Inilah Aku Tanpamu

Merdeka.

Betapa bodoh aku yang merasa tersiksa di hari-hari awal kau meninggalkanku. Merasa orang p aling menderita di dunia. Menangis. Sakit. Untung aku tidak gila.

Ternyata sendiri lebih bahagia. Tak terikat rindu yang menyiksa. Tak ada harap cemas. Hanya ada aku. Aku punya waktu lebih banyak untuk mengurus diriku sendiri. Iya… dulu aku harus mengurusmu juga, Bayi Besar.

Aku punya banyak energi untuk menggali diri. Meluapkan segala yang ada dalam diriku. Semua yang selama ini terbiar terpendam tak terurus, bahkan tak terpikirkan. Tidak ada alasan untuk enggan. Meraih apa yang tak pernah kubayangkan dapat kuraih. Memiliki segala yang tak pernah terpikir bakal kumiliki.

Tidak ada kamu yang menyayang dan memanjakanku? Ahahahaha… ternyata banyak. Banyak yang menyayang dan memanjakanku. Tanpa syarat. Tanpa harap. Tanpa embel-embel harus kekasih atau pecinta.

***
Handphoneku bergetar. SMS dari Ridwan.

15 menit lg ya, jangan telat

Tidak kubalas. Tak perlu. Aku segera berangkat saja.

Kututup picture viewer di laptopku. Yang baru saja melintaskan gambar aku dan kamu. Gambar-gambar yang pernah kureload setelah sempat kukirim ke recycle bin.

Kuraih gitarku. Saatnya ngamen. Saatnya mengalihkan ingatan tentangmu, sesaat. Sebelum nanti malam aku akan menyiksa diri lagi dengan kepedihan kau tinggalkan.

Advertisements

13 thoughts on “Inilah Aku Tanpamu

  1. hahahaahahahhahaa.. suka ini!! ayo cemunguuuuuuuuuuuddhh!! walau ntar malam galau sendirian lagi dan lagi wkwkwkkkkk

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s