ama pilem2x zombienya romero. Ternyata buku yah?

    btw, cerita the mummy ga berasal dr sini kan yah

  3. @ichanx: terserah kamu aja…
    @mrpall: penulis bukunya apa penulis reviewnya? (OONmode:on)
    @murid: aku pernah baca. ‘nabi’ nya orang nasrani. Akhenaten = Ech Nathan = Brother Nathan. itukh yang kau maksud?
    @Tigis: sepertinya ini bukan. buku ini baru ditulis tahun 2006. dan sama sekali tidak bercerita tentang mumi, tapi memang tentang kehidupan di jaman 1300SM itu.

  4. Aku sendiri, yang muncul di festival dengan gaun warna emas menyapu lantai yang dikalungkan di leher dengan punggung terbuka???? Beneran ney mbak??? Ga mungkinlah say… 😛
    Ga bisa membayangkan apa yg kmu baca mbak…. Malah aku takut mbaca, hihi…. Bayanganmu sudah memupus ide2 bayanganku ttg Mesir…. Gubrak…
    Btw… aku suka kalimat yg ini :
    “Tanpa Akhenaten suaminya, yang ternyata hanya punya ilusi dan tidak benar-benar punya visi dan misi *bahasanya Bappeda banget…” Hehe

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s