Ke Mana Saja pun Tak ke Mana-mana….

Kemarin aku menelpon Doraemon. Aku mau pinjam ‘pintu ke mana saja’ dari kantong ajaibnya. Dia bilang boleh. Jadi hari ini aku mengambilnya. Tidak kusangka berat juga.
“Kuantar saja ke rumahmu,” katanya.
“Wah, baik hati banget kamu Mon, tapi ini berat. Kamu nanti ngga capek?” tanyaku.
Dengan cepat dimasukkannya lagi pintu itu ke kantongnya, dan dia memasang baling-baling bambu di kepalanya dan kepalaku, lalu dengan ringan terbang mendahuluiku. Bodohnya aku.

Begitu sampai di rumah, dikeluarkannya ‘pintu ke mana saja’, lalu katanya, “Pakai saja selama kamu suka. Sepertinya aku belum membutuhkannya dalam waktu dekat. Ya.. nanti kalau belum kamu kembalikan dan ternyata aku butuh, biar kuambil deh. Tapi kalau kamu sudah selesai, kembalikan ya. Jangan suruh aku ambil..”
Dia mengedipkan mata.
“Ya ya… terima kasih. Mudah-mudahan tidak lama,” jawabku. Dicabutnya baling-baling bambu di kepalaku, dan pergilah dia.
***
“Buat apa sih kamu pinjam ‘pintu ke mana saja’?” tanya Doraemon waktu itu.
“Aku ingin mencari seseorang,” jawabku.
“Kalau begitu bukan itu yang kau butuhkan,” dia lalu mengeluarkan sebuah robot anjing.
“ROBOT ANJING PELACAK…!!!” teriaknya sambil mengacungkan benda itu. Dan untuk satu dua detik benda itu berpendar.
“Cukup kau tempelkan benda milik orang yang kau cari itu, dia akan mengendusnya, walaupun sampai ke ujung dunia.”
“Aku tidak punya apa pun benda milik orang itu.”
“Sesobek bajunya?”
“Tidak ada”
“Selembar kertas yang pernah dipegangnya?”
Aku menggeleng.
“Kok bisa?”
“Karena semua sudah kumusnahkan…”
“Tapi sekarang kamu ingin mencari orang itu? Buat apa?”
“Karena aku ingin bicara padanya, meskipun satu kali, untuk terakhir kalinya…. Ada hal yang tak henti mengganjal.”
“Kenapa tidak kamu telpon saja? Datangi dan bicara padanya?”
“Mon, aku tahu kau punya banyak barang ajaib di kantongmu. Tapi aku ngga tahu kamu bodoh.”
“Apa maksudmu?”
“Kalau aku tahu di mana dia, aku tidak perlu pinjam pintumu.”
“Kau sama bodohnya kalau begitu, memangnya kalau kau pegang pintu itu, kau mau cari dia ke mana?”
“Seperti nama pintu itu, ke mana saja….”
***
Kubuka untuk pertama kalinya. Aku berada di sebuah restoran mewah, tepat di sisi sebuah meja. Kau tidak ada. Hanya bau tubuhmu, serpih kentang dan setetes espresso tercecer. Potongan kuku bertebaran di sekitar meja.
Aku duduk sebentar. Kau tidak ada.

***
Kubuka pintu kedua kalinya. Aku berada di tengah sebuah mall. Hiruk pikuk di sekitarku. Bagaimana aku bisa menemukanmu? Kususuri setiap senti. Kutapaki setiap anak tangga. Percuma. Yang ada hanya baumu saja. Tidak usah ke sini, aku sudah punya.

***
Kubuka pintu ketiga kalinya. Aku berada di tengah hutan. Ada bekas jejak tapak kakimu. Dan daun-daun berserakan berlubang, bekas kau tepuk di genggam tanganmu menghasilkan keberisikan. Kutilas setiap jejak. Kulihat titik tetes peluhmu. Tapi kau tidak ada.
***
….

..
.
***
Kubuka pintu entah untuk berapa kalinya. Aku ada di tengah ladang. Kulihat batang rumput kalanjana berserakan. Bekas kau sabetkan ke batang kayu rubuh tempat aku duduk sekarang. Terngiang terbayang pembicaraan tentang tebu, yang kau kupas dengan gigimu, kau hisap melepas dahagamu, lalau kau lempar sepahnya sambil mengelap sisa air tebu di ujung bibirmu.
Tapi kau tak ada.
***
Aku telah lelah jiwa raga. Tidak tahu lagi mesti mencari ke mana. Karena kau bisa saja terbang ke ujung dunia. Menyeberang laut membelah udara. Kau bisa saja berada di belakangku tanpa suara. Melihatku tapi tidak berbuat apa-apa.

Kini sendiri kupanggul pintu ke mana saja, mau kukembalikan pada yang empunya — seperti permintaannya. Aku bisa saja menyewa becak tapi tidak. Aku seret langkah menyusuri jalanan. Melewati jembatan. Menyisir keramaian pasar.

Dari jauh lamat kudengar lagu dangdut disetel, kemresek di radio.

Dalam lirik duka, kau tetap bisa berjoget atas lagu dangdut. Dan pula aku mencoba berjoget di atas dukaku sendiri.

4 thoughts on “Ke Mana Saja pun Tak ke Mana-mana….

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s