Hujan, Angin.

Hujan dengan angin.

Deras. Aku berkendara.

Entah berapa kubik air tercurah di setiap senti persegi setiap menitnya. Mataku tak bisa melihat lebih dari tiga kendaraan di hadapanku. Butir airnya besar-besar memukul kaca helmku.

Run off seperti kali. Seperti air dari dataran tinggi tak banyak meresap, lari dan tak muat lagi diluncurkan di parit dan sungai. Rodaku goyang. Dan jika sebuah kendaraan roda empat lalu mendahuluiku, aku akan terciprat genangan terbelah kecepatan, hingga ke kepala.

Angin dari samping. Menambah beban tanganku menjaga keseimbangan. Suaranya menyumbat telingaku, aku bahkan tak bisa membedakan deru – angin atau kendaraan bermotor.

Lampu lalu lintas mati. Padahal aku sangat percaya pada lampu dan rambu. Setiap persimpangan menjadi simpul kemacetan. Padahal di tengah genangan setinggi 10 senti, kendaraanmu harus tetap laju agar tidak mati.

Aku menghindari tepian dekat pepohonan, takut tertimpa patahan dahan. Tapi masih saja terhempas satu dua daun dan ranting. Aku memakai jas hujan, tapi dia seperti hilang fungsi. Air masih tembus membasahi pakaianku.

***

Orang-orang pengendara motor menepi, berteduh di jalan. Berhenti karena tidak membawa jas hujan. Atau membawa tapi memutuskan menunggu hujan berkurang derasnya.

Jika tak mau mukaku ditampar hujan. Jika tak mau tanganku lelah menahan setang. Jika tak mau kebasahan. Mungkin sebaiknya aku berhenti bersama mereka, dan bukan menantang hujan. Karena bisa saja aku tertimpa pohon rubuh. Atau rodaku tergelincir lalu jatuh. Atau tertabrak pengendara yang hilang kendali.

Aku tiba di rumah. Berhenti. Melepas jas hujan.

Selalu ada resiko untuk setiap keputusan.

Advertisements

6 thoughts on “Hujan, Angin.

  1. eh, yg ini semacam pengalaman pribadiku. persis. baru 2 minggu aku bisa naek motor, baru 2 minggu juga aku punya motor sendiri, dg namaku di stnk-nya. kejadiannya: rodaku tergelincir lalu jatuh. hasilnya motorku nggak mulus lagi, bocel2 seperti tangan dan dengkulku. hehe.

  2. fahmi dan uni… iya. besok2 kalo deresnya kek gitu mendingan ngiypu dulu. pegel tangannya πŸ˜€
    b43r (gimana ini bacanya????): aku juga suka πŸ™‚

  3. i..waw…. πŸ™‚
    tulisan-nya sederhana…
    ceritanya sederhana…
    cara penyampaian-nya yang baik…
    membuat saya tertarik…
    untuk kembali nge-blog..heehehehe….
    terima kasih ya mbakyu,…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s