perahu kertas (setelah sebuah pilihan yang sulit)

judul: Perahu Kertas
penulis: Dee Lestari
penerbit: Bentang Pustaka; Truedee Pustaka Sejati (2009)
tebal: 444 halaman

dua hari belakangan aku bingung menentukan mana yang harus kubaca di antara dua buku yang sama tebalnya, dan sama luar biasanya ini. tapi akhirnya aku memilih membaca ‘perahu kertas’-nya Dee, karena sedikit lebih tipis…

lagian aku malu sama Ibit, yang sudah jauh lebih dulu selesai membacanya sejak (kapan tepatnya aku lupa) aku membelinya.

senangnya menjadi penulis fiksi adalah, kaulah penguasanya. kau berhak ‘mengapakan saja’ tulisanmu. setidaknya, bagiku begitu. kau berhak mengada-ada, tak ada keharusan berpijak pada kenyataan dan nalar. kalau masih harus begitu, jadi wartawan saja.

aku ingat pernah baca postingan mas ini, kalau tidak salah tentang banyaknya kebetulan di  film yang diangkat dari cerpen Asma Nadia itu. yah itu (juga nenurutku) adalah salah satu hak penulisnya, menciptakan sebanyak mungkin kebetulan. tinggal nantinya jadinya bagaimana, kebetulan yang diciptakan itu natural, menakjubkan, indah, aneh, wagu, lucu, musykil…

dari awal ‘Perahu Kertas’ sudah dibanjiri kebetulan antara Keenan dan Kugy. dan aku selalu cuma berkata (kadang dalam hati kadang terlahir): ah….

Keenan yang bermimpi menjadi pelukis, Kugy yang bermimpi menjadi juru dongeng. bertemu dan saling melengkapi. saling jatuh cinta tapi tidak berani bicara. lalu waktu dan peristiwa mengacak-acak hati dan mimpi mereka. termasuk kehadiran pecinta-pecinta lain, Remi dan Luhde.

sungguh aku maklum sekali. aku menebak (dan kebetulan benar) bahwa Keenan dan Kugy akan bersama di akhir cerita. aku tidak keberatan dengan akhir yang tertebak, yang penting bagaimana jalan menuju akhir itu, asik atau tidak. ternyata Dee membuatnya lumayan asik. membacanya seperti ikut terombang-ambing di atas perahu kertas yang dihanyutkan Kugy di parit belakang rumah, sampai ke lautan.

banyak ‘metode penyelesaian konflik’ yang bisa dipilih untuk mengakhiri sebuah cerita. apakah itu akhir yang enak (yang disukai kebanyakan pembaca) atau akhir yang nyangklak (sepertinya hanya sedikit pembaca yang suka). mungkin ini yang mengilhami pengarang buku ‘Pilih Sendiri Petualanganmu’ yang kubaca jaman esde dulu…

paling gampang adalah dengan kematian. Kang Abib membunuh Maria supaya Fachry tidak kebingungan membagi kasih sayang dengan Aisha. Jodie Picoult mungkin bingung harus memutuskan membunuh Anna atau Kate, sebelum akhirnya Anna mati karena kecelakaan. jika aku harus memakai metode membunuh ini, aku mungkin memilih untuk membunuh tokoh utamanya saja…

tapi sepertinya Dee ngga suka penyelesaian dengan kematian. yang ada kepasrahan dan keikhlasan. wow banget. Remi menyerahkan Kugy, dan Luhde menyerahkan Keenan. iya, walaupun dibumbui sakit dan tangis juga. keterlaluan kalau tidak.

‘lu-gue’ adalah bahasa yang masih terasa aneh di kuping dan lidahku. tapi selebihnya tentang bahasa dan cara bertutur Dee, masih bisa ku nikmati. ceritanya kurang banyak kejutan dan di bagian tertentu terasa membosankan. tapi jika bisa membuatku bertahan membaca sampai selesai, berarti aku suka, terlepas dari kurang ini kurang itu di sana sini. hey, nobody’s perfect!

aku penasaran, jika kita membiarkan waktu mengalir , benarkah pada akhirnya dia akan berpihak pada kita?

Advertisements

20 thoughts on “perahu kertas (setelah sebuah pilihan yang sulit)

  1. sudah baca juga perahu kertas, ia memang banyak kebetulan. dan ia seperti dongeng cinderella..

    aku termasuk yang percaya segala sesuatu terjadi karena usaha, sebab akibat. kalau hanya membiarkan waktu mengalir..

    sepertinya berat

  2. mejnadi penulis fiksi itu keknya emang enak banget. bener2 suka suka mau diapain dan mau dikemanain ceritanya. sesuai dengan kepuasan aja.

    btw, ngeliat gambar buku yang kiri, saya jadi kesindir. karen pagi ini saya disodorin kepmen 555. disuruh baca sama si bos. wuaaa malesnya!!! :))

  3. membiarkan waktu mengalir, benarkah dia akan berpihak ke kita?

    Kadang, karena kita tetap harus mengendalikan air itu! jgn sampai terbawa arus.

  4. ossmed, salam kenal juga
    vicky, queeny, yessi, darahbiroe, melly: makanya aku penasaran…
    mas ia: ternyata menjadi PNS adalah beban yang sangat berat 😛
    zulhaq: masa kamu percaya aku bener2 bingung pilih buku yang kiri atau kanan…? beuh!

  5. Buku ini memang TOp Markotop mba he..he….pemeran Kugy, Keenan, Eko, Nony, Luhde dan semuanya begitu hidup dan nyata dalam kisah itu, aku kasihan banget sm Luhde

  6. hmmmm, BuDe, aku ga terlalu menikmati karyanya Dee…

    And to be honest, aku kok belum nemu bukumu ya, BuDe? Apa karna males ubek2 toko buku ya?

    Bikin kuis dong BuDe, ntar menangin aku, trus tak review hahaha

    Oh ya, benci sekali sama orang yang bikin ending bunuh saja tokohnya… Seperti terlalu bingung harus mengapakan ceritanya… Makanya ga suka itu cerita AAC yang akhirnya begitu ajah :p

    Well, memang manusia ga ada bakat jadi Tuhan yaaa 😆

  7. @teh anny: hehe… aku sebenernya ga terlalu menikmati. tapi lumayan buat iseng 😀
    @omiyan: silakan om…
    @natazya: Dee ya begitu. tapi masih mending ketimbang Clara Ng ;))

  8. blom baca buku ini mba 😀

    “aku penasaran, jika kita membiarkan waktu mengalir , benarkah pada akhirnya dia akan berpihak pada kita?”

    hehe, uni rasa klo kita biarkan waktu mengalir tanpa berbuat apa-apa, kita pasti jd manusia yg merugi 🙂

  9. ” ‘lu-gue’ adalah bahasa yang masih terasa aneh di kuping dan lidahku. tapi selebihnya tentang bahasa dan cara bertutur Dee, masih bisa ku nikmati. ceritanya kurang banyak kejutan dan di bagian tertentu terasa membosankan.”

    saya sependapat dgn mbak latree. menurut saya, Dee mengalami degadrasi bila dibandingkan dgn tulisan2 Dee sebelumnya.

    bukan waktu yg akan berpihak dgn kita, tp kita yg harus memihak waktu. di dunia ini tak ada yg namanya kebetulan.

  10. @uni: betul uni, sambilnunggu waktu berjalan memang kita harus melakukan sesuatu..
    @zulhaq: yo mesti…..!
    @nDa: masalahnya ini justru tulisan yang dibuat 11 tahun yang lalu, diperem, lalu ditulis ulang hanya dalam 55 hari. entah apakah ini artinya dagradasi.

  11. wow, setahun lalu yaa buku ini sudah teraksesmba latree, smntara aku baru 3 bulan ini.. waduh!… heemm, apa yang dirasakn pembacnya bilaman keenan dan kugy di endingnya tak jadi bersama? getir sekalii..^_^

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s