tentang jodoh dan restu ibu

:catatan kangen morningzone with adi-reza

apa sarapanmu setiap pagi?

hingga tanggal 25 juni 2011 lalu, jawabanku would be: seringnya sih, morningzone adi-reza.

morning zone, siaran pagi dari jam 6 – 9 di trax FM semarang adalah menu wajib pagi yang dimulai ketika mobil dijalankan hingga berhenti di parkiran. yang  disambung streaming di PC atau radio di HP nokia sederhana-ku.

aku tidak tahu bentuk rupa Adi dan Reza. aku bahkan bingung membedakan suara mereka. tapi aku tidak peduli. mendengarkan mereka membuat pagi menjadi hangat, membangun semangat. mereka membahas segala hal dengan ringan, segar, tidak muluk-muluk. segala bicara lucu tapi bukan lawak. mengajak berpikir tanpa menggurui.***

suatu pagi pelajaran yang disampaikan oleh Adi dan Reza adalah tentang wayang. nah, mereka bukan dalang atau pelakon wayang orang. mereka juga bukan mahasiswa atau dosen yang sedang riset tentang wayang. bekal mereka ngobrol adalah klak-klik di wikipedia. tapi berapa dari kita yang mau menyempatkan klak klik di wikipedia soal wayang?

dari segala pengetahuan tentang wayang yang dituturkan Bapak kepadaku, ternyata banyak fakta menarik yang belum ku ketahui.

sudah agak lama juga pembahasan soal wayang ini. waktu itu ingin langsung aku tulis dan bahas, tapi belum sempat. ternyata memoriku tidak cukup bagus, dan aku tidak bisa mengingat apa saja yang dibahas waktu itu. tapi aku ingat sekali bahasan tentang Arimbi istri Werkudara a.k.a Bima.

Arimbi (Hidimbi) adalah seorang rakshasi, adik dari Hidimba raja Pringgadani. mestinya Hidimbi membunuh Bima yang sedang bertapa di hutan untuk dimakan dagingnya, tapi dia malah jatuh cinta. Hidimba marah dan menyerang. Bima melindungi Hidimbi, kemudian mereka menikah.

buah cinta mereka adalah Gatutkaca yang kelak setelah dewasa, menggantikan Hidimba menjadi raja di Pringgadani.

fakta menarik yang ada adalah, Arimbi yang berwujud asli raksasa ini dapat mengubah dirinya menjadi manusia yang cantik. ilmu malih rupanya itu didapat justru dari Kunti, ibunda Bima. dan ilmu ini diberikan oleh Kunti, karena Bima menolak menikah dengan Arimbi yang berujud raksasa…

***

tidakkan menggelitik, kenapa Kunti sampai bersusah mengajarkan ilmu malih rupa kepada seorang raksasa wanita, agar putranya mau menikahinya?

dalam ujudnya yang (kubayangkan) mengerikan sebagai seorang rashaksi, Arimbi adalah wanita berhati lembut. tunduk pada suami. menyayangi putranya tak terkira. dan dia adalah ksatria wanita yang turut berperang di kancah Bharatayudha, membela Amarta. gugur di medan perang.

benarkah ‘mother knows what’s best’? dan berhakkah seorang ibu melakukan intervensi sejauh itu demi mempertemukan putranya dengan jodoh yang sesuai dengan harapan bunda? seandainya Bima menikah dengan perempuan yang tidak sreg di hatinya, intervensi apakah yang akan dilakukannya? memanipulasi si perempuan menjadi sesuai dengan harapannya, atau menolaknya?

***

ada geli juga dalam hati pada kelakuan Bima, yang baru mau menikah dengan Arimbi ketika dia sudah malih rupa. tapi kalau dibayangkan, susah juga kalau Arimbi tetap dalam bentuk rashaksi…

9 thoughts on “tentang jodoh dan restu ibu

  1. arimbi membela hastina pura? berarti dia di pihak korawa. gimana dia dikatakan patuh pada suami yang di pihak pandawa.

  2. hmm.., pgn ikutan comment.., bukan karena ttg wayang-nya.., tapi ngeliat kata2 yg menggelitik hati gw.. “benarkah ‘mother knows what’s best’? hmmm, ampe skrg ga tau jawabannya bener apa ngga.., tergantung dri tujuan si ibu ini sendiri, apa yg diinginkan dari anaknya.., dan kebetulan gw “korban” dari yg katanya “mother knows what’s best, jadi yaah terpaksa, gw ma yg skrg dibilang mantan gw.., harus end up our relationship….. #curcolmodeon

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s