Aku selalu bingung antara harus membuka atau menutup pintu belakang rumahku.

Karena di halaman belakang aku meletakkan bak pasir, tempat kucing-kucingku buang air. Sehari-hari mereka berkeliaran ke mana saja. Di dalam rumah, kecuali ke kamarku karena setiap kali mencoba masuk langsung aku gusah. Ke depan. Ke garasi. Ke jalan. Ke rumah sebelah. Tapi sejak lahir mereka tidur di teras belakang, dan bak pasir itulah tempat yang mereka tahu, menjadi ‘toilet’ mereka. Jadi kalau pintu kututup, lalu mereka kena hasrat ingin, kebingungan lah mereka. Mondar-mandir sambil berteriak-teriak di depan pintu.

Tapi di bagian belakang rumahku, yang sekitar satu meter lebih rendah dari bagian depan rumah, aku juga memelihara seekor kura-kura brazil – namanya Kara. Kandangnya, aku yakin, terlalu sempit baginya untuk berada di sana sepanjang hari sepanjang masa. Jadi sehari sekali dia kukeluarkan, dan kubiarkan berolahraga berjalan-jalan di dalam rumah. Kubiarkan beberapa jam, lalu nanti kumasukkan lagi ke kandang.

Dulu aku punya dua kura-kura, ada Kiri yang dibeli bareng dengan Kara. Kiri hilang, ketika suatu hari keduanya kulepas di halaman belakang. Kiri, sepertinya masuk ke lubang pembuangan atau entah bagaimana, lalu lenyap. Sudah kususur sampai ke luar saluran pembuangan, tidak ketemu. Karena itu aku tidak pernah lagi melepas Kara di luar rumah, kecuali dengan pengawasan. Dan jika pintu kubuka saat jam jalan-jalannya, ku takut dia hilang seperti Kiri.

***

Aku selalu bingung harus membuka atau menutup pintu belakang rumahku. Karena ada sesuatu yang harus sesekali kubiarkan keluar melewatinya, dan aku tidak bisa memastikan kapan waktunya. Tapi ada pula yang harus tetap kujaga berada di dalam, tak sekali pun boleh melintasinya…

Advertisements

13 thoughts on “Aku selalu bingung antara harus membuka atau menutup pintu belakang rumahku.

  1. @wempi, itu dia, ga ada pintunya! gimana mau buka atau nutup, bingung kan? dasar kau, hahahaha…
    @zulhaq: yang nulis sama mungkin zul 😛

  2. @queeny: kamu ndak usah ikut bingung lah… hehe.. itu Kara uah hampir 2 tahun sejak dibeli (waktu itu masih diameter 4cm) sekarang sudah segede telapak tangan.
    @darahbiru: kl otomatis berarti Kara tetep bisa keluar dong..
    @uni: persis 😉
    @pak guru: kl dibuka nanti kura-kuranya keluar pak, takutnya ilang kaya yang satunya…
    @camera: harus dibuka atau ditutup.

  3. @vicky: tapi kalo namanya udah sayang ma binatang, biar ribet ya dijalanin… demi gitu..
    @zulhaq: tadinya mau dikasih nama KURA dan KURI. ga tau kenapa jadinya gitu
    @uni: alhamdulillah sehat selamat sejahtera uni… semoga uni juga 🙂

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s