pencerita yang tak percaya diri

aku sudah ragu untuk hadir. aku sudah menolak undangan dengan halus. bukan aku tidak ingin. tapi karena ada pekerjaan yang harus kuselesaikan. tapi Adit memaksa untuk menculikku, mencuri waktunya — dan waktuku.

maka aku ikuti saja dia. menyusur jalanan yang panas. berhenti di parkiran yang penuh. naik tangga. disambung lift. menuju ruangan tempat diskusi diadakan. bukan duduk di barisan audiens, Adit mengambil kursi untuk kami berdua, duduk di belakang barisan. seorang panitia menyuguhkan sebotol air mineral dan sepiring kecil kudapan, yang kusambut dengan senyum dan ucapan terima kasih. aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah-wajah pembicara. hanya satu sosok yang kukenal. Adit menyebutkan nama-nama yang lainnya, satu per satu.

usai acara, aku masih mengikuti dia saja, tidak tahu harus apa dan ke mana. kami menuju ruang transit VIP. duh, siapa aku sampai harus ikut ke sana? lalu Adit memperkenalkanku pada tuan rumah dan para pembicara: ‘cerpenis’, katanya. membuatku tertawa. jadi itulah aku saat ini? bahkan aku tidak pernah memperkenalkan diri sendiri sebagai cerpenis!

salah seorang dari tuan rumah mengenaliku, senangnya. sedang aku sendiri tidak mengingatnya, jahatnya. kuminta tanda tangan dari penulis yang bukunya baru saja didiskusikan. lihatlah, dia artisnya. kulihat percaya diri yang berbinar dari mata dan tingkah lakunya. membicarakan rangkaian diskusi lanjutan, dan cetakan tambahan untuk pesanan. aku  sedikit terlibat di pembicaraan yang lebih banyak kudengarkan, sambil makan.

acara benar-benar selesai pada waktu yang kubataskan untuk Adit memulangkan aku. berenam (atau bertujuh?) kami menunggu di muka pintu lift. tapi setiap kali pintu terbuka, selalu sudah penuh. setelah beberapa kali begitu, aku mengajak lewat tangga saja.

‘turun tujuh lantai lewat tangga?’

tak ada yang setuju. yang ada si tuan rumah meminta isi lift keluar. lalu kami masuk, dan turun — meninggalkan (aku yakin) gerutu di bibir mereka yang baru saja dipaksa keluar lift demi kami.

haha. ini penyalahgunaan kekuasaan atau apa? yang jelas aku merasa tidak enak. hey, memangnya siapa aku?

Advertisements

3 thoughts on “pencerita yang tak percaya diri

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s