Konser Kecil – The Silent Journey of Wing Sentot Irawan

ini judulnya bencana membawa nikmat…

Pandu: mbak, kamu besok malem dateng di RRI atau Sastra?
Aku: kayanya ndak dua-duanya…
Pandu: kenapa?
Aku: pengen di rumah aja. eh itu yang naik sepeda keliling Asean, siapa toh?
Pandu: ini orangnya di sebelahku.

***

Rasanya pengen ngumpet di kolong meja. Mas Wing Sentot di hadapanku, dan aku nanya begitu. Tapi dari situ lah, aku diperkenalkan dengannya. Dari situ juga, setelah tahu bahwa aku juga beberapa kali mengerjakan musikalisasi puisi, Mas Sentot lantas mengajak untuk tampil bersama.

Bagaimana mau menolak? Nggak enak lah ya……….. Dan mana mungkin aku melewatkan kesempatan ini?

Jadilah aku datang ke kampus Sastra Pleburan  menyaksikan konser Wing Sentot  yang didukung oleh Hysteria, KMSI dan Openmind Community.  Mas Sentot tidak tampil sendirian. Dia mengajak teman-teman pemusik Semarang untuk ikut spontan nge-jam. Ada Ambon di jimbe, Mas Yoyok dan Adit di gitar, dan Adi KPJ di biola. Ada Kurniawan Yunianto, Wika Setyawan dan Galih Pandu membaca puisi. Dan lebih dari semua itu, aku berkesempatan nyanyi bareng dengannya… Jangan tanya bagaimana aku bisa. Rahasia…

Selain menyaksikan penampilannya, juga ada sesi diskusi/tanya jawab seputar perjalanan Mas Sentot. Baik perjalanan hidupnya, maupun perjalanan yang sedang ditempuhnya.

Perjalanan Wing Sentot untuk keliling Asean yang dimulai tanggal 6 Januari lalu itu, mendapat dukungan dari pemerintah NTB dan banyak sponsor. Semarang adalah salah satu kota yang disinggahi dalam rangkaian konser kelilingnya. Kita juga dukung, Mas. Dukung doa….

Wing Sentot Irawan

… menemaniku menyanyikan ‘Borneo’…

Galih Pandu Adi

Wika Setyawan

Kurniawan Yunianto

Yoyok, Adi KPJ, Ambon

rr… banyak. ndak usah sebutin satu satu yah. itu sepeda Polygon yang akan menemani Perjalanan Hening Wing Sentot…

***

Ada hal penting yang kubawa pulang dari konser kecil ini.

Bahwa bakat itu bisa dirasakan oleh kita sendiri. Dan pilihan ada pada kita untuk menghidupkannya atau membiarkannya terpendam.

Bahwa seniman memang harus mengkritik pemerintah, tapi jangan hanya  melulu berteriak menyalahkan.

Bahwa budaya rakyat Indonesia adalah serba ‘boleh’, dan kita patut bersyukur atasnya. Segala komentar orang atas kita adalah wujud perhatian dan kasih sayang, yang mesti kita sikapi dengan lapang dada; bukan ditangkis frontal yang jadinya malah mental.

Dan selain itu, tentu saja aku bawa pulang CD yang berisi 3 musikalisasi oleh Wing Sentot😀

5 thoughts on “Konser Kecil – The Silent Journey of Wing Sentot Irawan

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s