The Secret Supper – Javier Sierra

image

The Secret Supper
Javier Sierra – 2004
PT. SERAMBI ILMU SEMESTA
2007

=================================================================

Akhirnya buku ini khatam, setelah lebih dari dua bulan yang lalu mulai kubaca.

Aku selalu suka novel investigasi. Mulai dari Lima Sekawan, Trio Detektif, Agatha Christie, buku-buku John Grisham dan Sydney Sheldon. Aku suka Nefertiti, investigasi dengan setting Mesir kuno. Agatha Cgristie juga punya, aku lupa judulnya.

Melihat sekilas buku ini pertama kali, aku langsung tertarik. Selain tema investigasi dan teka-teki, settingnya Itali kuno, dan terutama ini adalah tentang Leonardo da Vinci, manusia jenius itu. Leonardo dituduh telah menyebarkan ajaran sesat yang telah sempat ditumpas ratusan tahun sebelumnya, melalui simbol-simbol yang disisipkan dalam karya-karyanya.

Pada awal membaca, aku sempat hampir patah niat. Inti permasalahan dalam cerita ini adalah (kalau boleh kusebut) penegakan aqidah di kalangan petinggi Katholik Roma. Tentang ajaran sempalan (yang dianggap) sesat. Tentang dakwah terselubung para pengikutnya. Aku, terus terang sama sekali buta tentang ajaran agama selain Islam.

Jadi aku benar-benar tidak mengerti, ketika para Bapa di buku ini mengobrol tentang kisah-kisah dalam Alkitab. Tentang dua belas rasul yang hadir di perjamuan terakhir bersama Yesus. Sampai tentang detil hidangan di perjamuan. Tentang ajaran ordo ini dan ordo itu. Itu sebab aku sempat meletakkan buku ini, sibuk dengan hal-hal lain. Tapi kemudian aku berpikir bahwa, jika sebelumnya aku tidak mengerti tentang semua itu, mungkin dengan membacanya aku akan jadi mengerti.

Maka kulanjutkan perjalananku mengikuti Bapa Agustino sebagai utusan Roma, menyelidiki kemungkinan Leonardo menyisipkan ajaran sesat dalam lukisan Perjamuan Terakhir di refrektorium biara terbesar di Milan. Menemui Bapa Alessandro sang pustakawan yang mati dalam tertuduh sebagai bagian heresi. Aku mendengarkannya mencoba memecahkan teka-teki dari huruf, angka, gambar. Menyimak dia bercerita tentang nama dan sifat rasul-rasul murid Yesus. Mencoba mengerti penjelasannya tentang ajaran yang suci dan yang sesat.

Aku mengerti. Sedikit. Jadi aku tidak mencoba ikut menerjemahkan petunjuk. Aku hanya mengikuti cerita yang ada. Sampai selesai. Mencoba memahami penjelasan atas setiap kejadian.

***

Dalam kekaguman akan kejeniusan sang seniman, aku sempat dibikin cemas dalam perjalanan. Betapa pengaruh gereja sangat kuat. Menganggap dan menetapkan seniman telah berlaku sesat dalam karyanya. Teringat para ilmuwan yang dihukum mati karena dianggap mengingkari kitab suci. Seorang yang menolak bermewah, memilih menjadi vegetarian dan kesederhanaan; dihubung-hubungkan dengan ajaran sempalan yang disusupi iblis. Sebuah tamparan pada materialisme diterjemahkan sebagai ancaman pada kesucian agama.

Aku masih buta tentang Katholik. Yang Roma, yang Milan, atau bahkan yang Indonesia. Buku ini membuka sedikit, sangat sedikit pengetahuanku. Dan aku tidak mau menilai dengan berbekal pengetahuan yang sedikit. Aku juga tidak peduli jika Leonardo ternyata benar-benar ‘sesat’. Aku mengaguminya sebagai seniman jenius. Titik.

Advertisements

One thought on “The Secret Supper – Javier Sierra

  1. wah sepertinya ceritanya keren. aku juga agak susah kalo mengikuti cerita yang ada unsur sistem kepemimpinan agama seperti itu. masih agak rumit untuk dipahami orang awam sepertiku.
    aku ingat dari novel angels & demons-nya dan brown kalau galileo juga pernah ditentang oleh kalangan gereja, karena ia mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan agama itu sama sekali tidak terpisah alias berhubungan. sehingga dia pun dianggap sesat. tapi meskipun galileo udah meninggal, para pengikutnya masih ada dan konon mereka adalah cikal-bakal Iluminati.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s