Hari Ibu yang Rancu

entah kenapa, Hari Ibu tidak dirayakan bersamaan di seluruh dunia.  di Amerika dan banyak negara lainnya, Hari Ibu dirayakan di Bulan Mei. kalau melihat blog dan facebook teman-teman yang orang sana, Hari Ibu benar-benar didedikasikan untuk Ibu. lebih dari sekedar ucapan ‘Happy Mother’s Day’, toko-toko  memberikan diskon besar dan promo untuk para Ibu. para Bapak memanjakan para Ibu. para Ibu saling memberikan dukungan.

***

mendengar sejarah singkat Hari Ibu, latar belakang penetapan Hari Ibu di Indonesia adalah dari serentetan pertemuan organisasi perempuan di Indonesia, mengikuti gerakan dahsyat Sumpah Pemuda. tanggal 22 Desember 28 diadakan Kongres Wanita Indonesia yang pertama. yang dicita-citakan dalam kongres itu, adalah mengangkat perempuan supaya tidak kalah dengan laki-laki. pada Kongres ke-3, ditetapkanlah 22 Desember sebagai hari Ibu.

hari ini diadakan upacara bendera memperingati Hari Ibu. semua petugasnya perempuan. sampai ke Inspektur. lalu dibacakan sejarah singkat hari ibu yang ternyata cukup panjang. bagian paling menggelikan adalah sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan. peringatan Hari Ibu dijadikan pijakan bla bla bla perjuangan pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, peningkatan peran perempuan dalam pembangunan, penguatan perempuan dalam perekonomian. dan baru di ujungnya ditambahkan ‘perlu’-nya mengingat peran ibu sebagai pendidik dalam keluarga, pencipta generasi mendatang yang berkualitas. ini apa-apaan?

bicara kesetaraan gender selalu ambiguous kan? di satu pihak minta persamaan dalam segala hal dengan laki-laki. tapi di ujungnya masih mengaku bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab ibu. ya ampun, anak itu milik ibu dan bapak, jadi pendidikan mereka adalah tanggung jawab yang punya anak, bukan ibu saja!

***

jika memang ini peringatan Hari Ibu, kenapa tidak biarkan hari ini menjadi milik para ibu? ibu sebagai ibu dari anak-anak, yang dinikmati, dimaknai dan dihayati tanpa tanpa embel-embel yang tak jelas dan dipaksakan.

jadi aku memilih memperingati hari ibu dengan ‘memeluk’  sesama ibu dan calon ibu, lalu membaca lagi kartu ucapan dari anak-anakku:

aku sayang ibu. aku rindu ibu. aku sangat menghargai karya ibu. aku sangat suka  masakan ibu. aku sangat senang ibu ada di sini. ibu sangat cantik. selamat hari ibu. maafkan aku ya ibu kalau aku punya salah. aku sangat memuji ibu dan  mendoakan ibu.

ibuku tersayang, kamu telah menjaga aku sampai besar. dan sekarang aku harus belajar rajin agar bisa mendapat nilai yang bagus dan menyenangkan ibu. aku sangat-sangat minta maaf atas kesalahanku. dan aku ucapkan: SELAMAT HARI IBU.

*lap iluh*

One thought on “Hari Ibu yang Rancu

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s