Persamaan yang Menyatukan Kami

Apa yang menyatukan banyak orang?

Persamaan.

Sekumpulan orang pecinta sepeda membentuk komunitas. Ibu-ibu pengantar anak sekolah mengadakan arisan. Istri-istri pegawai negeri bersatu di Dharma Wanita.

***

Apa yang menyatukan kami?

Persamaan.

Dan apakah persamaaan kami?

Kami terdiri dari 14 orang. Sepuluh perempuan dan 4 laki-laki. Enam perempuan masih gadis. Tiga bersuami. Satu janda. Yang laki-laki, keempat-empatnya masih lajang.

Sebagian besar dari kami karyawan swasta. Pengusaha. Ada ibu rumah tangga. Designer. Penyanyi pub. Kami berasal dari beberapa kota.

Perkumpulan kami bukan perkumpulan arisan. Juga sama sekali bukan perkumpulan hobi. Yang kami lakukan setiap bertemu sebulan sekali juga bermacam-macam. Mulai dari sekedar makan bersama di restoran. Berpiknik ke tempat wisata. Berkunjung ke panti asuhan.

Tidak ada susunan organisasi. Semua sama. Hanya seorang koordinator untuk acara pertemuan yang selalu berganti setiap bulan. Satu hal yang harus diperhatikan, kami hanya boleh datang sendiri. Tidak boleh mengajak teman, anak, atau suami.

Pertemuan kali ini diisi dengan perbincangan ringan tentang bisnis rumahan, di rumah salah satu dari kami. Salah satu pria yang menjadi pembicara. Dia sedang berbagi tentang keberhasilannya mengembangkan usaha beternak kucing ras.

Aku bukan pecinta kucing. Dan sama sekali tidak tertari berbisini jualan anak kucing. Jadi aku mendengarkannya sambil lalu saja. Sementara aku menyibukkan diri memperhatikan teman-teman. Sebagian antusias. Sebagian sibuk sendiri dengan gadgetnya. Yang lain mendengarkan sebagai sopan santun.

Tiba-tiba kusadari bahwa pertemuan kali ini bukan dihadiri oleh 14 orang. Ada satu orang anggota tambahan. Perempuan muda, mungkin baru 25an. Cantik, sederhana. Dia duduk di dekat Venty, ibu beranak 2. Aku penasaran siapa dia.

***

Akhirnya selesai sudah sesi obrolan membosankan tentang kucing. Tuan rumah mempersilakan kami untuk makan siang. Pada saat itu lah, Venty berdiri menggandeng gadis muda itu.

‘Teman-teman,’ katanya, ‘perkenalkan ini Lidya.’

Lidya mengangguk, mengedarkan senyum dan pandangan keliling ruangan.

‘Lidya ini bekerja di Bank X. Kebetulan aku nasabah di sana, dan kami jadi teman baik. Beberapa waktu yang lalu Lidya bercerita, dia baru saja putus dengan pacarnya. Tadinya aku juga tidak pernah tahu tentang pacarnya. Tapi ternyata…’

Venty tidak melanjutkan pengantarnya.

Aku mengangkat jari, bertanya pelan, ‘Berapa lama kamu pacaran dengan dia?’

‘Eh… empat bulan’

Lalu riuhlah pertemuan. Semua berlomba bercerita tentang bagaimana dan berapa lama hubungan mereka sebelum akhirnya bubar. Jonnhy, yang sampai sekarang masih merahasiakan nama aslinya, selalu jadi bulan-bulanan kalau sampai di pembahasan ini. Dia tidak pernah pacaran dengan dia. Tapi dia jatuh cinta setengah mati padanya. Dan patah hati karena cintanya ditolak.

Aku tidak ingin bercerita apa pun, toh semua sudah tahu. Lidya, nanti dia akan mendengar dari yang lain.

Aku berdiri, mengambil minum. Tersenyum geli. Ini perkumpulan gila, tapi aku menyukainya.

Perkumpulan Mantan Pacar Damar.

***

Damar, siapa pacarmu sekarang?

Advertisements

26 thoughts on “Persamaan yang Menyatukan Kami

  1. Rrrr… Kita kan ga gimana-gimana walaupun satu komunitas Slam… *dikeplak*

    Tapi ini bukan tentang satu komunitas dengan mantan 😐 *gantian keplak*

  2. Dari banyak perbedaan, selalu ada benang merah yang menyatukan, pak guru…

    @queeny n rian: jonny sih, spt diceritakan, cuma naksir berat n ditolak. Yang tiga lainnya… Entah. Jd entah juga si damar ini seorang apa πŸ˜€

  3. @rian: kamu kan banyak yang naksir, mosok ngga ngerasa sih πŸ˜€

    @satrio: hehe iya… Padahal banyak cerita soal kucing. Nanti deh…

    @easy: tagnya sih cerpen… Tapi who knows? πŸ˜€

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s