Topeng

*catatan dari Solo Batik Carnival -28 Juni 2009*

Siang yang panas. Slamet Riyadi penuh manusia.

”hari iniii… jam dua… aku tunggu di rel bengkong” – sms dari temanku pagi tadi.

Jam sudah menunjukkan pukul dua. Aku menuju titik yang lebih dekat ke panggung utama, sedikit lebih ke utara dari rel bengkong. Edwin biar kucari nanti saja. Kalau mau. Di belakang panggung, ratusan peserta karnaval dengan aneka kostum menakjubkan bersiap. Yang lucu, yang anggun, dan yang perkasa. Dari anak SD sampai yang dewasa. Berbaris menanti acara dimulai, dalam gerah dan beratnya busana yang mereka kenakan. Sebagian bahkan memilih menunggu di tepi jalan, mencari keteduhan di bawah pohon.

Aku berjalan sambil sesekali berhenti. Sekedar mengagumi keelokan busana dan insan yang menyandangnya, atau mengambil gambar yang berkenan di hati. Terpesona. Seperti pola aku melihat, setiap busana berhias topeng. Pasti ada sesuatu yang menyebabkannya begitu.

Terjawab sudah dugaanku, ketika satu jam kemudian dari waktu yang dijadwalkan, acara dimulai dengan pembukaan suguhan Tari Topeng. Dan ini lah tema Solo Batik Carnival tahun ini: Tari Topeng.

Sebuah tanya melintas di benakku. Kenapa wong Solo suka topeng? Di beberapa tempat di Solo kutemui ‘patung’ topeng dalam ukuran raksasa. Berpasangan topeng laki-laki dan wanita. Topeng, di benakku, berarti kepalsuan wajah manusia. Seperti itu pula yang kutangkap dari tarian pembuka tadi.

penthul2

Bagiku ini sama saja dengan penampilan pria Jawa. Di depan dia mundhuk-mundhuk, tapi di punggungnya siap terselip sebilah keris… Memang begitu kah orang Jawa?

Ah… Betapa hal ini membuatku geli. Tiba-tiba aku salut, dengan bangganya orang Solo menunjukkan bahwa sebenarnya setiap kita bisa berpura-pura. Bahwa setiap kita punya wajah yang berubah sesuai kebutuhan kepada siapa kita ingin tunjukkan. Tidak usah munafik, bahwa sebenarnya kita semua sekali waktu munafik.

Aku bangga jadi orang Jawa, dengan topeng yang kupunya.

Hari ini aku mau jadi putri baik hati. Maka kupasang dia di wajahku, menutupi asliku yang… ah, kau tak kan pernah tahu. Karena setiap aku yang kau lihat, hanyalah salah satu dari ratusan koleksi topengku.

topeng

Advertisements

31 thoughts on “Topeng

  1. buka dulu topengmu……..(*siul-siul)
    filosofi yang ditangkap olehku tentang orang jawa memang seperti itu.. (*tentang kesopanan dan keris yang terselip dibelakang)…secara umum tapi tergantung lingkungan dan pola asuh yang dimiliki dari setiap pribadi, tak harus mengenal suku 😀

  2. jujur aku sebenernya seneng banget dengan acara-acara seperti ini…
    apalagi yang mengusung tentang kebudayaan negeri kita…
    secara bangsa kita ini memiliki banyak banget ragam kebudayaan..
    acara seperti ini bisa melestarikan kebudayaan negeri ini yang belakangan ini semakin berkurang..

    thx ya mba…
    salam kenal 😀

  3. Hehehehe..,kok ndak ketemu yah..??? padahal ane kesitu siang ntu,tapi sayang malemnya harus kopdar di ngawi.

    Emeng mempesona n memikat sekali pertunjukan tarian pembukane..meskipun ane ndak ra mudeng maknane..wkxkxkxkx..

  4. @fahmi: emang ga semua. yang jawa solo asli pun banyak yang blak2an. cuma filosofi umum (dan mungkin sudah out of date) saja…
    @phery: bukan pher, monyet beneran (seperti anti spammu)
    @yang putri: sama…
    @anny: yuk..
    @R2G: iya, secara kultural. tapi secara induvidual mungkin memang tetap berbeda2
    @SDSA: salam kenal..
    @sang bayang: ngga janjian sih… aku ketemu beberapa teman cah andong…
    @tuyi: tuh kan bingung?
    @fandhie: salam kenal..

  5. hihihi…, sukuisme gitu dong mbak 😦
    jelek2 gini aku orang jawa neh, tapi aku ga pernah pake topeng juga ga pernah bawa2 keris
    soale waktu mo pake langsung ditegor ma peterpan tuh…
    “Tapi buka dulu topengmu… buka dulu topengmu…”
    ya gmn lg, lgs ku buka tuh topeng, trus aku buang aja ke tong sampah biarpun dengan berat ati. maklum aja, belum lunas kreditan topengnya
    hihihi…
    lam kenal
    c u…

  6. soal ‘topeng’ toh gak tergantung suku seseorang,
    depends on or self, private area ..
    **halah**
    .. saya mah bangga jadi orang Indonesia 😉

  7. Dengan hormat dan rasa bangga,saya hadiahkan award untuk anda.Mohon dilihat di blog saya.Selamat,semoga dengan award ini bisa memacu semangat untuk menulis artikel yang menarik dan bermanfaat lainnya.

    salam

  8. Waah narsis banget tuuh si-enneng-nya..
    kalo menurut aku siih enggak gitu juga karena wong jowo itu orangnya baik–baik kook jadi itu hanya kiasan saja,,tapi ada benarnya juga siih!!aah bingung hehe

  9. @ari: batik kebumen? ada kali ya? hehe aku ngga lihar pameran batiknya, cuma nonton karnavalnya 😀
    @awalsholeh, yangputri, natazya: makasih *duh, yang nagsih pe er ni tega amat ya?*
    @uni: tahun depan ya say…
    @achoey: dirimu bertopeng juga tak?
    @faza, warm, hamster: ini cuma sebuah filosofi yang mungkin sudah mulai aus oleh jaman, dan terkikis kemodernan kehidupan. tapi sisa-sisanya masih nyata. semua memang tergantung pribadi masing-masing, tapi menurutku, kultur lingkungan tetap berpengaruh membentuk pribadi seseorang..
    @SDSA: salah satu ciri khas orang jawa juga, dalam kesialan tetap bisa melihat sebuah ke’untung’an…
    @bendol&boeding: kalian juga pasti pake topeng… (jelas, avatarnya bendol aja penthul gitu!)

  10. sangat banyak budaya bangsa ini, jadi harus dilestarikan … …
    dan awas dan hati-hati klaim dari negeri tetangga yang selalu mengklaim miliknya

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s