One Missed Call

Entah sudah untuk berapa kali kupandangi layar hand phone yang membariskan angka nomormu. Namamu sudah kuhapus dari phone book. Tapi aku tidak bisa menghapusnya dari ingatanku.

Dan kali ini lagi-lagi jemariku tidak bisa menahan diri untuk tidak menekannya. Aku ingin mendengar suaramu. Mengobrol lagi tentang apa saja. Tertawa. Atau bahkan menangis. Tinggal menekan tombol ‘ok’, dan menunggumu menjawab. Atau menolak? Aku tak cukup punya nyali. Dan akhirnya aku memilih menekan ‘cancel‘.

Dan kali ini lagi-lagi kulempar hand phone ke kasur. Lalu aku menjatuhkan diri menelungkup menutup muka. Sesaknya.

Raungan Cranberries menegakkan kepalaku. Perlahan kuraih handphoneku. Angka yang barusan kubatalkan itu. Ragu. Namun kutekan juga ‘answer’. Perlahan kudekatkan ke telinga.

‘Halo’ kataku.

Tak ada suara.

‘Halo’ kataku lagi.

Tak ada suara sesiapa. Lalu kudengar berisik orang bercakap-cakap. Dan kutekan ‘end‘. Rupanya kau cuma tak sengaja menekannya…

Dan kali ini lagi-lagi kulempar hand phone ke kasur. Mungkin aku harus berhenti menekan angka-angka itu walau selalu hanya berakhir dengan cancel. Agar aku bisa perlahan melupa.

***

Entah sudah untuk berapa kali kupandangi layar hand phone yang membariskan angka nomormu. Namamu sudah kuhapus dari phone book. Tapi aku tidak bisa menghapusnya dari ingatanku.

Dan kali ini lagi-lagi jemariku tidak bisa menahan diri untuk tidak menekannya. Aku ingin mendengar suaramu. Mengobrol lagi tentang apa saja. Tertawa. Atau bahkan menangis. Tinggal menekan tombol ‘ok’, dan menunggumu menjawab. Atau menolak? Aku tak cukup punya nyali. Tapi kutekan ‘ok’.

‘Halo,‘ kudengar suara di seberang. Kamu.

Hampir pecah kepalaku mendengar suaramu. Tapi aku hanya bisa membisu.

‘Halo,‘ katamu lagi.

Tapi aku benar-benar tak bisa bersuara. Lalu kudengar Sandra memanggil. Kerannya macet lagi rupanya. Kutekan ‘end.’ Kuhapus log panggilan terakhir.

Dan kali ini lagi-lagi kulempar hand phone ke kasur. Mungkin aku harus berhenti menekan angka-angka itu. Agar aku bisa perlahan melupa.

21 thoughts on “One Missed Call

  1. @amel. haha iya. seandainya. ini cuma tiba-tiba muncul, gara-gara ada telpon dari bojoku yang ternyata cuma kepencet hehehe…

    @nathalia: oh ya? kasihan :p

    @oelpha: kenapa? *nemenin menerawang*

  2. @eka, nomormu berapa? :p
    @fenty: ah ya sama….!
    @Ari: kalo sms itu maaaah….😐
    @rian: masa meleleh sih?
    @warm: kenapa sih om selalu nanya begitu😐

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s