alpukat….

aku menunggu dua tahun. dua musim hujan. dua musim kemarau. dua puasa dua lebaran. dalam dahaga mencekik tenggorokan. dan sesak menghimpit dada. kering air mata. remuk jiwa raga.

lalu tiba masa kita berhadapan. dengan dua gelas jus alpukat di meja. juga percakapan tertunda, dan masih banyak lagi yang tertahan. tanda mata yang akhirnya tersampaikan, dan keengganan menyingkap sebab dan alasan — karena hanya akan menyakitkan.

maka perpisahan dalam sejuknya kehangatan dan cahaya. kekakuan dalam genggaman yang diharap menjauh dari hambar. karena senyum mulai terkembang dalamkabut ragu.

tapi alpukat masih mentah. manisnya susu tak bisa menyamarkan pahit getir. dan akhirnya kusut masai, menunggu alpukat matang….

Advertisements

8 thoughts on “alpukat….

  1. julie, diblender ok, dicongkel pake sendok emang lebih enak πŸ˜€

    hehe… julian masih inget aja. jadi pengen bikin kuis lagi hm…..

    murah itu kis. kalo aku ke sana traktir ya πŸ˜€

    vick, bukan pahit kok. dan ngga eneg. enak πŸ˜€

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s