senyum untuk kamu yang lucu

hari ke sepuluh 15HariNgeblogFF

==========================

Sudah hampir dua bulan ini Putri Cantik tidak bisa tersenyum. Apalagi tertawa. Sepanjang hari dia hanya cemberut saja.

Sang Raja dan Permaisuri amat bingung dengan keadaan ini. Sejak Putri Cantik berhenti tersenyum, istana menjadi suram.

Pangeran Rhoma yang tiga bulan lalu meminangnya, tiba-tiba membatalkan niatnya menikahi sang putri. Tentu saja, karena setiap kali dikunjungi, Putri Cantik hanya diam dan cemberut.

Raja membuat sayembara. Barang siapa yang dapat membuat sang Putri tersenyum kembali, jika perempuan akan diangkat menjadi saudara sang Putri, dan jika laki-laki akan dinikahkan dengannya. Jika masih anak-anak, akan diangkat menjadi putra/putri raja. Jika sudah tua, akan diberikan kastil beserta isinya.

Ribuan peserta mengikuti sayembara. Berbagai atraksi dilakukan. Beberapa peserta dijebloskan ke penjara karena telah berani mencoba menggelitik Putri Cantik. Padahal sudah tertulis itu tidak boleh dilakukan.

Sudah berhari hari Sang Putri disuguhi aneka pertunjukan. Namun tak ada hasilnya. Putri tetap cemberut. Raja dan Permaisuri makin putus asa…

***

Aku sudah berhasil membuat Pangeran Rhoma mundur. Tega-teganya Ayah menerima pinangan Pangeran yang setiap hari pekerjaannya hura-hura dan berfoya-foya.

Aku bisa saja tersenyum saat ini juga. Tapi aku tak mau ada pangeran tak jelas lagi melamarku. Aku hanya mau menikah dengan lelaki yang bertanggung jawab.

Sebenarnya aku lelah menuruti keinginan Ayah, untuk melihat semua pertunjukan ini. Tapi dengan semakin lelah, ternyata justru semakin mudah bagiku untuk cemberut dan menahan senyum.

Peserta terakhir ini sudah menggelikan sebelum beraksi. Pemuda yang bersih namun terlihat lugu. Pakaiannya begitu sederhana. Dia membawa kaleng di tangannya.

“Apa yang akan kau lakukan?”, tanya Ayahnda Raja.

“Hamba akan menyanyi, Paduka”

Ayah terlihat kesal.

“Pulanglah. Sudah banyak pemusik yang  bersuara merdu. Mereka tidak berhasil. Lalu kau datang dengan kaleng berisi kerikil di tanganmu?”

Pemuda itu tampak sedih. Tapi membungkukkan badan, lalu undur.

“Tungggu!”, seruku, “kenapaa kamu ikut sayembara? Kamu ingin menikah denganku?”
Dia menggeleng.
“Ingin diangkat menjadi putra Raja?”
Dia menggeleng.
“Ingin kastil dan isinya?”
Dia menggeleng.
“Lalu apa?”
“Saya hanya ingin membuat Tuan Putri tersenyum lagi. Itu sudah akan menjadi hadiah buat hamba…”

“Hhh… Baiklah, menyanyilah. Tapi jika suaramu jelek dan membuat Putri makin kesal, kau kumasukkan ke penjara!” kata Ayah.

Dia pun mulai menggoyang kalengnya dan bersuara…

“Putri Cantik yang kami cintai…”

Ya Tuhan, suaranya jelek sekali…

“Tersenyumlah lagi untuk kami…”

Nadanya tak beraturan…

“Senyummu adalah sinar mentari bagi negeri…”

Ketukannya tak berirarama…

Ayah murka, “Pengawal….!”

“Ayah…” kataku  lirih.
Ayah memandangku.

“Cantik?”

Aku tersenyum.

***

Walau si Pemuda tak minta apa-apa, dia tetap dinikahkan dengan Putri Cantik. Raja dan Permaisuri sangat bahagia, ternyata dia adalah Pangeran kerajaan tetangga yang menyamar.

Maka diadakan pesta tujuh hari tujuh malam untuk seluruh rakyat…

***

“Aku tidak menyangka kamu akan mengamen seperti itu”
“Aku bingung harus apa. Aku takut kamu tidak tersenyum”
“Tentu saja aku akan tersenyum. Kamu lucu. Aku sudah putus asa, bagaimana caranya agar Ayah mau menerimamu sebagai suamiku. Aku senang Ayahmu mengijinkanmu menikahiku. Aku bahagia mereka berdua tidak bermusuhan lagi…”
“Kamu mau aku menyanyi lagi?”
“Tidak sayang… Cukup sekali itu saja.”
“Putri Cantik yang…”
“Stop.”
“…kami cintai”
“Hentikan…”
“Tersenyumlah…”

Hanya ada satu cara membuatnya berhenti menyanyi.

Mmmmmhhh…..

=======================

terinspirasi cerita lucu ini

temukan banyak cerita lucu lain di sini

Advertisements

14 thoughts on “senyum untuk kamu yang lucu

  1. muwahahahahaha.. sumpah unik bgt pemilihan latarnya.
    suka pokok y! Bacanya jadi senyum-senyum sendiri. 😀

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s