[FF] Dag Dig Dug

hari ke-dua #15haringeblogFF

=====================================================

Aku tau waktunya sudah dekat. Niki terlihat makin enggan bergerak. Perutnya sudah di puncak buncit. Dia juga semakin sensitif. Kadang aku menyentuh ingin mengelusnya, tapi dia malah marah dan pergi.
Aku tak tahu apakah aku harus membawanya ke dokter, atau membiarkannya melahirkan di rumah. Mungkin lebih baik dia melahirkan dibantu dokter. Tapi rumahku jauh, bahkan dari dokter yang paling dekat. Entah kalau waktunya tiba nanti, apakah akan cukup waktu melarikannya ke dokter.

***

Niki berbaring di atas tempat tidurnya. Tergolek, diam, dan terlihat mengejan berulang-ulang. Aku hanya menunggui di sampingnya. Iya. Akhirnya aku memutuskan membantu sendiri dia melahirkan.
Niki mukai mengerang dan mengejan semakin kuat. Aku berdebar kencang. Tanganku berkeringat dingin. Aku akan punya bayi….

Dag… Dig… Dug…

Dag… Dig… Dug…

Aku mulai melihat sesuatu yang mendesak keluar. Itu… Itu kepalanya!
Oh Tuhan, perasaanku semakin tak karuan.  Aku mengelus kepala Niki,menenangkannya. Erangannya semakin keras dan mengiris hati.

Akhirnya si bayi keluar. Makhluk mungil yang cantik dan lembut…
Tak lama lahir satu lagi.
Dan satu lagi.

Dalam keadaan lemah Niki bangkit, lalu menjilati ketiga bayinya. Ah, senangnya. Aku punya tiga kucing lagi 🙂

Advertisements

11 thoughts on “[FF] Dag Dig Dug

  1. Saya ngga berani nemenin kucing ngelahirin mba.. 😀

    Selamat buat Niki… Semoga anak kucingnya menambah kebahagiaan dalam keluarga.. 😀

    *eh, ini fiksi ya? :mrgreen:

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s