di tiga sembilan

tentang malam malam

dan juga siang

berselimut angin ribut

dalam berat berlari dari kejaran entah apa

mendung dan petir yang tiba-tiba

tercebur ke dingin danau (atau laut?)

gigil gempa.

***

tiga sembilan

semoga termometer pecah

dan aku tak perlu menggunakannya lagi untuk meraba

2 thoughts on “di tiga sembilan

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s