sulitnya ‘menjelma’ kanak-kanak (setelah Cars 2)

disclaimer: ini bukan review film.

setiap kita yang (dianggap) sudah dewasa, paling tidak dalam range usia dan bukan kematangan kejiwaan, pasti pernah menjadi kanak-kanak. pernah merasakan berpikir dan merasa ala kanak-kanak. tapi waktu telah menumpuk segala ingatan masa lalu, hingga mungkin hanya tersisa sedikit saja kenangan tentang rasa dan pikir (bukan peristiwa) masa kanak-kanak.

aku tidak pernah under estimate kemampuan dan daya tangkap anak-anak. tetap saja aku merasa bahwa wawasan anak-anak (secara umum) belum lah seluas orang dewasa. anggap saja secara sederhananya, mereka hidup di dunia belum selama orang dewasa, sehingga  peristiwa yang mereka rekam pun belum banyak. rekaman  yang kumaksud di sini bukan sekedar pengalaman nyata, tapi juga mencakup segala yang ditangkap via buku, televisi, cerita, radio dan sebagainya.

itu sebab, kupikir, mestinya ada cara khusus untuk berkomunikasi pada anak-anak supaya apa  yang ingin disampaikan bisa ditangkap sesuai harapan.

***

aku tidak biasa bikin review film. pengetahuanku tentang film sangat terbatas, baik tentang sinematografi, penyutradaraan, skenario, atau bahkan tentang judul-judul film. ngga banyak nonton. tapi aku ingin bicara tentang film yang kemarin kutonton bareng anak-anak: Cars 2.

flashback dulu, film animasi Cars yang dulu, ceritanya sederhana tapi kuyakin sampai kepada anak-anak. tentang Lightning McQueen si jago balap yang sombong. namun dengan berbagai peristiwa yang dialami, McQueen menyadari bahwa kesombongannya itu tidak bagus. hasilnya dia menjadi juara sejati. selain jago balap juga rendah hati dan bisa menghargai orang (mobil) lain di sekitarnya.

nah Cars 2 ini, sebenarnya seru. gambarnya hidup. setting tiga negara (Jepang, Inggris dan Italia) itu manis. tapi menurutku, ceritanya lumayan rumit. agak rancu juga pesan apa yang ingin disampaikan kepada anak-anak. mungkin tentang persahabatan yang bagai kepompong antara McQueen dengan si buluk mobil derek Mater. bisa juga tentang ‘tetaplah menjadi dirimu sendiri’. atau ajakan untuk memakai bahan bakar ramah lingkungan. tapi jalan cerita soal spionase dan konspirasi itu… gimana ya. aku yang tua aja kalau ngga nyimak dengan seksama ngga akan ngerti.

aku jadi ingat bagaimana aku sangat berhati-hati menulis cerita untuk anak di workshop kemarin. bagaimana aku terbawa kebiasaan menulis cerita untuk orang dewasa, sehingga berkali-kali aku mesti ketik hapus. (meskipun menulis apa pun tidak jarang aku ketik hapus :P). itu pun masih ada yang berkomentar bahwa tulisanku kurang ‘kanak-kanak’. aku agak tenang karena  hasil uji coba sementara terhadap tiga orang anak (yaitu anakku sendiri :p) cukup menggembirakan. mereka bisa menangkap apa yang kusampaikan. dari tokoh, rangkaian cerita, atau pesan yang diselipkan.

maka dengan sungguh-sungguh aku iseng memancing, sejauh mana mereka menikmati film yang barusan mereka tonton. Ibit yang sudah kelas enam, mengatakan bahwa dari segi cerita dan animasi, lebih bagus dari Cars terdahulu. tapi adik-adiknya yang masih kelas tiga dan kelas dua, jawabannya tepat seperti yang kuduga (kukhawatirkan), mereka hanya tau balapan dilakukan di tiga tempat yang berbeda. seru. dan gambarnya keren. juga lucu. entah, mungkin anakku saja yang kurang bisa menangkap. atau memang cerita film ini sulit ditangkap untuk anak seusia mereka?

***

untuk dalang kelas dunia, terpikirkah oleh mereka apa yang kupikirkan? atau mereka tidak peduli apakah anak-anak akan mengerti, yang penting gambar yang disajikan dahsyat? atau yang penting jualan mereka laku?

*gambar dipinjam dari web ini*

Advertisements

13 thoughts on “sulitnya ‘menjelma’ kanak-kanak (setelah Cars 2)

  1. YESSS!! …kekalutan saya *halah bahasanya* pokoknya pas nonton film ini saya mikir, apa iya ini film bisa di “cerna” oleh anak-anak sedangkan alur yang ditawarkan lumayan cukup banyak printilannya, walaupun saya juga menikmati gambar dan balapannya yang seru

    berhubung saya belum punya anak, rasanya isi hati dan kepala saya yang pas nonton kemarin saya “batin” diungkapkan secara tepat sama mbak La 😀

  2. eh ayo bikin contoh cerita anak2 utk di ngerumpi :mrgreen:

    pokoknya soal cerita anak2 saya masih suka baca Bobo *teteup* *lirik2 putrimeneng di atas 😆

  3. Pingback: Cerita Anak (lagi) « .

  4. Ibit masih langganan bobo tuh om…
    Untuk soal contoh cerita anak, kayanya mbak putrimeneng lebih berkapasitas. Kan dia yg udah dapet sertifikat 😀

  5. apalagi kalo nonton transformer, duhhh…itu film buat anak2 bukan ya? takejub saya melihatnya….

    saya akhirnya rada teges sama anak-anak untuk urusan nonton film…:( kartun juga lo mbak, ayo cari buku2 yg menarik aja buat anak-anak biar waktunya ga habis buat nongton pelem… 😀

    salam buat anak-anak ya…:)

    hugs…

  6. wah belum nonton filmnya euy. penasaran bgt…
    sebegitunya sulit dicerna oleh anak2 ya 😐 wah sayang banget ya, tujuannya jadi ga sampai 🙂

  7. perkenalkan… saya seorang guru tk..
    seru sekali baca blog ibu ini…hehehe… menjelma jadi anak sih gampang2 susah ya… harus pintar2 mengikuti ke mana arah imajinasi mereka.. dan surpisingly… imajinasi mereka sangat unpredictable…
    ayo para ibu, saya dukung untuk terus mendengarkan apapun yang keluar dari mulut anak-anak, dan ikuti kemana mereka berimajinasi…seruu… 😀

  8. Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
    salam kenal..nama saya Kak Zepe.
    Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
    Khususnya tentang lagu anak-anal..
    Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
    Ada di

    http://lagu2anak.blogspot.com

    Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
    Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
    Salam cinta lagu2anak…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s