Sandiwara.

Niar duduk di hadapan Andre, di kafe yang sama, di meja yang sama tempat mereka berkencan untuk pertama kalinya lima-enam bulan yang lalu. Andre yang mengajak mereka datang bertemu di sini sore ini sepulang kerja.
Wajah Andre tampak tegang, atau mungkin gelisah. Niar tak kalah gelisah melihat kekasihnya itu.
“Ni, aku mau minta maaf,” Andre mulai masuk ke pembicaraan yang sesungguhnya.
“Untuk apa?”
“Semua yang telah kuucap dan lakukan padamu selama ini”
“Kamu bicara apa sih Ndre, jangan aneh ah…”
Andre meneguk jusnya sekali, “Aku… tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita.”
Setelah mengucapkan itu Andre membuang pandangan jauh keluar jendela, tak berani menatap Niar.
Niar memandang Andre tak percaya, “Ndre… apa aku salah dengar?”
Andre menggeleng.
“Apa salahku?”
“Kamu ngga salah.”
“Lalu kenapa…”
“Aku yang salah. Selama ini.”
“Maksud kamu apa?”
Andre meneguk jusnya lagi, seolah pembicaraan ini telah mengeringkan kerongkongannya.
“Sekali lagi, sebelumnya, aku minta maaf. Karena sebenarnya selama ini aku tidak pernah benar-benar jatuh cinta padamu.”
“Apa? Lalu kenapa..”
“Aku… aku hanya ingin tahu saja, bagaimana rasanya pacaran dengan istri orang.”
Kepala Andre mau pecah sendiri mengungkap ini. Dia tahu Niar akan terpukul. Tapi menurutnya lebih baik begini dari pada semakin terlanjur.
“Ndre… kamu tega…”
“Iya, aku tega. Aku jahat. Aku kejam. Sebut sesukamu. Tapi aku tidak bisa berpura-pura lebih lama lagi. Aku tidak mau perasaan kamu semakin menjadi semakin mendalam. Tanggung jawabku pada perasaanmu akan makin besar nanti. Jadi… kita sudahi di sini saja.”
“Mudahnya kamu…”
“Maaf. Maaf…”
Mata Niar mulai berkaca-kaca. Mulutnya seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi tersekat di tenggorokan.
“Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua kasih sayangmu selama ini padaku,” kata Andre lagi, “tapi… kurasa… sandiwaraku cukup sampai di sini saja. Maafkan aku, ya. Aku ingin kamu tahu bahwa selama bersamamu aku…”
Niar berdiri sambil mengguyurkan sisa teh hangatnya ke wajah Andre, “Cukup, aku tidak mau dengar…” Lalu berlalu meninggalkannya.
Andre mengusap wajahnya. Menekur meja.

***

Niar memarkirkan mobilnya di garasi. Mobil suaminya belum ada, jadi dia belum pulang. Raihan anaknya menyambutnya begitu dia turun dari mobil. Dipeluknya anak semata wayangnya itu, dan diulurkannya kue yang sengaja dibelinya sepulang dari kafe tadi.
Niar tak tahan untuk segera masuk kamar. Raihan membuntutinya tapi dicegahnya, dia sedang ingin sendiri saat ini.
“Sebentar ya, sayang. Mama mau ganti baju dulu. Nanti habis itu kita main ya. Kamu buka dulu kuenya gih…”
Raihan menurut saja.
Niar masuk ke kamar dan mengunci pintu. Menjatuhkan tasnya ke lantai begitu saja. Ambruk ke kasur, mengambil bantal untuk menutup kepalanya, lalu tertawa terbahak sekeras-kerasnya.
Dia sudah bingung bagaimana harus berkata-kata kepada Andre, untuk mengakhiri kisah cinta mereka. Niar merasa Andre semakin hari semakin mencintainya, sehingga keadaan mulai bahaya. Tak disangka ternyata Andre sendiri yang memberi pemecahan permasalahan, tanpa Niar harus merasa bersalah.
Oke, selesai sudah. Semoga Andre tidak tahu, bahwa selama ini Niar juga cuma mau tahu, bagaimana rasanya pacaran dengan pemuda yang umurnya 15 tahun lebih muda darinya…

11 thoughts on “Sandiwara.

  1. weleh…
    itu pasti dikamar sambil ketawa guling guling
    mungkin ekspresinya sama seperti pemainn spanyol yang berhasil menge-GOLkan ke gawang dan memabawa spanyol menang

  2. @mauren: mungkin…
    @matanaga: eh.. di mana ada namamu?
    @anjari: terima kasih, salam ngeblog.
    @luvena: salam kenal..
    @slams: haha.. mungkin.. tapi dia tutupan bantal kok, biar ga kedengeran kalo lagi ngakak😀

  3. Ckckck . . . wahwahwah . . . sama-sama penipu dech kalo gitu . . .
    Yang kasihan tuw suaminya, punya istri suka coba-coba sama pemuda . . . haduuuh . . .

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s