bi(u)ngki(u)san



 “kenapa sih, semua yang jenguk bawanya roti dan buah. kenapa ngga ada yang bawa komik?” ~ seorang anak, di ruang rawat inap di sebuah rumah sakit

Apa yang paling membuat anak tidak nyaman ketika sakit dan harus dirawat inap?

Selain rasa sakit karena sakit apa pun yang dideritanya, mungkin jarum infus yang ditanam di tangannya. Juga selangnya yang nyrimpeti setiap geraknya. Atau masakan rumah sakit yang kurang cocok dengan keinginannya. Atau suster yang sebentar-sebentar menengok; mengecek suhu tubuh, tekanan darah, menghitung denyut nadi. Tapi lebih dari itu, kebosanan adalah yang paling mengganggu.

Bayangkan. Dia harus berada di ruang berwarna putih atau hijau pastel atau krem yang monoton. Terikat tidak bisa ke mana-mana. Adanya teman seruangan bisa jadi hiburan, ada teman ngobrol. Tapi bisa juga jadi tambah stress, ketika teman seruangan (misalnya) yang tidak berhenti menangis, atau yang sakitnya parah. Sekamar sendiri (dan mungkin ditemani televisi) juga bosan.

Maka jam kunjungan menjadi salah satu yang dinanti. Bertemu orang selain perawat berseragam, dan ibu atau bapak yang menungguinya siang malam. Nah biasanya, mereka yang datang berkunjung membawa bingkisan macam-macam. Tapi….. semacam-macamnya bingkisan selalu berputar di antara buah dan roti dan kue.  Sampai numpuk.

Memang bingung ya, mau bawa apa kalau bukan buah dan roti? Kalaupun si sakit belum boleh makan ini itu, ya buat yang nungguin lah. Maunya. Dan sebenarnya, apa pun yang dibawakan tentu saja terima kasih. Wong dikunjungi aja sudah senang sekali. Itu adalah tanda kasih, selain kunjungan itu sendiri.

Hanya saja jika bingkisan itu bisa membuat anak sedikit terhibur, setidaknya mengurangi sedikit jenuh dan bosannya, tentu akan lebih baik.

Aku sendiri jika menjenguk orang dewasa, ya bawaannya standar roti atau buah. Tapi ketika menjenguk anak-anak, aku lebih sering membawakan mainan. Mobil-mobilan, boneka. Kalau pun makanan, aku sempatkan cari tahu si anak sukanya apa. Kalau perlu tanyakan langsung kepada si anak, minta dibawakan apa. Ada yang bilang itu ngga sopan. Entah di mana letak ngga sopannya. Tapi buatku lebih baik begitu, karena tujuan kita menjenguk anak bukan sekedar menunjukkan perhatian. Sebisa mungkin memberikan penghiburan.

Dan sepertinya membawakan komik untuk pasien anak tidak akan dilarang oleh dokter, kecuali bawanya City  Hunter😐

*gambar dipinjam dari sini*

9 thoughts on “bi(u)ngki(u)san

  1. waa…ide yang bagus mba, besok besok kalo jenguk anak kecil dibawain mainan ahhh…eh klo jenguk lairan dibawain mainan juga gak?

  2. wah jadi terinspirasi nih.. gak kepikiran sebelumnya.. apalagi pake nanya ke yang sakit segala,. memang sih kayanya begitu,.. kalau bawa sesuatu yg diinginkan sama yg sakit asal itu bukan yg berbahaya atau yg jadi pantangnnya ya mbak,..thank u.. ini kunjungan pertamaku ke blog ini,..

  3. Aku pernah pas kelas 1 SD dirawat abis tabrakan trus kaki patah dibawain majalah dan buku cerita bergambar gitu. Cuma gak kebaca karena kakinya sakit. Nangis melulu jadinya. .___.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s