My Sister’s Keeper (Jodi Picoult)

sisterskeeperJudul: My Sister’s Keeper
Penulis: Jodi Picoult (2004)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007)
Alih Bahasa: Hetih Rusli
Tebal: 528 halaman

Entah kenapa, selalu lebih mudah buatku menuliskan hal-hal sedih, daripada bikin happy ending. Entah kenapa, aku tidak suka alur yang terlalu datar. Bukan hanya tidak naik turun, tapi lurus maju terus. Makanya aku sering bikin alur yang mundur, dan bahkan maju mundur.

Tulisan Jodie ini aku banget. Alurnya melompat-lompat ke sana kemari, tanpa pemberitahuan. Jauh lebih besasikan daripada tulisan Sidney Sheldon. Sebalnya, setiap halamannya bikin berurai air mata. Huh. Ga tahan baca lama-lama, ngabisin tisu… atau mungkin aku yang kelewat cengeng? (Kata suamiku, dari sinopsisnya udah ketahuan buku itu membawa ‘aura negatif’ :P)

Yang paling kusuka dari cara bertuturnya adalah, sesuatu yang sebenarnya sedang terlintas di kepalaku, sedang kucoba tapi aku belum berhasil: setiap tokoh bertutur dari sudut pandangnya.

**************

Jika kau seorang ibu, lalu anakmu sakit, sekarat, dan satu-satunya (kesempatan) pertolongan adalah dengan meminta sebagian organ dari anakmu yang lain, yang mungkin harus berulang kali lagi dan lagi, apa yang akan kau lakukan?

Jika kau seorang penderita kanker leukimia akut yang langka, yang seumur hidupmu kau membutuhkan donor berbagai hal dari saudaramu, apakah kau akan terus meminta darinya?

Jika kau punya saudara yang sangat kau sayangi, yang membutuhkan donor bagian dari tubuhmu setiap saat dia kambuh, entah sampai kapan; apakah kau akan terus memberikannya untuknya?

Jika kau seorang anak, yang merasa terabaikan karena orang tuamu sibuk mengurus salah satu saudaramu yang selalu membutuhkan pertolongan, apakah kau akan diam saja?

Jika kau seorang Ayah, yang menyayangi semua anakmu tapi terpaksa fokus pada yang satu dan (terpaksa) harus mengabaikan yang lain, bagaimana kau membayarnya?

***************

Sara mendedikasikan hidupnya untuk memperpanjang hidup Kate, dengan segala cara yang dia bisa. Walau itu harus membuat Anna berkali-kali ikut masuk rumah sakit. Dan Jesse merasa jadi barang tak berguna dan (seolah) tak lagi peduli.

Kate sendiri sering lelah dengan berbagai perawatan medis yang harus dilakukannya. Terakhir, ketika satu-satunya opsi adalah transplantasi ginjal yang harus diambil dari tubuh adiknya, dia sudah ingin berhenti saja. Tapi ibunya tidakΒ  mau menyerah.

Anna lelah karena segala perhatian ibunya adalah untuk Kate. Dan dia harus selalu siap menjadi donor bagi kakaknya — sesuatu yang telah dilakukannya bahkan sejak detik dia dilahirkan. Anna menyayangi kakaknya, tapi dia juga menyayangi tubuh, keinginan, dan mimpinya sendiri.

Jesse menyayangi Kate dan Anna dan Ayah dan Ibunya. Tapi sudah terlalu lama dia tertepikan. Kate mendapat lebih perhatian karena sakitnya. Anna mendapatkan perhatian karena telah berjasa menyelamatkan hidup kakaknya. Dia sendiri (hampir) tidak dapat apa-apa.

Brian tahu Anna dan Jesse tidak mendapatkan perhatian sebanyak yang seharusnya. Tapi Kate memang membutuhkan lebih dari yang lainnya. Anna (kelihatannya) telah menjadi anak manis yang bisa menerima keadaan dengan lapang dada. Tapi Jesse tumbuh menjadi pemberontak. Dan Sara tidak pernah membiarkan dia mengajaknya untuk menyerah.

**************

MakaΒ  Anna mengajukan tuntutan ke pengadilan, meminta hak untuk menentukan keputusan atas setiap tindakan medis yang dilakukan terhadap dirinya. Dengan bantuan Campbell sebagai pengacaranya, dia berusaha mendapatkannya.

Tentu saja hal ini memukul keluarganya — hingga nyaris berantakan. Dilema bagi Sara, Brian, bahkan sebenarnya bagi Anna sendiri. Menimbulkan pertanyaan bagi semua orang tentang alasan sebenarnya Anna melakukannya. Membingungkan semua pihak tentang bagaimana seharusnya siapa berbuat apa.

Endingnya tidak terduga. Atau sebenarnya terduga tapi bukan yang diharapkan? Tapi memang paling mudah membuat ending seperti yang dituliskan Jodie. Seperti yang dipakai di banyak telenovela…

Advertisements

26 thoughts on “My Sister’s Keeper (Jodi Picoult)

  1. kisah yang berat…….. masalah yang berat…….. juga bukunya berat…….. pan soalnya tebel, jadinya pasti harganya juga berat deee……… kalo aq ikutan baca pasti butuh dua lusin roll tissue bwat hapus air mata……….

  2. @anny: take your time sist…
    @nina: hepi hepi sedih gitu… soalnya ga bisa kl hrs hepi semua
    @ichanx: ya… baca bukumu itu lebih menghibur.. buku ini bikin nangis doang adanya πŸ˜›
    @ika: ga berat kok, cuma setengah kilogram ;))
    @R&G: ini juga kl lagi mau…
    @Nadia&humorbendol: banget… huaaa…..
    @lintang: iya sist…
    @easy: aku bacain ya say, direkam, nanti kau dengerin buat pengantar tidur πŸ˜€

  3. “setiap tokoh bertutur dari sudut pandangnya….”

    Model penulisan seperti ini memang sulitnya minta ampun. Tapi mempesona untuk dibaca. Ahh, jadi pingin baca lagi Saman dan Para Priyayi…

  4. @ciel&aribicara: kl deket sih aku pinjemin πŸ˜€
    @berpantun: salam kenal
    @evi: wis rampung vi….
    @warm: wah, aku sih ga peduli genre. aku suka akubaca, aku ga suka aku ga baca, gitu aja
    @raffaell: ingatanku sih ga setajam itu….
    @yella: aku banyak baca biar bisa nulis La…
    @angel: ya udah, baca…
    @abdee: aku malah belum baca yang itu, kayaknya bener2 berat πŸ˜€
    @sibaho: diterusin gimana? kl diceritakan sampai tamat ya… namanya menceritakan kembali dong πŸ˜€
    @okta: tripping? πŸ˜€

  5. udah sering liat di toko buku

    kirain teh ga menarik hehehh

    duh tapi masih banyak utang buku blum kebaca

    jadi pilihan buat selanjutnya kayanya boleh juga nih πŸ˜€

  6. aku dah punya bukunya plus filmnya.
    pertama kali nonton ini film,berurai air mata dr awal sampai akhirnya.
    penasaran,aku baca bukunya semakin berderai deh air mata.tp jujur aku gak suka film yg endingnya menyedihkan bikin sesek.
    jodie emang sosok yg smart,ceritanya dalem abis ….

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s