Jadilah Milikku, Mau?

Hari ke-5 #15hariNgeblogFF

======================================

“Jadilah milik-ku, Rah…”

Rahmi diam, tertunduk. Dia tahu, cepat atau lambat Mas Supar akan mengatakan ini, entah dengan cara apa. Masih saja dia tidak siap, tak tahu harus menjawab apa.

***

Seperti cerita di mana-mana, tentang sepasang makhluk yang tumbuh bersama. Rahmi dan Supar adalah secuil cerita di antara kepedihan orang pinggiran. Bermain di sela gerobak sampah pemulung dan becak sewaan. Menjadi penonton pertunjukan sinetron kehidupan. Suami-suami yang menghabiskan uang untuk bejudi dan mabuk. Istri-istri yang harus mencari hidup sendiri, sambil sesekali menahan caci dan pukulan dari para suami.

Rahmi dan Supar adalah saksi perselingkuhan tanpa malu-malu. Menjadi bagian dari anak-anak yang hanya bisa ndhepis menutup kuping di sudut rumah yang sempit dan kumuh. Menahan tangis tanpa suara, atau pukulan akan juga mendarat di tubuh mereka. Supar adalah tepat Rahmi lari jika Bapak mengamuk karena kesalahan Ibu sekecil apa pun, bahkan yang hanya dicari-cari.

Malam itu Bapak mengamuk lagi. Dan tidak ada Supar. Rahmi mengendap meninggalkan rumah, lari bersembunyi di balik becak yang dikayuh Bapak sehari-hari. Meringkuk, terguguk tak sanggup menahan tangis. Entah tahu dari siapa, Supar menemukannya. Memeluknya. Mengelus rambutnya. Mengusap air matanya. Entah bagaimana tiba-tiba Supar mendekatkan wajahnya ke wajah Rahmi, lalu menciumnya…

***

Rahmi tidak akan lupa kejadian itu. Kejadian yang membuatnya lari ke kota ini. Meninggalkan Ibu. Meninggalkan Bapak. Meninggalkan Supar. Tidak meninggalkan pesan apa pun pada siapa pun.

Tapi seperti ketika dia bersembunyi di tumpukan becak itu, Supar lagi-lagi dapat menemukannya.

“Rah…,” Supar memanggil lirih, membuyarkan lamunan Rahmi.

“Pulanglah, Mas. Jangan temui aku lagi. Kamu tidak boleh menikahi adikmu sendiri…”

================================

Banyak tulisan seru lain. Lihat siapa saja yang ikut bercerita di sini

Advertisements

11 thoughts on “Jadilah Milikku, Mau?

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s