seputar lebaran dulu dan kini: catatan pasca mudik

munjung dan parcel.

menjelang lebaran, bahkan sedari awal ramadhan, toko-toko dipenuhi pajangan aneka bingkisan lebaran siap kirim atau yang mau disusun sendiri oleh konsumen. kemudian sesama rekanan sobat kerabat saling berkirim bingkisan disertai ucapan lebaran.

dulu di masa kecilku. menjelang lebaran ibu biasa masak panganan untuk dihatur-haturkan kepada tetangga kiri kanan. biasanya emping, kacang bawang, lemper. yang bertugas mengantar panganan ke tetangga adalah aku dan kakak kakakku. yang  menyenangkan adalah, nanti kami akan mendapat uang (semacam angpau) dari tetangga yang menerima hantaran…


sungkem dulu dan sekarang

masa kecil dulu, sehabis sholat ied, setelah sungkem ke orang tua, lalu jalan kaki berombongan sowan tetangga satu persatu. sungkem  kepada mereka juga. biasanya dua tiga gang di sekitar rumah. hal yang menyenangkan adalah makanan yang berbagai macam dan… tentu saja uang yang biasa disebut ‘pitrah’. plesetan ‘zakat fitrah’ sepertinya.

sorenya sowan ke pakdhe budhe, mengulang kesenangan yang sama…

sekarang, sms ke semua teman dan kerabat yang tidak bisa ketemu. sowan hanya kepada kerabat. acara dengan tetangga nanti nanti setelah lebaran sesungguhnya berlalu. dan yang jelas, bukan dapat ‘pitrah’, yang ada kita yang harus bagi-bagi ‘pitrah’ ke anak-anak dan ponakan-ponakan…


mudik dulu dan sekarang.

dulu jelas tidak ada acara ini. orang tua yang mengajak kita sowan ke embah, tapi biasanya tidak menginap. kalau sekarang, aku mengajak anak-anak mengunjungi dan berlebaran di rumah orang tua. saat yang paling menyenangkan adalah ketika semua anak-cucu Bapak dan Ibu berkumpul. rame, berisik, kadang pusing — tapi seru dan bahagia.

bagaimana lebaran kalian?

walau telat, karena memang baru sempat,

selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin…

8 thoughts on “seputar lebaran dulu dan kini: catatan pasca mudik

  1. dulu setelah sholat id, muter bermaaf-maafan ke tetangga sampai beberapa gang,
    tapi kini cuman bermaaf-maafan ke satu gang saja,
    selamat hari raya idul fitri,
    mohon maaf lahir dan bathin…

  2. sangat jelas sekali perbedaan lebaran dulu dan sekarang, mbak. entah, menjadi lebih baik atau justru sebaliknya. selamat idul fitri juga, ya, mbak, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan dan kekhilafan saya selama ini.

  3. lebaran kali ini sama seperti tahun kemaren, saya dan keluarga jadi tempat ngumpul buat saudara lainnya karena ibu saya tinggal bersama saya

    walau terasa sedih karena dua tahun ini ga pernah ngerayain lebaran dikampung

    salam

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s