ternyata kaulah robot itu….

dan akulah pelacur.

karena aku masih punya hati. meski kubiarkan semua berkecamuk dalam diriku sendiri, menggerogoti. oh aku tertawa. tawa yang bahkan tidak bisa menutupi tangis di mataku sendiri. iya, seperti lagu ‘kupu-kupu malam’-nya titik puspa itu.

so I paint on a smile with lipstick
put on a big charade

maka di detik tertentu aku kosong. seperti komputer ber-otak rendah yang harus diam cukup lama untuk berpikir. menentukan apa tindakan selanjutnya.
dan kau bertindak seperti kaset atau vcd yang diputar berulang-ulang. mengucapkan kalimat yang sama pada setiap yang berbeda. aku telah percaya begitu saja meski aku sudah menduga sebenarnya itu suara buaya.

seperti kupu malam yang jatuh cinta pada pelanggannya. menunggu di tempat yang dijanjikan. di bawah pohon hingga tengah malam. menghabiskan rokok hingga batang ke-tigabelas. kedinginan dengan sackdress mini you can see berlapis jaket kulit seksi. berharap terwujud janji kau jemput dan kau peristri
….
untuk akhirnya melihat kau melintas menggandeng teman se-mami-ku sambil membisikkan kata yang persis kau bisikkan di telingaku.

ternyata kaulah robot itu….
dan akulah pelacur — bodoh.

membiarkan diri mengira kau mengganggap aku berharga. tersanjung habis-habisan. mabuk rayu dan pujian. menyerahkan diri untuk diperawani. tanpa pernah meminta imbalan apa-apa. memujamu setengah mati.

padahal bagimu semua benar saja, dan aku tidak berhak merasa terluka. ketulusan hanya basa-basi yang seusai permainan biar saja terbengkalai kau tinggal pergi. lalu kau kembali bermain dengan yang lain lagi.

sesungguhnya, omong kosong jika aku mengaku tak mengharapkan apa pun memberikan diriku. karena ternyata aku mengharapkan imbalan yang berlebihan: dirimu. seperti vivian di film pretty woman. padahal aku sendiri pernah berkata itu mimpi bull-shit yang tidak mungkin terjadi.

yang sebenarnya adalah aku mencoba menjadi robot. menimbun luka dengan sejuta senyum pura-pura.

ternyata kaulah robot itu….
dan aku lah pelacur.

karena aku masih punya hati. meski kubiarkan semua berkecamuk dalam diriku sendiri, menggerogoti. oh aku tertawa. tawa yang bahkan tidak bisa menutupi tangis di mataku sendiri. iya, seperti lagu ‘kupu-kupu malam’-nya titik puspa itu.

11 thoughts on “ternyata kaulah robot itu….

  1. saya pernah baca satu quote “manusia hidup dari pretensi. itulah yang membuat mereka hidup.” disadari atau ngga, kita ga cukup berani melihat kenyataan dan mulai berlindung dibalik “apa yang kita ingin lihat” bukan “apa yang sebenarnya”. memang kadang2 kita butuh imajinasi untuk bertahan hidup.

    *semoga komentar saya nyambung sama postingannya*:mrgreen:

  2. @uni: iseng aja kok uni…
    @yessi: hehe.. barusan baca lupa di mana, sekarang ada robot wanita untuk teman ngeseks. katanya pintar bersuara uh ah, bisa ngobrol soal bola, bisa dipesan warna kulit dan rambutnya. dan harganya… USD9000. murah to? hihihi.. *ps: dari gambar2nya, tampangnya oon banget*

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s