seling surup

I/

Pak Taryono meninggal!

Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun…

Mbak, Pak Taryono meninggal.

Denger dari mana?

Ini lho barusan rapat dibatalkan. Pak Sekda katanya layat Pak Taryono

Hey…! Pak Taryono masih hidup! Ini lho barusan aku nelpon ke rumahnya. Dia sendiri yang angkat.

Lho piye to?

Lha tadi katanya?

Oo… Itu Pak Taryono yang lain… Bukan yang itu…

Halo. Mbak Mbak… Pak Taryono nggak jadi meninggal. Beritanya keliru. Jangan disebarkan ya…

Lah wis kadhung ik…

 

II/

SMS:
Datang ya, ke launching bukuku. Besok jam dua siang di Gramedia Amaris Semarang.

Besoknya. SMS balik:
Mbakyu, maaf ya. Aku salah baca sms-nya. Aku tiwas terbang ke Jakarta, kirain Amaris Jakarta. Kok ndak ada Gramedia. Barusan kubaca sms-mu lagi. Ternyata…

 

III/

‘Kita ketemuan di Gramedia ya, jam tiga’
Jam tiga.
Aku sudah di Gramedia.
Aku juga. Kamu di sebelah mana?
Di bagian majalah.
Di bagian majalah…
Kamu di mana?
Aku di bagian majalah. Majalah apa?
Wanita.
Wanita…
Sik sik… Kamu di Gramedia mana?
Pandanaran. Kamu?
Java Mal.

Advertisements

11 thoughts on “seling surup

  1. hahahaha, aku pernah sekali begini,

    eh ketemuan di KFC a yani,

    oke ketemu disana ya …

    sampe sana celingak celinguk …

    manaa nih orang (sms)

    he kalian dimana ? aku sudah sampe!

    ya kita udah disini …

    manaaa … ngeliat alamat … eeerr … aku ini ada di KFC Darmo ~.~”

    sepertinya hal2 seperti itu pengennya berjalan seperti yang otak kita minta deh …

  2. A: mas B suruh aku pinjam skripsinya dari pembimbingnya. krn menurut mas b skripsinya bagus. dan pembimbingnya pegang kopinya. Aku pergi ke pembimbingnya mas B dulu, buat pinjem skripsinya mas B. Ternyata ga dikasih sama pembimbingnya.
    C: kenapa?
    A: kata pembimbingnya mas B, skripsinya mas B jelek. ya udah, aku ndak pinjem – wong ndak boleh pinjem.
    C; kamu sombong ya.
    A: lha? kenapa?
    C: belum lulus aja udah berani2nya bilang skripsinya mas B jelek. Nggak takut pamali apa?

    **mata dan kuping – itu tergantung hati**

  3. yah begini lah kita rupanya. kebanyakan pikiran atau gimana? sering mengabaikan hal-hal (yang terlihat) sepele. padahal efeknya sering parah 😀

    eh tut, itu mata dan kuping ga nyambung sama hati deh kayanya ya :))

  4. menurutku sih, mata dan kuping itu berhubungan sama hati. kalau hatinya udah ga suka – apa yg diliat/didengar pasti jelekkk aja. coba, inget2 wkt kamu lagi jatuh cinta mbak. biar pacarmu bau – pasti dibilang baunya enak. hihihih

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s